aduh seramnya

ingin lihat orang ditimpukkin pake batu sampai meninggal ?
udah gitu yang nimpuk pakai acara teriak-teriak Allahu Akbar…

http://www.apostatesofislam.com/media/stoning.htm

aduh gimana nggak jadi tambah murtad lihat hukuman kejam seperti ini
as tagfirlullah, ya Tuhan Allah Swt, aku pilih jadi murtad dariada lihat perlakuan umatmu seperti ini.

48 Tanggapan to “aduh seramnya”

  1. vester Says:

    sereeem

  2. giez suzian Says:

    ketika kekuatanku sirna,ketika kemampuanku lenyap dan ketika imperialist menghadang, membungkam,merampas,membunuh.ku sadari ketidakadilan terus mengalir merekalah para neo-liberalis-zionis.dantiada daya dan upayaku selain padamu.allohuakbar hidup mulia atau mati syahid itu yang ku rindukan sebagaimana engkau merindukan kesenangan dunia ini (kematian kan datang ingatttt)

  3. getdesk Says:

    Islam Asli 100%

  4. Dukut Nugroho Says:

    “Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup..”

    Renung-renungkan dan selamat beramal..
    Saat itu, Dhuha, hari terakhir aku di Masjid Nabawi untuk menuju
    Mekah……. , aku bertanya pada Ibu.
    ‘Ibu, kataku, ada cerita apa yang menarik dari Umrah….?’
    Maklum, ini pertama kali aku ber Umrah.
    Dan Ibu, memberikan Tausyiahnya.
    Ibu adalah pemilik Maknah Tour Travel dimana saya
    bergabung untuk Umrah dibulan July 2007 yang lalu.
    Kebetulan umrahku dimulai di M adinah dulu
    selama 4 hari, baru ke Mekah.

    Tujuannya adalah mendapatkan saat Malam Jumat di depan Kabah. Jadi aku
    punya kesempatan untuk bertanya tentang Umrah.
    Ibu berkata…’Shinta, * Allah hanya memanggil kita 3 kali saja
    seumur hidup*
    Keningku berkerut…. ….’Sedikit sekali Allah memanggil
    kita..?’ Ibu tersenyum. ‘Iya, tahu tidak apa saja 3 panggilan
    itu..?’ Saya menggelengkan kepala.

    ‘Panggilan pertama adalah* **Azan*’, ujar Ibu.

    ‘Itu adalah panggilan Allah yang pertama.
    Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat
    terdengar. Ketika kita sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan
    Allah. Tetapi Allah masih fleksibel,
    Dia tidak ‘cepat marah’ akan
    sikap kita. Kadang kita terlambat, bahkan tidak
    sholat sama sekali karena
    malas. Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmatNya,
    masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatNya itu menjawab
    panggilan Azan-Nya atau tidak. Allah hanya akan membalas umatNya
    ketika hari Kiamat nanti’.
    Saya
    terpekur…. .mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih
    melambatkan sholat karena meeting lah, mengajar lah, dan lain lain.
    Masya Allah…….

    Ibu melanjutkan, ‘Shinta, Panggilan yang kedua adalah panggilan*
    Umrah/ Haji*
    Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya
    dengan panggilan yang halus dan sifatnya ‘bergiliran’ . Hamba
    yang satu mendapatkan
    kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain.
    Jalan nya bermacam-macam.
    Yang tidak punya uwang menjadi punya uwang,
    yang tidak merancang pula akan pergi, ada yang memang merancang dan
    terkabul. Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian
    Ihram dan melafazkan ‘Labaik Allahuma Labaik/
    Umrotan’, sesungguhnya kita saat itu
    menjawab panggilan Allah yang ke dua.
    Saat itu kita merasa bahagia,
    karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus
    sekali. Allah berkata, laksanakan Haji / Umrah bagi yang mampu’.

    Mata saya semakin
    berkaca-kaca. ……..Subhanal lah…… .saya datang menjawab
    panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan..
    ….Alhamdulill ah…

    ‘Dan panggilan ke-3’, lanjut Ibu, ‘adalah* KEMATIAN*.
    Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan kasus, Allah
    tidak
    Memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab
    dengan lisan dan
    gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena itu Shinta,
    manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. ..Jawablah 3 panggilan Allah
    dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah…. ……..Insya Allah
    syurga adalah
    balasannya.. ….’

    ** Mata saya basah di dalam Masjid Nabawi , saya sujud
    bertaubat pada Allah
    karena kelalaian saya dalam menjawab panggilanNya.
    …..Kala itu hati saya makin yakin akan kebesaranNya, kasih
    sayangNya dan dengan semangat menyala-nyala, saya mengenakan baju
    Ihram dan berniat….. ….Aku menjawab panggilan UmrahMu, ya
    Allah, Tuhan Semesta Alam…….. **
    *Huraisy*
    *Pada hari kiamat akan
    keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang bernama ‘Huraisy’
    berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini dari timur
    hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi.

    Malaikat Jibril bertanya : ‘Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa

    yang kau cari?’ Huraisy pun menjawab, ‘Aku mahu mencari limaorang.’

    Pertama, orang yang meninggalkan sembahyang.
    Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat.
    Ketiga, orang yang durhaka kepada ibubapanya.
    Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam
    masjid.

    Kelima, orang yang suka minum arak.’*
    kesal saya dgn sikap buruk sangka saya terhadap org lain dan sikap tidak
    tahu berterima kasih dgn kawan yg
    sentiasa berlapang dada…*
    sampaikan pesanan ini biarpun 1
    ayat.. Wallahualam*

  5. getdesk Says:

    Bekerja dengan Ikhlas, niat ibadah dan selalu mohon keridhoan ALLOH SWT
    Jaga perut, jaga mata dan jaga mulut, pasti engkau selamat dunia akhirat
    Kerjakan shalat witir sebelum tidur, shalat dhuha, dan puasa 3 hari setiap bulan (13,14,15 bulan Hijriah)
    Perbanyak sedekah, lakukan setiap hari, keluarkan zakat setiap mendapat rizki sebanyak 2,5 %

    4 golongan yang sangat dirindukan surga
    Orang yang sering membaca Al Qur’an
    Orang yang mampu menjaga mulutnya
    orang yang selalu memberikan makanan orang yang lapar
    Orang yang berpuasa dibulan Ramadhan

    3 macam orang yang bisa membuat bangkrut dunia-akhirat
    Memfitnah, selalu menjelekkan orang lain
    Makan hak orang lain, membuat hutang namun tidak mau bayar
    Menghakimi orang lain tanpa hak

    Tanda-tanda puasa kita berasil diterima oleh ALLOH SWT
    Mempunyai sifat dermawan, punya jiwa sosial
    Sabar, dapat mengendalikan diri/hawa nafsu
    Mau memaafkan kesalahan orang lain
    Mau mengakui kesalahan sendiri, selanjutnya berupaya memperbaiki diri

    Wassalam
    Komarudin

  6. dukut nugroho Says:

    jagalah hati jangan kau kotori

  7. dukut nugroho Says:

    Rahasia Income Rp. 1 Miliar per bulan

    Rahasia pertama
    ” jangan lupakan orang tuamu”

    Rahasia kedua”
    ” banyaklah bersedekah”

    Rahasia ketiga”
    ” banyaklah menolong orang”

    Rahasia keempat
    ” jangan mempermainkan wanita

  8. DUKUT NUGROHO Says:

    TEST

  9. dukut Says:

    test1

  10. dukut Says:

    test2

  11. dukut nugroho Says:

    ttttttttttttttteeeeeeeeeeeeeeeessssssssssssssssssttttttttttttttttttttttttt

  12. DUKUT NUGROHO Says:

    TEST 4

  13. Dukut NUGROHO Says:

    TEST5

  14. DUKUT nugroho Says:

    test6

  15. dukut nugroho Says:

    test7

  16. DUKUT NUGROHO Says:

    test 8

  17. dukut nugroho Says:

    alhamdulillah gw masih nggak bosen nulis di blog ini
    jangan bosen ya baca tulisan gw , walau isinya nggak jelas semoga bermanfaat bagi yang ngebacanya

    wassalam

  18. dukut nugroho Says:

    test 9

  19. Dukut Nugroho Says:

    test 10

  20. Dukut Nugroho Says:

    test 11

  21. Dukut Nugroho Says:

    test 12

  22. DUKUT NUGROHO Says:

    Meski demikian, Wall mengakui pernyataannya itu tidak sepenuhnya benar, karena jauh di dalam hatinya ia merasa tidak bisa keluar rumah tanpa mengenakan busana muslimah. “Saya pernah mencoba tidak mengenakan jilbab sehari saja. Ternyata saya tidak mampu melakukannya,” aku Wall.

  23. vedskdesdkfDSf.ds.fdslf;dslf;sldfsdfsdmfwer8w9ejfsjfewr8ewjcksdfdiasjdas89ed0sakda;skdewqdiakfa;sdfas;f45f89af23das4fd8sfds7fd8s7fs4fas7f8s7fs54fds7fds4fdsf7ds87fds4fds67fds4fs57dsa7a15a7f8a7a84a5f7a8af4a5664 Says:

    gimana seeehh dukut nugroho itu kirim tulisan ngaco

  24. dukut nugroho Says:

    ilmu agama saya memang belum baik, dan saya pun islam karena orang tua saya islam, tapi manusia diberi pilihan, sudahkah kita mengenal diri kita dengan baik, untuk apa kita diciptakan, bagaimana sih cara kerja tubuh kita. apa jadinya jika 5 detik saja oksigen yg gratis ini dicabut

    kalau kita bisa menjawab itu isnya alloh situs ini tidak dibuat, kecuali siempunya mempunyai niat lain
    wassalam

  25. dukut nugroho Says:

    Subject: Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban.

    Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman. Alhamdulillah, saat ini kita telah berada di bulan Sya’ban, kemudian akan segera menyongsong bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu, semoga kita bisa lebih meningkatkan ibadah baik yang wajib maupun sunnah.

    Keutamaan bulan Sya’ban berdasarkan sabda Rasulullah saw: “Bulan Sya’ban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal oleh Tuhan. Aku menginginkan saat diangkat amalku aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Nasa’I dari Usamah)

    Terdapat suatu amalan yang dapat dilakukan di bulan ini yaitu amalan puasa. Bahkan Nabi Muhammad sendiri banyak berpuasa ketika bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya selain puasa wajib di bulan Ramadhan.
    Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya’ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

    Di antara rahasia kenapa Nabi Muhammad saw banyak berpuasa di bulan Sya’ban adalah karena puasa Sya’ban adalah ibarat ibadah rawatib (ibadah sunnah yang mengiringi ibadah wajib). Sebagaimana sholat rawatib adalah sholat yang memiliki keutamaan karena dia mengiringi sholat wajib, sebelum atau sesudahnya, demikianlah puasa Sya’ban. Karena puasa di bulan Sya’ban sangat dekat dengan puasa Ramadhan, maka puasa tersebut memiliki keutamaan. Dan puasa ini bisa menyempurnakan puasa wajib di bulan Ramadhan.

    Hikmah di balik puasa Sya’ban adalah:

    1. Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Harom) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkala manusia lalai, inilah keutamaan melakukan amalan puasa ketika itu. Sebagaimana seseorang yang berdzikir di tempat orang-orang yang begitu lalai dari mengingat Allah -seperti ketika di pasar-, maka dzikir ketika itu adalah amalan yang sangat istimewa. Abu Sholeh mengatakan, “Sesungguhnya Allah tertawa melihat orang yang masih sempat berdzikir di pasar. Kenapa demikian? Karena pasar adalah tempatnya orang-orang lalai dari mengingat Allah.”
    2. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa setiap bulannya sebanyak tiga hari. Terkadang beliau menunda puasa tersebut hingga beliau mengumpulkannya pada bulan Sya’ban. Jadi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Sya’ban sedangkan di bulan-bulan sebelumnya beliau tidak melakukan beberapa puasa sunnah, maka beliau mengqodho’nya ketika itu. Sehingga puasa sunnah beliau menjadi sempurna sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya.
    3. Puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan.

    Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan kita mengikuti suri tauladan kita untuk memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Semoga dengan melakukan hal ini kita termasuk orang yang mendapat keutamaan yang disebutkan dalam hadits qudsi berikut. “Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari).
    Wallahu a’lam.

  26. dukut nugroho Says:

    Yaa Allah…
    Apalah hamba ini?
    Manusia hina yang terlahir dari tanah yang kotor
    hitam dan berlumpur

    Siapalah hamba ini?
    Pencari petunjuk yang munafik
    Yang tertawa dalam kemaksiatan
    Dan menangis dalam kebaikan

    Kenapakah hamba ini?
    Mencari cinta sejati dengan niat suci
    Menunggu teman pembawa “kunci surga”
    Dan kekasih penerang jiwa di dunia dan akhirat

    Sungguh..
    Hamba tidak tahu Apa itu kebenaran hakiki?
    Wujud cinta yang dikasihi
    Dan kekasih yang diridhoi

    Lalu..
    Apalah hamba ini?

    Yaa Allah..
    Engkaulah pencipta pasangan-pasangan hidup
    Lalu, salahkah hamba meminta kebaikan
    Dan melihat firman-Mu terbukti?

    Di satu sisi, sudut yang terang
    Hamba mengajak kepada kebaikan
    Dengan melantunkan Ayat-Ayat-Mu Yang Maha Pengasih
    Berniat bersama bergandeng tangan
    Menuju jalan-Mu
    Menuju naungan Arsy-Mu
    Menuju Surga Firdaus-Mu, dan
    Menuju rahmat dan ridho-Mu

    Lalu… siapalah hamba ini?

    Yaa.. Allah Yang Maha Bercahaya
    Engkau adalah Sang Pencipta Cahaya Cinta di hati
    Pencipta cinta yang diridhoi
    Murkakah Engkau jika hamba memiliki cinta
    yang tercipta di bumi ini?
    Jauhkah hamba dari-Mu jika hamba mencintai “yang baik”?
    Sungguh Engkaulah Penolong
    Maka Tolonglah Yaa Allah
    Tolonglah Yaa Allah
    Tolonglah Yaa Allah

    Tunjukkanlah yang lurus jalannya!
    Yaa Allah Yang Menciptakan Cinta Kasih
    Jika yang di hati itu adalah kebaikan untuk hamba
    Dan jika hamba adalah kebaikan untuk yang ada di hati,
    Maka satukanlah dalam rahmat-Mu

    Yaa Allah Yang Menciptakan Keindahan Kasih Sayang
    Jika yang di hati adalah jawaban terhadap doa
    Maka ridhoilah dengan ampunan-Mu
    Tetapkanlah menuju surga-Mu

    Yaa Allah Yang Maha Lemah Lembut
    Jika ternyata yang di hati adalah keburukan,
    bagi sesama, maka JAUHKANLAH
    Jika ternyata yang terjadi adalah kemurkaan-Mu
    terhadap sesama, maka AMPUNILAH
    Jika ternyata yang dijalani adalah kesesatan,
    maka BERILAH PETUNJUK kepada yang bercahaya,
    yang lurus jalannya dan yang diridhoi

    Hamba memohon dengan sangat!
    Hamba memohon dengan sangat!
    Hamba memohon dengan sangat!

    Hati yang terjaga, Cahaya yang benderang dan Cinta yang diridhoi..

    Amin Yaa Robbal Alamiin!

  27. dukut nugroho Says:

    Bismillahirrahmaanirahiim

    Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2 Al-qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya Nasehat ini untuk semuanya ………..
    Untuk mereka yang sudah memiliki arah………
    Untuk mereka yang belum memiliki arah………
    dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
    nasehat ini untuk semuanya…….
    Semua yang menginginkan kebaikan.

    Saudaraku………….
    Nikah itu ibadah…….
    Nikah itu suci,ingat itu……
    Memang nikah itu bisa karena harta,
    bisa karena kecantikan,
    bisa karena keturunan dan bisa karena agama.

    Jangan engkau jadikan harta,
    keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…………
    karena semua itu akan menyebabkan celaka.
    Jadikan agama sebagai alasan……..
    Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

    Saudaraku……….
    Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta……..
    Namun……
    jika cinta engkau jadikan sebagai landasan,
    maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
    Jadikanlah ” ALLAH ” sebagai landasan……
    Niscaya engkau akan selamat
    Tidak saja dunia, tapi juga akherat…….
    Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan……
    Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

    Saudaraku………..
    Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam “istanamu”……
    disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan…….
    Jika ini kau lakukan ” istanamu ” tidak akan langgeng…..
    Lihatlah manusia ter-agung Rasulullah saw….
    tidak marah ketika harus tidur di depan pintu,
    beralaskan sorban, karena sang istri tercinta tidak
    mendengar kedatangannya.
    Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya
    ketika lapar……..
    Menjahit bajunya yang robek……..

    Saudaraku………
    Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam “istanamu “……..
    Disayang, dimanja dan dilayani suami……
    Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu……..
    Jika itu engkau lakukan ” istanamu ” akan menjadi neraka bagimu

    Saudaraku…………
    Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu……..
    Jangan engkau terlalu menuruti istrimu……
    Jika itu engkau lakukan akan celaka….
    Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
    tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah…..
    Lihatlah bagaimana Allah menegur ” Nabi “-mu
    tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan
    hanya karena menuruti kemauan sang istri.
    Tegaslah terhadap istrimu……………..
    Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah…….
    Jangan biarkan dia dengan kehendaknya……..
    Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth………..
    Di bawah bimbingan manusia pilihan,
    justru mereka menjadi penentang…..
    Istrimu bisa menjadi musuhmu………..
    Didiklah istrimu……..
    Jadikanlah dia sebagai Hajar,
    wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
    Jadikan dia sebagai Maryam,
    wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya……
    Jadikan dia sebagai Khadijah,
    wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Rasulullah saw
    menerima tugas risalah…..
    Istrimu adalah tanggung jawabmu….
    Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…..
    Biarkan mereka menjadi wanita shalilah….
    Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam……..
    Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…

    Saudaraku…….
    Jika engkau menjadi istri………
    Jangan engkau paksa suamimu menurutimu……
    Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah……
    Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar,
    yang setia terhadap tugas suami…..
    Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam,
    yang bisa menjaga kehormatannya….
    Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah,
    yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.
    Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu….
    Jangan kau usik suamimu dengan tangismu….
    Jika itu kau lakukan…..
    Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka…………….
    jangan……….

    Saudaraku……..
    Jika engkau menjadi Bapak……
    Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
    Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
    Jadilah bapak yang kasih seperti Rasulullah SAW
    Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah……….
    Ajaklah mereka taat kepada Allah…….
    Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti…….
    Jadikan dia sebagai Ismail yang taat…….
    Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yang durhaka.
    Mohonlah kepada Allah……….
    Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih…..
    Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

    Saudaraku……..
    Jika engkau menjadi ibu….
    Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh….
    Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu….
    Jadikanlah mereka mujahid………
    Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah…..
    Jangan biarkan mereka bermanja-manja…..
    Jangan biarkan mereka bermalas-malas……….
    Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih….
    Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam.

    Terima Kasih,

    Deny Nurcahya

  28. dukut nugroho Says:

    SAYA BERHARAP DUKUT TIDAK AKAN PERNAH BOSAN MENGOMENTARI SITUS INI

    Wahai Tuhanku, apa pun kebahagiaan dari dunia ini yang akan
    Kau anugerahkan padaku, anugerahkanlah itu pada musuh-musuhMU.
    Dan apa pun juga kebahagiaan dari dunia akan tiba yang akan
    Kau anugerahkan padaku, anugerahkanlah itu pada sahabat-sahabatMu.
    Bagiku, Engkau sudah cukup.

    Wahai Tuhanku, urusanku dan gairahku di dunia kini
    Dan dunia akan tiba adalah semata mengingat Engkau di atas segalanya.
    Dari kesegalaan di semesta ini, pilihanku adalah berangkat menemui-Mu.
    Inilah yang akan kuucapkan kelak:“Engkau adalah segala-galanya”.

    Wahai Tuhanku, tanda mata paling permata dalam hatiku ialah harapanku padaMu.
    Dan kata paling indah di lidahku adalah pujian padaMu.
    Dan waktu paling kurindu adalah jam ketika aku bertemu dengan Engkau.

    Wahai Tuhanku, aku tak dapat menahankan hidup duniawi ini tanpa mengingatMu.
    Dan bagaimana mungkin aku hidup di dunia akan tiba tanpa menatap wajahMu ?

    Wahai Tuhanku, inilah keluhanku.
    Aku ini orang asing di kerajaanMu dan mati kesepian di di tengah-tengah penyembahMu!

    Wahai Tuhanku, jangan jadikan aku pedang di tangan penakluk perkasa.
    Jadikan aku tongkat kecil penunjuk jalan si orang buta.

    Wahai Tuhanku, jangan jadikan aku pohon besar
    Yang kelak jadi tombak dan gada peperangan.
    Jadikan aku batang kayu rimbun di tepi jalan tempat
    Musafir berteduh memijit kakinya yang lelah.

    Wahai Tuhanku, sesudah aku mati masukkanlah aku ke dalam neraka.
    Dan jadikan jasmaniku memenuhi seluruh ruang neraka
    Sehingga tidak ada orang lain dapat dimasukkan ke sana.

    Wahai Tuhanku,
    Bilamana aku menyembahMu karena takut neraka, jadikan neraka kediamanku.
    Dan bilamana aku menyembahMu karena gairah nikmat di sorga,
    Maka tutuplah pintu sorga selamanya bagiku.
    Tetapi apabila aku menyembahMu demi Engkau semata,
    Maka jangan larang aku menatap KeindahanMu yang Abadi.

  29. Dukut Nugroho Says:

    saya berharap dukut nugroho tidak akan pernah bosan mengomentari situs ini

  30. Dukut Nugroho Says:

    Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjamin kemurnian Al-Qur‘ân telah memudahkan umat ini untuk menghafal dan mempelajari kitab-Nya. Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan para hamba-Nya agar membaca ayat-ayat-Nya, merenungi artinya, dan mengamalkan serta berpegang teguh dengan petunjukNya. Dia Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan hati para hamba yang shalih sebagai wadah untuk memelihara firman-Nya. Dada mereka seperti lembaran-lembaran yang menjaga ayat-ayat-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

    Sebenarnya, Al-Qur‘ân itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim … (Qs al-Ankabût/29:49).

    Dahulu, para sahabat Radhiallahu’anhum yang mulia dan Salafush-Shalih, mereka berlomba-lomba menghafal Al-Qur‘ân, generasi demi generasi. Bersungguh-sungguh mendidik anak-anak mereka dalam naungan Al-Qur‘ân, baik belajar maupun menghafal disertai dengan pemantapan ilmu tajwid, dan juga mentadabburi yang tersirat dalam Al-Qur‘ân, (yaitu) berupa janji dan ancaman.

    Berikut ini adalah nasihat yang disampaikan oleh Dr. Anis Ahmad Kurzun diangkat dari risalah beliau Warattilil Qur’âna Tartîla, dan diterjemahkan oleh al-Akh Zakariyya al-Anshari. Pembahasan ini menyangkut metode-metode, sebagai bekal dalam meraih kemampuan untuk dapat menghafal Al-Qur‘ân secara baik.

    Karena, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab al-Hanbali Rahimahullah , bahwasanya dahulu, para salaf mewasiatkan agar betul-betul memperbagus dan memperbaiki amalan (membaca dan menghafal Al-Qur‘ân, Red.). Bukan hanya sekedar memperbanyak (membaca dan menghafalnya, Red.), karena amalan yang sedikit disertai dengan memperbagus dan memantapkannya, itu lebih utama daripada amalan yang banyak tanpa disertai dengan pemantapan. Lihat Risalah Syarah Hadits Syaddâd bin Aus, karya Ibnu Rajab, hlm. 35.

    Mudah-mudahan dengan kedatangan bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan ini, dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan perhatian kita kepada Al-Qur‘ân, mempelajarinya, mentadabburi, memperbaiki bacaan, dan menghafalnya.

    SATU Ikhlas, Kunci Ilmu dan Pemahaman

    Jadikanlah niat dan tujuan menghafal untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan selalu ingat bahwasanya yang sedang Anda baca ialah Kalamullah. Berhati-hatilah Anda dengan faktor yang menjadi pendorong dalam menghafal, apakah untuk meraih kedudukan di tengah-tengah manusia, ataukah ingin memperoleh sebagian dari keuntungan dunia, upah dan hadiah? Allah tidak menerima sedikit pun dari amalan melainkan apabila ikhlas karena-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dan (menjalankan) agama dengan lurus. (Qs al-Bayyinah/98:5).

    DUA Menjauhi Maksiat dan Dosa

    Hati yang penuh dengan kemaksiatan dan sibuk dengan dunia, tidak ada baginya tempat cahaya al-Qur’ân. Maksiat merupakan penghalang dalam menghafal, mengulang dan mentadabburi Al-Qur‘ân. Adapun godaan-godaan setan dapat memalingkan seseorang dari mengingat Allah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

    Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah. (Qs al-Mujâdilah/58:19).

    ‘Abdullah bin Al-Mubarâk meriwayatkan dari adh-Dhahhak bin Muzâhim, bahwasanya dia berkata;”Tidak seorang pun yang mempelajari Al-Qur`ân kemudian dia lupa, melainkan karena dosa yang telah dikerjakannya. Karena Allah berfirman Subhanahu wa Ta’ala : (Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri) –Qs asy- Syûra/42 ayat 30- . Sungguh, lupa terhadap Al-Qur`ân merupakan musibah yang paling besar.1

    Ketahuilah, Imam asy-Syafi’i yang terkenal dengan kecepatannya menghafal, pada suatu hari ia mengadu kepada gurunya, Waqi‘, bahwa hafalan Al-Qur‘ânnya lambat. Maka gurunya memberikan terapi mujarab, agar ia meninggalkan maksiat dan mengosongkan hati dari segala hal yang dapat memalingkannya dari Rabb. Imam asy-Syafi’i berkata:

    Saya mengadu kepada Waqi’ buruknya hafalanku,
    maka dia menasihatiku agar meninggalkan maksiat.
    Dan ia mengabarkan kepadaku bahwa ilmu adalah cahaya,
    dan cahaya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak diberikan kepada pelaku maksiat.

    Imam Ibnu Munadi berkata,”Sesungguhnya menghafal memiliki beberapa sebab (yang membantu). Di antaranya, yaitu menjauhkan diri dari hal-hal yang tercela. Hal itu dapat terwujud, apabila seseorang mencegah diri (dari keburukan, Pent.) Pent.), menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ridha, memasang telinganya, dan pikirannya bersih dari ar-râin.”2

    Yang dimaksud dengan ar-râ‘in, ialah sesuatu yang menutupi hati dari keburukan maksiat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

    Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. (Qs al-Muthaffifin/83:14).

    Barang siapa menjauhkan dirinya dari kemaksiatan, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan hatinya untuk selalu mengingat-Nya, mencurahkan hidayah kepadanya dalam memahami ayat-ayat-Nya, memudahkan baginya menghafal dan mempelajari Al-Qur‘ân, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

    Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Qs al-’Ankabût/29:69).

    Imam Ibnu Katsir Rahimahullah telah membawakan perkataan Ibnu Abi Hâtim berkaitan dengan makna ayat ini: “Orang yang melaksanakan apaapa yang ia ketahui, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberinya petunjuk terhadap apa yang tidak ia ketahui”.3

    TIGA Memanfaatkan Masa Kanak-Kanak dan Masa Muda

    Saat masih kecil, hati lebih fokus karena sedikit kesibukannya. Dikisahkan dari al-Ahnaf bin Qais, bahwasanya ia mendengar seseorang berkata:

    “Belajar pada waktu kecil, bagaikan mengukir di atas batu”. Maka al-Ahnaf berkata,”Orang dewasa lebih banyak akalnya, tetapi lebih sibuk hatinya.”4

    Seharusnya siapa pun yang telah berlalu masa mudanya supaya tidak menyia-nyiakan waktu untuk menghafal. Jika ia konsentrasikan hatinya dari kesibukan dan kegundahan, niscaya ia akan mendapatkan kemudahan dalam menghafal Al-Qur‘ân, yang tidak dia dapatkan pada selain Al-Qur‘ân. Allah berfirman Subhanahu wa Ta’ala:

    Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur‘ân untuk pelajaran, maka adakah yang mau mengambil pelajaran? (Qs al-Qomar/54:17).

    Demikianlah di antara keistimewaan Al-Qur‘ân. Perlu Anda ketahui, tatkala manusia telah mencapai usia tua, saraf penglihatannya akan melemah. Kadangkala dia tidak mampu membaca Al-Qur‘ân yang ada di mushaf. Dengan demikian, yang pernah dihafal dalam hatinya, akan dia dapatkan sebagai perbendaharaan yang besar. Dengannya ia membaca dan bertahajjud. Tetapi jika sebelumnya ia tidak pernah menghafal Al-Qur‘ân sedikit pun, maka alangkah besar penyesalannya.

    EMPAT Memanfaatkan Waktu Semangat dan Ketika Luang

    Tidak sepantasnya bagi Anda, wahai pembaca, menghafal pada saat jenuh, lelah, atau ketika pikiran Anda sedang sibuk dalam urusan tertentu. Karena hal itu dapat mengganggu kosentrasi menghafal. Tetapi pilihlah ketika semangat dan pikiran tenang. Alangkah bagus, jika waktu menghafal (dilakukan) ba’da shalat Subuh. Saat itu merupakan sebaik-baik waktu bagi orang yang tidur segera.

    LIMA Memilih Tempat yang Tenang

    Yaitu dengan menjauhi tempat-tempat ramai, bising. Sebab, hal itu akan mengganggu dan membuat pikiran bercabang-cabang. Maka ketika Anda sedang berada di rumah bersama anakanak, atau (sedang) di kantor, di tempat bekerja, di tengah teman-teman, jangan mencoba-coba menghafal sedangkan suara manusia di sekitar Anda. Atau di tengah jalan ketika sedang mengemudi, di tempat dagangan ketika transaksi jual beli. Ingatlah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

    Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya … (Qs al-Ahzab/33:4).

    Sebaik-baik tempat yang Anda pilih untuk menghafal ialah rumah-rumah Allah (masjid) agar mendapatkan pahala berlipat ganda. Atau di tempat lain yang tenang, tidak membuat pendengaran dan penglihatan Anda sibuk dengan yang ada di sekitar Anda.

    ENAM Kemauan dan Tekad yang Benar

    Kemauan yang kuat lagi benar sangat mempengaruhi dalam menguatkan hafalan, memudahkannya, dan dalam berkonsentrasi. Adapun seseorang yang menghafal karena permintaan orang tua atau gurunya tanpa didorong oleh kemauannya sendiri, ia tidak akan mampu bertahan. Suatu saat pasti akan tertimpa penyakit futur (penurunan semangat).

    Keinginan bisa terus bertambah dengan motivasi, menjelaskan pahala dan kedudukan para penghafal Al-Qur‘ân, orang yang selalu bersama Al-Qur‘ân, dan membersihkan jiwa yang berlomba dalam halaqah, di rumah atau di sekolah. Tekad yang benar akan menghancurkan godaan-godaan setan, dan dapat menahan jiwa yang selalu memerintahkan keburukan.

    Imam Ibnu Rajab al-Hanbali berkata:

    Barang siapa memiliki tekad yang benar, setan pasti akan putus asa (mengganggunya). Kapan saja seorang hamba itu ragu-ragu, setan akan mengganggu dan menundanya untuk melaksanakan amalan, serta akan melemahkannya.5

    TUJUH Menggunakan Panca Indra

    Kemampuan dan kesanggupan seseorang dalam menghafal berbeda-beda. Begitu juga kekuatan hafalan seseorang dengan yang lainnya bertingkat-tingkat. Akan tetapi, memanfaatkan beberapa panca indra dapat memudahkan urusan dan menguatkan hafalan dalam ingatan.

    Bersungguh-sungguhlah, wahai Pembaca, gunakanlah indra penglihatan, pendengaran dan ucapan dalam menghafal. Karena masing-masing indra tersebut memiliki sistem tersendiri yang dapat mengantarkan hafalan ke otak. Apabila metode yang digunakan itu banyak, maka hafalan menjadi semakin kuat dan kokoh.

    Adapun caranya, yaitu Anda mulai terlebih dahulu membacanya dengan suara keras, apa yang hendak dihafalkan, sedangkan Anda melihat ke halaman yang sedang Anda baca. Dengan terus melihat dan mengulanginya sampai halaman tersebut terekam dalam memori Anda. Sertakan pendengaran Anda dalam mendengarkan bacaan, lalu merasa senang. Apalagi jika Anda membaca dengan suara senandung yang disukai oleh jiwa.

    Seseorang yang menghafal Al-Qur‘ân dengan melihat mushaf, sedangkan ia diam, atau dengan cara mendengarkan kaset murottal tanpa melihat mushaf, atau merasa cukup ketika menghafal hanya membaca dengan suara lirih, maka semua metode ini tidak mengantarnya mencapai tujuan dengan mudah.

    Perlu Anda ketahui, bahwasanya (dalam menghafal) manusia ada dua macam.

    Orang yang lebih banyak menghafal dengan cara mendengar daripada menghafal dengan melihat mushaf. Ingatannya ini disebut Sam’iyyah (pendengaran).
    Orang yang lebih banyak menghafal dengan cara melihat. Apabila ia membaca satu penggal ayat Al-Qur‘ân (akan) lebih bisa menghafal daripada (hanya dengan) mendengarkannya. Ingatannya ini disebut Bashariyyah (penglihatan).
    Apabila Anda termasuk di antara mereka, maka sebelum menghafal, perbanyaklah membaca ayat dengan melihat mushaf dalam waktu yang lebih lama. Kemudian tutuplah mushaf dan tulis ayat-ayat yang baru saja Anda hafal dengan tangan. Setelah itu cocokkan yang Anda tulis dengan mushaf, agar Anda mengetahui mana yang salah, dan tempattempat hafalan yang lemah, sehingga Anda dapat mengulangi untuk memantapkannya.

    Jika Anda memperhatikan bahwa Anda selalu salah dalam satu kalimat tertentu atau lupa setiap kali mengulangnya, maka tanamkan kalimat tersebut dalam memori Anda dengan membuat kalimat serupa yang Anda ketahui. Dengan demikian, Anda akan mengingat kalimat tersebut dengan kalimat yang Anda buat.

    Imam Ibnu Munadi telah menunjukkan kepada kita masalah ini dengan perkataannya: “Seorang guru hendaklah mempraktekkan metode ini kepada murid. Yaitu memerintahkannya agar mengingat nama, atau sesuatu yang dia ketahui yang serupa dengan kalimat al-Qur`ân yang ia selalu lupa, sehingga akan menjadikannya ingat, insya Allah.”6

    Kemudian beliau berdalil dengan perkataan Ali Radhiallahu’anhu kepada Abu Musa Radhiallahu’anhu : “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan agar aku memohon petunjuk dan kebenaran kepada Allah. Lalu aku mengingat kalimat (petunjuk) dengan (petunjuk jalan), dan aku mengingat (kebenaran) dengan (membetulkan busur)”.7

    DELAPAN Membatasi Hanya Satu Cetakan Mushaf

    Bagi para penghafal, utamakan memilih cetakan mushaf, yang diawali pada tiap-tiap halamannya permulaan ayat dan diakhiri dengan akhir ayat. Ini memiliki pengaruh sangat besar dalam menanamkan bentuk halaman dalam memori (ingatan), dan mengembalikan konsentrasi terhadap halaman tersebut ketika mengulang. Jika cetakan mushaf berbeda-beda, akan menimbulkan ingatan halaman dalam otak berbeda-beda, dan akan membuyarkan hafalannya, serta tidak bisa konsentrasi.

    Begitu pula saya wasiatkan kepada saudaraku agar bersungguh-sungguh menggunakan mushaf saku, atau mushaf yang terdiri dari beberapa bagian, sesuai dengan cetakan mushaf yang sedang Anda hafal. Ini merupakan hal yang sangat baik. Setiap kali Anda mendapatkan waktu luang dan semangat, dimana pun Anda berada, supaya segera memanfaatkan waktu tersebut untuk menghafal hafalan baru, atau mengulang hafalan lama.

    SEMBILAN Pengucapan yang Betul

    Setelah Anda memilih waktu, tempat yang sesuai dan membatasi hanya satu cetakan mushaf yang hendak Anda hafal, maka wajib bagi Anda membetulkan pengucapan dan mengoreksi kalimat-kalimat Al-Qur‘ân kepada seorang guru yang mutqin (ahli) sebelum mulai menghafal. Atau dengan cara mendengarkannya melalui kaset murattal seorang qari‘. Hal ini supaya Anda terjaga dari kekeliruan. Karena apabila kalimat yang telah Anda hafal itu salah, akan sulit bagi Anda membetulkannya setelah terekam dalam memori.

    Imam Ibnu Munadi berkata,”Ketahuilah, menghafal itu memiliki beberapa sebab. Di antaranya, seseorang membaca kepada orang yang lebih banyak hafalannya, karena orang yang dibacakan kepadanya lebih mengetahui kesalahan daripada orang yang membaca.”8

    Wahai saudaraku, bersungguh-sungguhlah menghadiri majlis-majlis tahfizhul-Qur‘ân, bertatap muka dengan para hafizh dan guruguru yang mutqin, agar Anda terhindar dari kesalahan dan dapat menghafal dengan landasan yang kokoh.

    Saya wasiatkan juga kepada saudaraku para pengajar Al-Qur‘ân, di masjid-masjid, di sekolah-sekolah agar bersungguh-sungguh membetulkan bacaan para murid pada ayat-ayat yang hendak mereka hafal, dan mengarahkan mereka supaya betul-betul mengoreksi kalimatkalimat Al-Qur‘ân yang sering terjadi padanya kesalahan. Begitu juga seorang guru meminta kepada para muridnya agar selalu mengulangulang hafalan kepada sesama teman untuk menjaga mereka dari kemungkinan terjadinya kesalahan.

    SEPULUH Hafalan yang Saling Bersambung

    Jangan lupa, wahai saudaraku! Jadikanlah hafalan Anda saling berkaitan. Setiap kali Anda menghafal satu ayat kemudian merasa telah lancar, maka ulangilah membaca ayat tersebut dengan ayat sebelumnya. Kemudian lanjutkan menghafal ayat berikutnya sampai satu halaman dengan menggunakan metode ini.

    Disamping itu, apabila Anda telah menghafal satu halaman, maka harus membacanya kembali sebelum meneruskan ke halaman berikutnya. Begitu pula apabila hafalan Anda sudah sempurna satu surat, hendaklah menggunakan metode tadi, agar rangkaian ayatayat itu dapat teringat dalam memori Anda. Sungguh, jika tidak menggunakan metode ini, membuat hafalan Anda tidak terikat. Dan ketika menyetor hafalan, Anda akan membutuhkan seorang guru yag selalu mengingatkan permulaan tiap-tiap ayat. Begitu juga akan membuat Anda mengalami kesulitan ketika muraja‘ah hafalan.

    SEBELAS Memahami Makna Ayat

    Di antara yang dapat membantu Anda menggabungkan ayat dan mudah dalam menghafal, yaitu terus-menerus meruju‘ kepada kitab-kitab tafsir yang ringkas, sehingga Anda memahami makna ayat meskipun global. Atau paling tidak, Anda menggunakan kitab Kalimatul Qura’ni Tafsiiru wa Bayan karya Syaikh Hasanain Muhammad Makhlûf. Dengan mengetahui makna-makna kalimat, dapat membantu Anda memahami makna ayat secara global.

    DUA BELAS Hafalan yang Mantap

    Sebagian pemuda membaca penggalan ayat, dua sampai tiga kali saja. Lalu menyangka bahwa ia telah hafal. Lantas pindah ke penggalan ayat berikutnya karena ingin tergesagesa disebabkan waktunya sempit, atau karena persaingan di antara temannya, atau disebabkan desakan seorang guru kepadanya. Perbuatan ini, sama sekali tidak benar dan tidak bermanfaat. Sedikit tetapi terus-menerus itu lebih baik, daripada banyak tetapi tidak berkesinambungan. Hafalan yang tergesa-gesa mengakibatkan cepat lupa.

    Fakta ini tersebar di kalangan para penghafal. Penyebabnya, kadangkala seseorang merasa puas dan tertipu terhadap dirinya ketika hanya mencukupkan membaca penggalan ayat beberapa kali saja. Apabila ia merasa penggalan ayat tadi sudah masuk dalam ingatannya, maka ia beralih ke ayat berikutnya. Dia menyangka, semacam ini sudah cukup baginya.

    Faktor yang mendukung fakta ini, karena sebagian pengampu hafalan mengabaikan persoalan ini ketika penyetoran hafalan. Padahal semestinya, seorang penghafal tidak boleh berhenti menghafal dan mengulang dengan anggapan bahwa ia telah hafal ayat-ayat tersebut. Bahkan ia harus memantapkan hafalannya secara terus-menerus mengulang ayat-ayat yang dihafalnya. Karena setiap kali mengulang kembali, akan lebih memperbagus hafalannya, dan meringankan bebannya ketika muraja‘ah.

    TIGA BELAS Terus-Menerus Membaca

    Tetaplah terus membaca Al-Qur‘ân setiap kali Anda mendapatkan kesempatan. Karena banyak membaca, dapat memudahkan menghafal dan membuat hafalan menjadi bagus. Banyak membaca termasuk metode paling utama dalam muraja‘ah.

    Cobalah Anda perhatikan, sebagian surat dan ayat yang sering Anda baca dan dengar, maka ketika menghafalnya, Anda tidak perlu bersusah payah. Sehingga apabila seseorang telah sampai hafalannya pada ayat-ayat tersebut, maka dengan mudah ia akan menghafalnya. Contohnya surat al-Wâqi‘âh, al-Mulk, akhir surat al-Furqân, apalagi juz ‘amma dan beberapa ayat terakhir dari surat al-Baqarah.

    (Dengan sering membaca), dapat dibedakan antara seorang murid (yang satu) dengan murid lainnya. Barang siapa yang memiliki kebiasaan setiap harinya selalu membaca dan memiliki target tertentu yang ia baca, maka menghafal baginya (menjadi) mudah dan ringan. Hal ini dapat dibuktikan dalam banyak keadaan. Ayat mana saja yang ingin dihafal, hampir-hampir sebelumnya seperti sudah dihafal. Akan tetapi yang sedikit membaca dan tidak membuat target tertentu setiap harinya untuk dibaca, ia akan mendapatkan kesulitan yang besar ketika menghafal.

    Perlu diketahui, wahai saudaraku! Membaca Al-Qur‘ân termasuk ibadah paling utama dan mendekatkan diri kepada Allah. Setiap huruf yang Anda baca mendapatkan satu kebaikan, dan kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Sama halnya dengan banyak membaca surat-surat yang telah dihafal, ia dapat menambah kemantapan hafalan dan tertanamnya dalam memori. Khususnya pada waktu shalat, maka bersungguh-sungguhlah Anda melakukan muraja‘ah yang telah dihafal dengan membacanya ketika shalat. Ingatlah, qiyamullail (bangun malam) dan ketika shalat tahajjud beberapa raka’at, Anda membaca ayat-ayat yang Anda hafal merupakan pintu paling agung di antara pintu-pintu ketaatan, dan membuat orang lain yang sulit menghafal menjadi iri terhadap apa yang Anda hafal.

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membimbing kita kepada metode ini, yang merupakan kebiasaan orangorang shalih, supaya hafalan Al-Qur‘ân kita menjadi kuat melekat, dan selamat dari penyakit lupa. Dari Sahabat ‘Abdullâh bin ‘Umar Radhiallahu’anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    Dan apabila shahibil-Qur‘ân (penghafal Al-Qur‘ân) menghidupkan malamnya, lalu membaca Al-Qur‘ân pada malam dan sianganya, niscaya ia akan ingat. Dan apabila dia tidak bangun, maka niscaya dia akan lupa. (HR Muslim).

    EMPAT BELAS Menghafal Sendiri

    Sedikit Manfaatnya Karena kebiasaan manusia itu menundanunda amalan. Setiap kali terlintas dalam pikirannya bahwa ia harus segera menghafal, datang kepadanya kesibukan-kesibukan dan jiwa yang mendorongnya untuk menunda amalan. Akibatnya membuat tekadnya cepat melemah. Adapun menghafal bersama seorang teman atau lebih, mereka akan membuat langkah-langkah tertentu. Masing-masing saling menguatkan antara yang satu dengan lainnya, sehingga menumbuhkan saling berlomba di antara mereka, serta memberi teguran kepada yang meremehkan. Inilah metode yang dapat mengantarkan kepada tujuan, Insya Allah.

    Cobalah perhatikan, betapa banyak pemuda telah menghafal sekian juz di halaqah tahfizhul- Qur’ân di masjid, kemudian mereka disibukkan dari menghadiri halaqah ini. Mereka menyangka akan (mampu) menyempurnakan hafalan sendirian saja, dan tidak membutuhkan halaqah lagi. Tiba-tiba keinginan itu menjadi lemah lalu )ia pun) berhenti menghafal. Yang lebih parah lagi, orang yang seperti mereka kadang-kadang disibukkan oleh berbagai urusan dan pekerjaan. Kemudian mereka tidak mengulang hafalan yang telah dihafalnya. Hari pun berlalu, sedangkan semua hafalan mereka telah lupa. Mereka telah menyia-nyiakan semua yang telah mereka peroleh.

    Menghafal sendiri bisa membuka peluang pada diri seseorang terjerumus ke dalam kesalahan saat ia mengucapkan sebagian kalimat. Tanpa ia sadari, kesalahan itu terkadang terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama. Tatkala ia memperdengarkan hafalannya kepada orang lain atau kepada seorang ustadz di halaqah, maka kesalahannya akan nampak.

    Oleh karena itu, wahai saudaraku! Pilihlah menghafal bersama mereka apa yang mudah bagi Anda untuk menghafalnya dari Kitabullâh, mengulang hafalan Anda bersama mereka. Ini merupakan sebaik-baik perkumpulan orangorang yang saling mencintai karena Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

    LIMA BELAS Teliti Terhadap Ayat-Ayat Mutasyabihat

    Sangat penting untuk memperhatikan ayat-ayat mutasyabih (serupa) di sebagian lafazh-lafazhnya, dan membandingkan ayat-ayat mutasyabih itu di tempat-tempat (lainnya). Ketika Anda menghafalnya, alangkah baik jika ayat-ayat mutasyabih itu disalin di buku yang khusus. Supaya letak ayat-ayat mutasyabih itu dapat Anda ingat ketika mengulangi membacanya.

    Dapat dilihat pada sebagian penghafal yang tidak memperhatikan letak ayat-ayat mutasyabih yang satu dengan lainnya. Sehingga mereka terjatuh dalam kesalahan ketika menyetor hafalan, disebabkan tidak memperhatikan letak ayat-ayat mutasyabih itu. Dalam hal ini, suatu ayat tertentu membuat mereka menjadi ragu dikarenakan menyerupai dengan ayat pada surat lain. Ketika membaca ayat-ayat tersebut, ternyata berpindah ke surat berikutnya tanpa mereka sadari. Bisa jadi ketika menyetor hafalan, kadangkala berpindah ke ayat mutasyabih yang ketiga atau keempat apabila ayat mutasyabih itu ada di beberapa tempat. Oleh karena itu, metode yang paling baik agar hafalan menjadi mantap, yaitu memusatkan perhatian terhadap ayat-ayat yang sama antara satu dengan lainnya. Curahkan kesungguhan dan fokuskan diri Anda dalam mencermatinya.

    Para ulama telah menyusun berbagai kitab dalam masalah ini. Di antara kitab yang paling bagus. ialah kitab Mutasyabihul Quranil ‘Azhim karya Imam Abi al-Hasan bin al-Munadi wafat pada tahun 366 H, dan kitab Asraru Tikrari fil Quran karya seorang qari‘ handal, Muhammad bin Hamzah al-Karmani, seorang ulama abad kelima Hijriyah. Sebagian ulama juga menyusun Mandzumah Syi’riyyah (susunan bait-bait sya’ir) dalam masalah ini, untuk memudahkan para penuntut ilmu menghafalnya. Di antaranya, kitab Nudzhmu Mutasyabihil Quran karya Syaikh Muhammad at-Tisyiti, (ia) termasuk ulama abad kesebelas Hijriyah.

    Imam Ibnu Munadi dalam menjelaskan pentingnya mengetahui letak (tempat-tempat) ayat-ayat Al-Qur‘ân yang mutasyabih, (beliau) berkata: “Mengetahui tempat-tempat ayat-ayat mutasyabih, sesungguhnya dapat membantu menambah kekuatan hafalan seseorang, dan melatih orang yang masih menghafal. Sebagian ahli qiraat telah membukukan hal ini, lalu menyebutnya dengan al-mutasyabih, penolak dari buruknya hafalan”.9

    Oleh karena itu, bersungguh-sungguhlah, wahai saudaraku dengan wasiat dan bimbingan ini. Segeralah menghafal Kitabullâh, merenungi ayat-ayatnya, dan berpegang teguh dengan petunjuknya, sebab Kitabullâh merupakan cahaya yang nyata dan jalan yang lurus. Allah berfirman Subhanahu wa Ta’ala :

    Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seidzin- Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (Qs al-Mâidah/5:15-16).

    (1) Fadha‘ilul-Qur‘ân, karya Ibnu Katsir, hlm. 147.
    (2) Mutasyabihul- Qur‘ânil-’Azhim, karya Imam Ibnu Munadi, hlm. 25.
    (3) Tafsir Ibnu Katsir (3/432).
    (4) Adabud-Du-nya wad-Dîn, karya al Mawardi, hlm. 57.
    (5) Risalah Syarah Hadits Syaddâd bin Aus, karya Imam Ibnu Rajab, hlm. 37.
    (6) Mutasyabihul- Qur‘ânil-Azhim, karya Ibnu Munadi, hlm. 56, secara ringkas.
    (7) Mutasyabihul- Qur‘ânil-Azhim, hlm. 55, dan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahîhnya, no. 2725.
    (8) Mutasyabihul- Qur‘ânil-Azhim, hlm. 25.
    (9) Mutasyabihul-Qur‘ânil-Azhim, hlm. 59, secara ringkas.

  31. Dukut Nugroho Says:

    Subject: Bila aku

    Bila aku meminta KEKUATAN,
    Allah memberi aku RINTANGAN agar aku kuat.

    Bila aku meminta KEBIJAKSANAAN,
    Allah memberi aku MASALAH agar aku menyelesaikannya.

    Bila aku meminta KEKAYAAN,
    Allah memberi aku AKAL agar aku bekerja.

    Bila aku meminta KEBERANIAN,
    Allah memberi aku BAHAYA-BAHAYA dan DUGAAN agar aku mengatasinya.

    Bila aku meminta CINTA,
    Allah memberi aku ANAK-ANAK TERLANTAR untuk aku bantu.

    Bila aku meminta KURNIA,
    Allah memberi aku KESEMPATAN.

    Dalam semua hal itu…
    aku TIDAK MENERIMA apa yang AKU INGINKAN,
    Tetapi AKU menerima apa yang AKU PERLUKAN.
    Ternyata doaku telah dikabulkan-NYA.

  32. Dukut Nugroho Says:

    Subject: Hari Ini

    Hari hari lewat, pelan tapi pasti
    Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
    Karena aku akan membuka lembaran baru
    Untuk sisa jatah umurku yang baru

    Daun gugur satu-satu
    Semua terjadi karena ijin Allah
    Umurku bertambah satu-satu
    Semua terjadi karena ijin Allah

    Tapi coba aku tengok ke belakang
    Ternyata aku masih banyak berhutang
    Ya, berhutang pada diriku
    Karena ibadahku masih pas-pasan

    Kuraba dahiku
    Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
    Kutimbang keinginanku
    Hmmm, masih lebih besar duniawiku

    Ya Allah.
    Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
    Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
    Masihkan aku diberi kesempatan?

    Ya Allah.
    Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
    Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
    Astagfirullah…

    Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
    Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk.

  33. Dukut Nugroho Says:

    Marilah kita mensedekahkan Al-fatehah keatas Arwah Syaidah Marwa al-Sharbini.

    Saya sedih, bukan karena kematian MJ yang dipuja jutaan orang di dunia. Tapi saya sedih, karena pada saat yang sama, berlangsung perkebumian seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang syahidah karena mempertahankan jilbabnya. Marwa Al-Sharbini, seorang ibu satu anak yang sedang mengandung tiga bulan, syahid akibat ditikam sebanyak 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-Muslim. Tapi berita ini, sama sekali tidak saya temukan di tv-tv kita , negara yang majaroti penduduknya Muslim, bahkan mungkin, tak banyak dari kita yang tahu akan peristiwa yang menimpa Marwa Al-Sharbini.

    Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa Al-Sharbini ke tempat istirihatnya yang terakhir, memang mungkin banyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa Al-Sharbini adalah lambang jihad seorang muslim. Marwa Al- Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia kehilangan nyawanya.

    Marwa Al-Sharbini ditikam di ruang sidang kota Dresden, Jerman saat akan memberikan kesaksian atas ancaman terhadapnya . Ia mengadukan sorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “teroris” hanya karena ia mengenakan jilbab. Dalam suatu kesempatan, pemuda itu bahkan pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas jilbab Muslimah asal Mesir itu. Di persidangan itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa Al-Sharbini berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, malah terkena tembakan pehak berkuasa keamanan pengadilan yang berdalih tak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam kondisi kritis di rumah sakit Dresden.

    Peristiwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeda jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.

    Itulah sebabnya, mengapa di tv-tv kita cuma sibuk dengan pemberitaan pemakaman Michael Jackson yang mengharu biru itu. Tak ada berita pemakaman Syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangisan kaum muslimin/at dunia untuknya. Tapi tak mengapa Marwa Al-Sharbini, karena engkau akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisiNya ALLAH SWT . Seiring doa dari orang-orang yang mencintaimu. Selamat jalan saudariku, maafkan kami jika kurang peduli …

  34. Dukut Nugroho Says:

    Salah seorang sahabat anggota majelis ini mengirim pesan ke kami tanggapan kiriman kami terdahulu,begini tulisnya:

    kok tidak diberi catatan kalo kisah musa yg meminta rasul untuk mengurangi jumlah kewajiban sholat yg hanya 5 waktu sebenarnya belum teruji dan belum bisa dipastikan bahwa kisah ini fakta atau hanya mitos..??

    kami sudah menjawab, sebagaimana apa yang kami yakini dalam manhaj Dakwah kami bahwa kami tidak akan menyertakan komentar mengenai suatu riwayat, jika riwayat itu sudah diterima oleh Umat. dan itulah yang kami kirimkan ke anggota grup ini. saya berbaik sangka dengan apa yang telah ditulis oleh Muhammad Husain Haikal dalam Kitab Hayatu Muhammad, karena beliau adalah seorang yang cerdas dan buku beliau pada masanya menjadi rujukan ulama dunia. ini terbukuti dari cerita HAMKA pada pengantar terjemahan edisi Indonesia buku ini.
    maka sebagai sebuah rujukan dan dirujuk oleh Ulama sekaliber HAMKA, jauhlah buku ini dari riwayat yang sekedar “mitos”.(walau juga kita harus memahami, ada beberapa pendapat Husain HAikal yang mesti di telaah lebih lanjut)

    Untuk lebih jelasnya saya kutipkan lagi mengenai riwayat itu dari seorang Mufti Arab Saudi, ulama generasi mutaakhirin dan berfikiran salaf yang merupakan rujukan bagi permasalahan dunia juga seorang ahli hadits.
    beliau Samahatusy Syaikh Al ‘Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz rahimahullah, mengatakan dalam jawabannya mengenai permasalahan Isra Miraj, dengan penjelasan sebagai berikut:

    “telah banyak (mutawatir) riwayat dari Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wasallam bahwa beliau diangkat ke langit dan dibukakan baginya pintu-pintu langit sampai langit ketujuh. Allah mengajak bicara beliau dengan kehendak-Nya dan mewajibkan shalat 5 waktu. Pada awalnya Allah mewajibkan shalat 50 waktu, namun Nabi kita Muhammad Shallallahu ’alaihi Wasallam meminta keringanan sampai 5 waktu saja. 5 waktu tapi ganjarannya seperti 50 waktu. Sebab satu kebaikan diberi balasan 10 kebaikan. Hanya kepada Allah pujian dan syukur atas segala kenikmatan-Nya.”(“Hirasatut Tauhid” hal.56-59)

    berikut ini saya salinkan hadits Riwayat Muslim,mudah-mudahan menjadi jawaban atas pertanyaan sahabat tadi:
    Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril membawaku naik ke langit. Ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya: Siapakah engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawab Jibril: Ya, ia telah diutus. Lalu dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapakah engkau? Jawab Jibril: Jibril. Ditanya lagi: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Pintu pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya bin Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan: Dia telah diutus? Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu Yusuf as. Ternyata ia telah dikaruniai sebagian keindahan. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi. Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Dijawab: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana aku bertemu Nabi Harun as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana ada Nabi Musa as. Dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur. Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi ke sana. Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu melukiskan keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi saw. Musa as., ia bertanya: Apa yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu? Aku menjawab: Salat lima puluh kali. Dia berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku pernah mencobanya pada Bani Israel. Aku pun kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Lalu Allah mengurangi lima salat dariku. Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah mengurangi lima waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman: Hai Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat sehari semalam. Setiap salat mempunyai nilai sepuluh. Dengan demikian, lima salat sama dengan lima puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya. Jika ia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barang siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak sesuatu pun dicatat. Kalau ia jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut: Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya. (Shahih Muslim No.234)

    kami sebenarnya malas membuat sahabat sekalian berfikir, namun ini harus kami lakukan. jika dilain waktu kami mengirim kepada sahabat sekalian pesan yang berisikan riwayat Nabi, maka Insya ALlah kami telah menyaringnya dengan sedikit ilmu yang kami punya, agar dapat menjadi penyubur cinta kita kepada Rasulullah. dan semoga RAsulullah kelak tersenyum kepada kita dan memberikan minum pada dahaga kerinduan kita di telaganya yang indah.

    Wasalamualaikum

  35. Dukut Nugroho Says:

    Subject: Isra Miraj

    Kutipan dari Muhammad Huusain Haikal (Hayyatu Muhammad)

    Malam itu Muhammad sedang berada di rumah saudara sepupunya, Hindun puteri Abu Talib yang mendapat nama panggilan Umm Hani’. Ketika itu Hindun mengatakan:

    “Malam itu Rasulullah bermalam di rumah saya. Selesai salat
    akhir malam, ia tidur dan kamipun tidur. Pada waktu sebelum
    fajar Rasulullah sudah membangunkan kami. Sesudah melakukan
    ibadat pagi bersama-sama kami, ia berkata: ‘Umm Hani’, saya
    sudah salat akhir malam bersama kamu sekalian seperti yang
    kaulihat di lembah ini. Kemudian saya ke Bait’l-Maqdis
    (Yerusalem) dan bersembahyang di sana. Sekarang saya
    sembahyang siang bersama-sama kamu seperti kaulihat.”

    Kataku: “Rasulullah, janganlah menceritakan ini kepada orang
    lain. Orang akan mendustakan dan mengganggumu lagi!”

    “Tapi harus saya ceritakan kepada mereka,” jawabnya.

    Orang yang mengatakan, bahwa Isra’ dan Mi’raj Muhammad
    ‘alaihissalam dengan ruh itu berpegang kepada keterangan Umm
    Hani’ ini, dan juga kepada yang pernah dikatakan oleh Aisyah:
    “Jasad Rasulullah s.a.w. tidak hilang, tetapi Allah menjadikan
    isra’8 itu dengan ruhnya.” Juga Mu’awiya b. Abi Sufyan ketika
    ditanya tentang isra’ Rasul menyatakan: Itu adalah mimpi yang
    benar dari Tuhan. Di samping semua itu orang berpegang kepada
    firman Tuhan: “Tidak lain mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu
    adalah sebagai ujian bagi manusia.” (Qur’an, 17:60)

    Sebaliknya orang yang berpendapat, bahwa isra’ dari Mekah ke
    Bait’l-Maqdis itu dengan jasad, landasannya ialah apa yang
    pernah dikatakan oleh Muhammad, bahwa dalam isra’ itu ia
    berada di pedalaman, seperti yang akan disebutkan ceritanya
    nanti. Sedang mi’raj ke langit adalah dengan ruh. Disamping
    mereka itu ada lagi pendapat bahwa isra’ dan mi’raj itu
    keduanya dengan jasad. Polemik sekitar perbedaan pendapat ini
    di kalangan ahli-ahli iImu kalam banyak sekali dan ribuan pula
    tulisan-tulisan sudah dikemukakan orang. Sekitar arti isra’
    ini kami sendiri sudah mempunyai pendapat yang ingin kami
    kemukakan juga. Kita belum mengetahui, sudah adakah orang yang
    mengemukakannya sebelum kita, atau belum. Tetapi, sebelum
    pendapat ini kita kemukakan – dan supaya dapat kita kemukakan
    – perlu sekali kita menyampaikan kisah isra, dan mi’raj ini
    seperti yang terdapat dalam buku-buku sejarah hidup Nabi.

    Dengan indah sekali Dermenghem melukiskan kisah ini yang
    disarikannya dari pelbagai buku sejarah hidup Nabi, yang
    terjemahannya sebagai berikut:

    “Pada tengah malam yang sunyi dan hening, burung-burung
    malampun diam membisu, binatang-binatang buas sudah berdiam
    diri, gemercik air dan siulan angin juga sudah tak terdengar
    lagi, ketika itu Muhammad terbangun oleh suara yang
    memanggilnya: “Hai orang yang sedang tidur, bangunlah!” Dan
    bila ia bangun, dihadapannya sudah berdiri Malaikat Jibril
    dengan wajah yang putih berseri dan berkilauan seperti salju,
    melepaskan rambutnya yang pirang terurai, dengan mengenakan
    pakaian berumbaikan mutiara dan emas. Dan dari sekelilingnya
    sayap-sayap yang beraneka warna bergeleparan. Tangannya
    memegang seekor hewan yang ajaib, yaitu buraq yang bersayap
    seperti sayap garuda. Hewan itu membungkuk di hadapan Rasul,
    dan Rasulpun naik.

    “Maka meluncurlah buraq itu seperti anak panah membubung di
    atas pegunungan Mekah, di atas pasir-pasir sahara menuju arah
    ke utara. Dalam perjalanan itu ia ditemani oleh malaikat. Lalu
    berhenti di gunung Sinai di tempat Tuhan berbicara dengan
    Musa. Kemudian berhenti lagi di Bethlehem tempat Isa
    dilahirkan. Sesudah itu kemudian meluncur di udara.

    “Sementara itu ada suara-suara misterius mencoba menghentikan
    Nabi, orang yang begitu ikhlas menjalankan risalahnya. Ia
    melihat, bahwa hanya Tuhanlah yang dapat menghentikan hewan
    itu di mana saja dikehendakiNya.

    “Seterusnya mereka sampai ke Bait’l-Maqdis. Muhammad
    mengikatkan hewan kendaraannya itu. Di puing-puing kuil
    Sulaiman ia bersembahyang bersama-sama Ibrahim, Musa dan Isa.
    Kemudian dibawakan tangga, yang lalu dipancangkan diatas batu
    Ya’qub. Dengan tangga itu Muhammad cepat-cepat naik ke langit.

    “Langit pertama terbuat dari perak murni dengan
    bintang-bintang yang digantungkan dengan rantai-rantai emas.
    Tiap langit itu dijaga oleh malaikat, supaya jangan ada
    setan-setan yang bisa naik ke atas atau akan ada jin yang akan
    mendengarkan rahasia-rahasia langit. Di langit inilah Muhammad
    memberi hormat kepada Adam. Di tempat ini pula semua makhluk
    memuja dan memuji Tuhan. Pada keenam langit berikutnya
    Muhammad bertemu dengan Nuh, Harun, Musa, Ibrahim, Daud,
    Sulaiman, Idris, Yahya dan Isa. Juga di tempat itu ia melihat
    Malaikat maut Izrail, yang karena besarnya jarak antara kedua
    matanya adalah sejauh tujuh ribu hari perjalanan. Dan karena
    kekuasaanNya, maka yang berada di bawah perintahnya adalah
    seratus ribu kelompok. Ia sedang mencatat nama-nama mereka
    yang lahir dan mereka yang mati, dalam sebuah buku besar. Ia
    melihat juga Malaikat Airmata, yang menangis karena dosa-dosa
    orang, Malaikat Dendam yang berwajah tembaga yang menguasai
    anasir api dan sedang duduk di atas singgasana dari nyala api.
    Dan dilihatnya juga ada malaikat yang besar luar biasa, separo
    dari api dan separo lagi dari salju, dikelilingi oleh
    malaikat-malaikat yang merupakan kelompok yang tiada hentinya
    menyebut-nyebut nama Tuhan: O Tuhan, Engkau telah menyatukan
    salju dengan api, telah menyatukan semua hambaMu setia menurut
    ketentuan Mu.

    “Langit ketujuh adalah tempat orang-orang yang adil, dengan
    malaikat yang lebih besar dari bumi ini seluruhnya. Ia
    mempunyai tujuhpuluh ribu kepala, tiap kepala tujuhpuluh ribu
    mulut, tiap mulut tujuhpuluh ribu lidah, tiap lidah dapat
    berbicara dalam tujuh puluh ribu bahasa, tiap bahasa dengan
    tujuhpuluh ribu dialek. Semua itu memuja dan memuji serta
    mengkuduskan Tuhan.

    “Sementara ia sedang merenungkan makhluk-makhluk ajaib itu,
    tiba-tiba ia membubung lagi sampai di Sidrat’l-Muntaha yang
    terletak di sebelah kanan ‘Arsy, menaungi berjuta-juta ruh
    malaikat. Sesudah melangkah, tidak sampai sekejap matapun ia
    sudah menyeberangi lautan-lautan yang begitu luas dan
    daerah-daerah cahaya yang terang-benderang, lalu bagian yang
    gelap gulita disertai berjuta juta tabir kegelapan, api, air,
    udara dan angkasa. Tiap macam dipisahkan oleh jarak 500 tahun
    perjalanan. Ia melintasi tabir-tabir keindahan, kesempurnaan,
    rahasia, keagungan dan kesatuan. Dibalik itu terdapat
    tujuhpuluh ribu kelompok malaikat yang bersujud tidak bergerak
    dan tidak pula diperkenankan meninggalkan tempat.

    “Kemudian terasa lagi ia membubung ke atas ke tempat Yang Maha
    Tinggi. Terpesona sekali ia. Tiba-tiba bumi dan langit menjadi
    satu, hampir-hampir tak dapat lagi ia melihatnya, seolah-olah
    sudah hilang tertelan. Keduanya tampak hanya sebesar
    biji-bijian di tengah-tengah ladang yang membentang luas.

    “Begitu seharusnya manusia itu, di hadapan Raja semesta alam.

    “Kemudian lagi ia sudah berada di hadapan ‘Arsy, sudah dekat
    sekali. Ia sudah dapat melihat Tuhan dengan persepsinya, dan
    melihat segalanya yang tidak dapat dilukiskan dengan lidah, di
    luar jangkauan otak manusia akan dapat menangkapnya. Maha
    Agung Tuhan mengulurkan sebelah tanganNya di dada Muhammad dan
    yang sebelah lagi di bahunya. Ketika itu Nabi merasakan
    kesejukan di tulang punggungnya. Kemudian rasa tenang, damai,
    lalu fana ke dalam Diri Tuhan yang terasa membawa kenikmatan.

    “Sesudah berbicara… Tuhan memerintahkan hambaNya itu supaya
    setiap Muslim setiap hari sembahyang limapuluh kali. Begitu
    Muhammad kembali turun dari langit, ia bertemu dengan Musa.
    Musa berkata kepadanya:

    “Bagaimana kauharapkan pengikut-pengikutmu akan dapat
    melakukan salat limapuluh kali tiap hari? Sebelum engkau aku
    sudah punya pengalaman, sudah kucoba terhadap anak-anak Israil
    sejauh yang dapat kulakukan. Percayalah dan kembali kepada
    Tuhan, minta supaya dikurangi jumlah sembahyang itu.

    “Muhammadpun kembali. Jumlah sembahyang juga lalu dikurangi
    menjadi empatpuluh. Tetapi Musa menganggap itu masih di luar
    kemampuan orang. Disuruhnya lagi Nabi penggantinya itu
    berkali-kali kembali kepada Tuhan sehingga berakhir dengan
    ketentuan yang lima kali.

    “Sekarang Jibril membawa Nabi mengunjungi surga yang sudah
    disediakan sesudah hari kebangkitan, bagi mereka yang teguh
    iman. Kemudian Muhammad kembali dengan tangga itu ke bumi.
    Buraqpun dilepaskan. Lalu ia kembali dari Bait’l-Maqdis ke
    Mekah naik hewan bersayap.”

  36. DUKUT NUGROHO Says:

    Subject: doa RAsulullah di Thaif (belajar untuk tidak membenci)

    KEtika Rasulullah tercinta dalam keadaan tersiksa di Thaif, dan ditawari Jibril untuk memusnahkan masyarakat Thaif Rasulullah malah menjawab “(tidak) akan tetapi aku malah berharap dari tulang sulbi mereka hadir para pengikut Islam”

    kemudian beliau berdoa dengan doa ini yang mungkin dapat mengobati “kegondokan” kita pada sahabat yang tak tahu berterima kasih pada kita:

    Ya Allah… Kepadamu aku mengadukan kelemahan kekuatanku
    Dan sedikitnya kemampuanku
    Dan kehinaanku dihadapan manusia
    Wahai Yang Maha Penyayang
    Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah
    Tuhanku
    Kepada siapa engkau serahkan aku
    Kepada orang yang jauh yang menggangguku
    Atau kepada musuh yang akan menguasai urusanku
    Asal Kau tak marah padaku maka semua itu bukanlah masalah
    bagiku
    Selain dari Keafiatan-Mu yang lebih luas dari yang ada padaku
    Aku berlindung dengan Cahaya Wajahmu yang akan menerangi
    seluruh kegelapan
    Dan akan memberikan kebaikan pada seluruh urusan dunia dan
    akhirat
    Untuk melepaskan aku dari Marah-Mu
    Atau menghilangkan Murka-Mu dariku
    Hanya pada-Mu aku merintih berharap mendapatkan Keridloan-Mu
    Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu

  37. DUKUT NUGROHO Says:

    Malaikat
    Malaikat (ملاءكة)(baca: malaa-ikah) merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak (ملك) yang berarti kekuatan. Jadi malaikat adalah kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah.

    Malaikat di dalam ajaran Islam
    Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nuur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad,


    “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.” (HR. Muslim)

    .

    Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.

    Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. Seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim.

    Di antara para malaikat yang wajib setiap orang Islam ketahui sebagai salah satu Rukun Iman berserta tugas-tugas mereka adalah:

    Jibril – Menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul Allah.

    Mikail – Membagi rezeki kepada seluruh makhluk, di antaranya menurunkan hujan.

    Israfil – Meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat.

    Izrail – Mencabut nyawa seluruh makhluk.

    Munkar – Memeriksa amal perbuatan manusia di alam barzakh.

    Nakir – Memeriksa amal perbuatan manusia di alam barzakh.

    Raqib – Mencatat amal baik manusia ketika hidup di dunia.

    Atid – Mencatat amal buruk manusia ketika hidup di dunia.

    Malik – Menjaga neraka dengan bengis dan kejam.

    Ridwan – Menjaga sorga dengan lemah lembut.

    Selain malaikat tersebut diatas, Al Qur’an dan hadits juga menyebutkan beberapa malaikat lainnya, seperti :

    Zabaniah – 19 malaikat penyiksa dalam neraka.

    Hamalatul ‘Arsy – Empat malaikat pembawa ‘Arsy Allah, pada hari kiamat jumlahnya akan ditambah empat menjadi delapan.

    Malaikat Rahmat

    Malaikat Harut dan Marut – Dua Malaikat yang turun di negeri Babil

    Malaikat Hafazhah (Para Penjaga):

    Kiram al-Katibun – Para malaikat pencatat yang mulia, ditugaskan mengawasi amal seorang hamba-Nya.
    Mu’aqqibat – Para malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti.
    Malaikat penentram hati kaum mukminin[1]

    Malaikat Darda’il – Malaikat yang mencari orang yang berdo’a, bertaubat, minta ampun dan lainnya pada bulan Ramadhan, akan dikabulkan atas izin Allah.[2]

    Dari nama-nama malaikat di atas ada beberapa yang disebut namanya secara spesifik didalam Al Qur’an, yaitu Jibril (QS 2 Al Baqarah: 97,98 dan QS 66 At Tahrim: 4), Mikail (QS 2 Al Baqarah: 98) dan Malik (QS Al Hujurat) dan lain-lain. Sedangkan Israfil, Munkar dan Nakir disebut dalam Hadits.

    Nama Malaikat Maut Izrail, tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran maupun Hadits. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber Israiliyat. Dalam Al Qur’an dia hanya disebut “Malak al-Maut” atau Malaikat Maut.

    Walau namanya hanya disebut dua kali dalam Al Qur’an, malaikat Jibril juga disebut di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan sebutan lain seperti Ruhul Qudus, Ruhul Amin/ Ar-Ruh Al-Amin dll.

    Sifat Malaikat
    Sifat-sifat malaikat yaitu mereka selalu patuh terhadap apa-apa yang diperintahkan Allah kepada mereka. Mereka tidak diciptakan untuk membangkang atau melawan kepada Allah. Malaikat tidak dilengkapi dengan hawa nafsu, tidak memiliki keinginan seperti manusia, tidak berjenis lelaki atau perempuan, dan tidak berkeluarga. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi.

    Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Mereka tidak makan, minum atau tidur seperti manusia. Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan.

    Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Beberapa nabi dan rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi manusia, seperti dalam kisah Luth, Maryam, Muhammad dan lain-lainnya.

    Berbeda dengan ajaran Nasrani dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah “Malaikat Yang Terjatuh” (Fallen Angel). Iblis adalah nenek moyang Jin, seperti Adam nenek moyang Manusia. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari ‘api yang tidak berasap’, sedang malaikat dicipta dari cahaya.

    Tempat Yang Tidak Disukai Malaikat
    Rumah-rumah yang akan dijauhi malaikat misalnya, rumah yang di dalamnya ada anjing, patung (gambar), dan bau busuk atau menyengat di rumah.

    Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang.

    Muhammad bersabda: “ Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (patung)” [HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah]

    Jibril pun enggan untuk masuk ke rumah Muhammad sewaktu ia berjanji ingin datang ke rumahnya, dikarenakan ada seekor anak anjing di bawah tempat tidur.

    Malaikat rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan anjing. Abu Haurairah mengatakan bahwa Muhammad bersabda : “ Malaikat tidak akan menemani kelompok manusia yang di tengah-tengah mereka terdapat anjing”. [HR. Muslim]

    Malaikat di dalam ajaran Kristen

    Malaikat Gabriel memberitakan kepada Maria bahwa ia akan mengandung bayi Yesus (El Greco, 1575)

    Malaikat adalah makhluk surgawi yang bertugas membantu dan melayani Allah.

    Michael = Panglima Perang Surga

    Gabriel = Pembawa Sukacita

    Rafael = Malaikat Penyembuh

    Serafim & Kerubim = Peniup Sangkakala

    Arti dari Michael adalah ‘Siapakah yang sama dengan Allah?’

    Etimologi
    Kata malaikat dalam bahasa Inggris, angel, berasal dari bahasa Latin, angelus, yang pada gilirannya meminjam dari kata Yunani ἄγγελος, ángelos, yang berarti “utusan” (dua gamma “γγ” dalam bahasa Yunani diucapkan sebagai “ng”). Kata terdekat dalam bahasa Ibrani untuk malaikat adalah מלאך, mal’ach Templat:Strong, yang juga berarti “utusan”.

    Malaikat dalam Tanakh

    Patung malaikat di sebuah kuburan di Metairie, Louisiana.

    Istilah “malaikat” dalam Alkitab, מלאך (‘malakh”), mendapatkan artinya hanya ketika disebutkan bersama-sama dengan pengutusnya, yaitu Allah sendiri, seperti misalnya dalam “malaikat TUHAN,” atau “malaikat Allah” (Zakharia 12:8). Sebutan lainnya yang juga digunakan adalah “anak-anak Allah”, (Kejadian 6:4; Ayub 1:6).

    Malaikat disebut sebagai “penjaga” (Daniel 4:13). Mereka disebut sebagai “tentara langit” (Kitab Ulangan 17:3) atau bala tentara “TUHAN” (Yosua 5:14). “Bala tentara,” צבאות Zebaot dalam gelar Yahweh Zebaot, TUHAN dari bala tentara surgawi, mungkin dihubungkan dengan para malaikat. “Bala tentara” ini dihubungkan pula dengan bintang-bintang, karena bintang-bintang dianggap terkait erat dengan para malaikat. Namun, YHWH membedakan diri-Nya dari para malaikat, dan karena itu orang-orang Ibrani dilarang Musa menyembah “bala tentara surga”.

    Sebelum munculnya monoteisme di Israel, gagasan tentang malaikat ditemukan dalam Mal’akh Yahweh, malaikat TUHAN, atau Mal’akh Elohim, malaikat Allah. Mal’akh Yahweh adalah penampakan atau perwujudan Yahweh dalam bentuk manusia. Istilah Mal’akh Yahweh digunakan secara berganti-ganti dengan Yahweh (bandingkan Keluaran 3:2, dengan 3:4; 13:21 dengan 14:19). Mereka yang melihat Mal’akh Yahweh mengatakan bahwa mereka telah melihat Allah (Kejadian 32:30; Hakim-hakim 13:22). Mal’akh Yahweh (atau Elohim) menampakkan diri kepada Abraham, Hagar, Musa, Gideon, &c., dan memimpin bangsa Israel dalam tiang awan (Keluaran 3:2). Penyamaan Mal’akh Yahweh dengan Logos, atau Pribadi kedua dari Tritunggal, tidak ditunjukkan melalui acuan kepada kitab suci Ibrani, tetapi gagasan tentang pengidentifikasian Yang Ada dengan Allah, namun yang dalam pengertian tertentu berbeda daripada-Nya, menggambarkan kecenderungan pemikiran keagamaan Yahudi untuk membedakan pribadi-pribadi di dalam keesaan Allah. Orang Kristen berpendapat bahwa hal ini merupakan gambaran pendahuluan dari doktrin tentang Tritunggal, sementara orang Yahudi Kabalis mengatakan bahwa hal ini kemudian berkembang menjadi pemikiran teologis dan gambaran Kabbalah.

    Setelah doktrin monoteisme dinyatakan secara resmi, dalam periode segera sebelum dan pada masa Pembuangan (Ulangan 6:4-5 dan Yesaya 43:10), kita menemukan banyak gambaran tentang malaikat dalam Kitab Yehezkiel. Nabi Yehezkiel, sebagai nabi di Pembuangan, mungkin dipengaruhi oleh hierarkhi makhluk adikodrati di dalam agama Babel, dan mungkin oleh angelologi Zoroastrianisme. (Namun tidak jelas bahwa doktrin Zoroastrianisme ini sudah berkembang demikian awal). Yehezkiel 9 memberikan gambaran yang terinci mengenai kerub (suatu jenis malaikat). Dalam salah satu penglihatannya Yehezkiel melihat 7 malaikat melaksanakan penghakiman Allah atas Yerusalem. Seperti dalam Kejadian, mereka digambarkan sebagai “manusia”; mal’akh, karena “malaikat”, tidak muncul dalam Kitab Yehezkiel. Belakangan, dalam penglihatan Zakharia, malaikat memainkan peranan penting. Mereka disebut kadang-kadang sebagai “manusia”, kadang-kadang sebagai mal’akh, dan Mal’akh Yahweh tampaknya menduduki tempat utama di antara mereka (Zakharia 1:11).

    Dalam masa pasca-Alkitab, bala tentara surgawi menjadi semakin terorganisasi (barangkali bahkan sejak Zakharia [3:9, 4:10]; dan yang pasti dalam Daniel). Malaikat pun menjadi beragam, sebagian malah juga mempunyai nama.

    Malaikat dalam Perjanjian Baru

    Yakub bergumul dengan malaikat – Gustave Doré, (1855)

    Dalam Perjanjian Baru malaikat seringkali muncul sebagai pelayan Allah adn pembawa penyataan (mis. Matius 1:20 (kepada Yusuf), 4:11. (kepada Yesus), Lukas 1:26 (kepada Maria), Kisah para Rasul 12:7 (kepada Petrus)); dan Yesus berbicara tentang malaikat yang melakukan tugas-tugas seperti itu (mis. Markus 8:38, 13:27), menyiratkan di dalam salah satu ucapannya bahwa mereka tidak menikah ataupun dinikahkan (Markus 12:25).

    Malaikat juga memainkan peranan penting dalam tulisan Apokaliptik. Perjanian Baru tidak terlalu berminat terhadap hierarkhi malaikat, namun doktrin itu mempunyai jejaknya. Pembedaan antara malaikat yang baik dan jahat diakui. Kita mempunyai nama-nama, Gabriel (Lukas 1:19), dan Mikail (Daniel 12:1), dan malaikat jahat Beelzebub, (Markus 3:22) dan Setan (Markus 1:13). Sementara itu kesetiaan sebagian malaikat tidak begitu jelas seperti Abadon atau Apolion (Wahyu 9:11). Peringkat juga disiratkan: penghulu malaikat (Mikail, Yudas 9), malaikat-malaikat dan pemerintah-pemerintah (Roma 8:38; Kolose 2:10), singgasana dan kerajaan (Kolose 1:16). Malaikat muncul berkelompok empat atau tujuh orang (Wahyu 7:1). Dalam Wahyu 1-3 kita bertemu dengan para “Malaiat” dari Ketujuh Gereja di Asia Kecil. Mereka mungkin adalah para malaikat pelindung, yang mendampingi gereja-gereja sama seperti para “pangeran” di dalam Daniel yang berdiri mendampingi bangsa-bangsa. Para “malaikat” ini praktis merupakan personifikasi dari gereja-gereja.

    Gabriel, sang penghulu malaikat, menampakkan diri kepada Maria untuk memberitahukan kepadanya bahwa anak yang akan dilahirkannya kelak adalah Mesias. Malaikat-malaikat lain hadir untuk menyambut kelahirannya. Dalam Matius 28:2, malaikat menampakkan diri pada kubur Yesus, membuat para pengawal Romawi ketakutan, menggulingkan batu dari kubur itu, dan kemudian memberitahukan kepada para perempuan yang datang membawa mur bahwa Yesus telah bangkit. Dalam versi yang lain, Markus 16:5 mengisahkan bahwa malaikat itu tidak kelihatan hingga para perempuan itu masuk ke kubur yang telah terbuka. Malaikat itu digambarkan semata-mata sebagai “seorang muda”. Dalam versi Lukas tentang kisah kebangkitan (Lukas 24:4), dua malaikat tiba-tiba menampakkan diri di dekat para perempuan yang berada di dalam kubur itu. Mereka digambarkan mengenakan pakaian yang “berkilau-kilauan”. Gambaran ini paling mirip dengan versi Yohanes 20:12 yang melukiskan Maria sendirian berbicara dengan “dua orang malaikat yang berpakaian putih” di dalam kubur Yesus.

    Dua malaikat menyaksikan kenaikan Yesus ke surga dan menubuatkan kedatangannya yang kedua kali. Ketika Petrus dipenjarakan, seorang malaikat membuat para pengawal tertidur, melepaskannya dari belenggunya, dan membawanya keluar dari penjara. Malaikat memainkan berbagai peranan dalam Kitab Wahyu. Di antaranya adalah berdiri di sekitar takhta Allah dan menyanyikan ” “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa.”

    Sebuah penafsiran tentang malaikat di dalam kitab-kitab Injil mengatakan bahwa mereka semata-mata adalah manusia yang membawa pesan ilahi. Memang, istilah “angelos” seringkali digunakan bukan untuk menggambarkan makhluk yang berkuasa, melainkan semata-mata mereka yang memberitakan suatu peristiwa penting.

    Terima Kasih,

    Deny Nurcahya

  38. DUKUT NUGROHO Says:

    Rahasia Income Rp 1 Milyar per Bulan

    Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.
    Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.
    Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.
    Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan “tidur”. Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.
    Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, “Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”
    Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.
    “Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,” begitu beliau memulai penjelasannya.

    RAHASIA PERTAMA
    “Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).
    Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.
    Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.
    Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.” Beliau mengambil napas sejenak.

    RAHASIA KEDUA
    “Kemudian yang kedua,” beliau melanjutkan. “Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.
    Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat). Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, ‘Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.’ Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.
    Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.
    Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

    RAHASIA KETIGA
    “Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka,” begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. “Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.”
    “Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga”, saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).
    “Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?,” tanya beliau.
    “Ya, bagaimana caranya?” jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.
    “Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!” jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”
    “Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.
    “Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”
    “Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” saya bertanya lagi.
    “Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,” jawab beliau. “Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”

    RAHASIA KEEMPAT
    Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.
    “Yang keempat nih, Mas,” beliau memulai. “Jangan mempermainkan wanita”.
    Hm… ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.
    “Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.”
    “Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.
    “Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya.”
    Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.
    “Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,” beliau melanjutkan.
    Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.
    Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang….

    Menit-Menit Sangat Berharga Dalam Hidup

    Tempat mengadu, meminta, dan kembali segala urusan bagi orang beriman hanyalah Allah, Rasulullah memberitahukan menit-menit yang sangat berharga untuk menghadap dan memohon kepada Allah:

    1. Waktu sepertiga malam terakhir saat orang lain terlelap dalam tidurnya, Allah SWT berfirman:

    “….Mereka para muttaqin sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir malam, mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS Adz Dzariyat: 18-19).

    Rasulullah SAW bersabda: “Rabb (Tuhan) kita turun disetiap malam ke langit yang terendah, yaitu saat sepertiga malam terakhir, maka Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka Aku berikan kepadanya, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku ampunkan untuknya.” (HR Al Bukhari)

    Dari Amr bin Ibnu Abasah mendengar Nabi SAW bersabda: “tempat yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adala saat ia dalam sujudnya dan jika ia bangun melaksanakan sholat pada sepertiga malam yang akhir. Karena itu, jika kamu mampu menjadi orang yang berzikir kepada Allah pada saat itu maka jadilah.” (HR At Tirmidzi dan Ahmad)

    2. Waktu antara adzan dan iqamah, saat menunggu shalat berjamaah

    Rasulullah SAW bersabda: “Doa itu tidak ditolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah!” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

    Hadits Abdullah bin Amr Ibnul Ash ra, bahwa ada seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya para muadzin itu telah mengungguli kita,” maka Rasulullah SAW bersabda: “Ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh para muadzan itu dan jika kamu selesai (menjawab), maka memohonlah, kamu pasti diberi”. (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

    3. Pada waktu sujud, yaitu sujud dalam shlat atau sujud-sujud lain ang diajarkan Islam. (seperti sujud syukur, sujud tilawah dan sujud sahwi)

    “Kedudukan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR Muslim)
    Dan dalam hadits Ibnu Abbas ra, ia berkata: “Rasulullah SAW membuka tabir (ketika beliau sakit), sementara orang-orang sedang berbaris (sholat ) dibelakang Abu Bakar ra, maka Rasulullah SAW bersabda; “”Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak tersisa dari mubasysyirat nubuwwah (kabar gembira lewat kenabian) kecuali mimpi baik yang dilihat oleh seorang muslim atau diperlihatkan untuknya. Ingatlah bahwasanya aku dilarang untuk membaca Al Qur’an ketika ruku’ atau ketika sujud. Adapun didalam ruku’, maka agungkanlah Allah dan adapun di salam sujud, maka bersungguh-sunguhla h berdoa, sebab (hal itu) pantas dimaqbulkan bagi kamu semua.” (HR Muslim)

    4. Setelah sholat fardhu. Yaitu setelah melaksanakan sholat-sholat wajib yang limawaktu, termasuk sehabis sholat Jumat

    Allah berfirman: “dan bertasbihlah kamu kepadaNya di malam hari dan selesai sholat” (QS Qaaf: 40)
    “Rasulullah SAW ditanya tentang kapan doa yang paling didengar (oleh Allah), maka beliau bersabda: “Tengah malam terakhir dan setelah sholat-sholat yang diwajibkan.” (HR At Tirmidzi)

    5. Waktu-waktu khusus, tetapi tidak diketahui dengan pasti batasan-batasannya

    “Sesungguhnya di malam hari ada satu saat (yang mustajab), tidak ada seorang muslim pun yang bertepatan pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan urusan dunia dan akhirat melainkan Allah pasti memberi kepadanya.” (HR Muslim)

    Dalam kitab Al JAwabul Kafi dijelaskan: “…JIka doa itu disertai dengan hadirnya kalbu dan dalam penuh khusyu’ terhadap apa yang diminta dan bertepatan dengan salah satu dari waktu-waku yang ijabah yang enam itu yaitu: (1). sepertiga akhir dari wakt malam, (2). ketika adzan, (3). waktu antara adzan dan iqamah, (4). setelah sholat-sholat fardhu, (5) ketika imam naik ke atas mimbar pada hari Jumat sampai selesainya sholat Jumat pada hari itu, (6). waktu terakhir setelah Ashar”.

    Wassalamu’alaikum,

  39. dukut nugroho Says:

    Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.
    Kau bangun tanpa mensyukuri nikmat hidupmu (tidak berdoa setelah bangun tidur)
    dan tanpa sujud mengerjakan subuhmu..
    Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu,
    kau tinggalkan sholat dhuhur dan asr karena kesibukan kerjamu,
    kau tinggalkan sholat maghrib karena kelletihanmu..
    juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu
    Kau benar-benar ‘orang yang bersyukur’, Aku menyukainya
    Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.

    Hai Bodoh, Kamu millikku.
    Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,
    dan aku masih belum bisa benar-benar mencintaimu…
    Malah aku masih membencimu, karena kau telah membuatku keluar dari surga
    Aku hanya menggunakanmu untuk membuktikan janjiku kepada Allah.
    Dia sudah mencampakkan aku dari surga karenamu, dan aku akan membuatmu tersesat agar kau juga dicampakkan dari surga-Nya

    Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan Dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan
    Dia masih memberikan padamu nikmat hidup dan nikmat Islam..
    Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,
    dan aku akan membuat kehidupanmu seperti di surga..
    sehingga kau akan tetap kedalam kedholiman dan kesesatanmu…
    dan kau tidak akan bertaubat didalam kedholiman dan kesesatanmu..
    kita akan bersama-sama menjalani kehidupan dunia ini..
    Sehingga kita akan bisa bersama-sama pula dikehidupan kelak..

    Aku benar-benar berterimakasih padamu,
    karena aku sudah menunjukkan kepada-NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa-masa yang kita jalani

    Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya , guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua , Tidak menghargai Masjid, tidak sholat berjama’ah, berperilaku buruk.
    TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.

    Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
    Aku masih memiliki rencana-rencana hangat untuk kita.
    Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.
    Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

    Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
    Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
    Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.

    Aku sudah 40 tahun bersamamu, dan sekarang aku perlu darah muda.
    Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa..
    Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berzina, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin,
    dengan ini kuresmikan engkau sebagai pengikutku, dan kuangkat engkau menjadi waliku..
    Lakukan semua ini didepan anak-anak agar mereka akan menirunya..
    Begitulah anak-anak..

    Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
    Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi..
    Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu..
    Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit..

    Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.
    Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu..
    Hanya saja kau harus menjadi orang to lol yang menanggap dirimu melakukan hal yang baik.. dan melupakan Penciptamu..

    Catatan : Jika kau benar-benar menyayangiku , kau tak akan rela berbagi suratku ini dengan siapapun..

    Sumber:
    email dari seorang teman, dengan sedikit editan

    semoga bisa dapat kita jadikan pelajaran berharga,
    amin, ya rabbal ‘alamin..

  40. dukut nugroho Says:

    Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
    “Sesungguhnya Allah telah menjadikan bagi segala sesuatu kunci untuk membukanya, Allah menjadikan kunci pembuka shalat adalah bersuci sebagaiman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘Kunci shalat adalah bersuci’, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kunci pembuka haji adalah ihram, kunci kebajikan adalah kejujuran, kunci surga adalah tauhid, kunci ilmu adalah bagusnya bertanya dan mendengarkan, kunci kemenangan adalah kesabaran, kunci ditambahnya nikmat adalah syukur, kunci kewalian adalah mahabbah dan dzikir, kunci keberuntungan adalah takwa, kunci taufik adalah harap dan cemas kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kunci dikabulkan adalah doa, kunci keinginan terhadap akhirat adalah zuhud di dunia, kunci keimanan adalah tafakkur pada hal yang diperintahkan Allah, keselamatan bagi-Nya, serta keikhlasan terhadap-Nya di dalam kecintaan, kebencian, melakukan, dan meninggalkan, kunci hidupnya hati adalah tadabbur al-Qur’an, beribadah di waktu sahur, dan meninggalkan dosa-dosa, kunci didapatkannya rahmat adalah ihsan di dalam peribadatan terhadap Khaliq dan berupaya memberi manfaat kepada para hamba-Nya, kunci rezeki adalah usaha bersama istighfar dan takwa, kunci kemuliaan adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, kunci persiapan untuk akhirat adalah pendeknya angan-angan, kunci semua kebaikan adalah keinginan terhadap Allah dan kampung akhirat, kunci semua kejelekan adalah cinta dunia dan panjangnya angan-angan.

    “Ini adalah bab yang agung dari bab-bab ilmu yang paling bermanfaat, yaitu mengetahui pintu-pintu kebaikan dan kejelekan, tidaklah diberi taufik untuk mengetahuinya dan memperhatikannya kecuali seorang yang memiliki bagian dan taufik yang agung, karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan kunci bagi setiap kebaikan dan kejelekan, kunci dan pintu untuk masuk kepadanya sebagaimana Allah jadikan kesyirikan, kesombongan, berpaling dari apa yang disampaikan Allah kepada Rasul-Nya, dan lalai dari dzikir terhadap-Nya dan melaksanakan hak-Nya sebagai kunci ke neraka, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan khamr sebagai kunci segala dosa. Dia jadikan nyanyian sebagai kunci perzinaan, Dia jadikan melepaskan pandangan pada gamba-gambar sebagai kunci kegelisahan dan kegandrungan, Dia jadikan kemalasan dan kesantaian sebagai kunci kerugian dan luputnya segala sesuatu, Dia jadikan kemaksiatan-kemaksiatan sebagai kunci kekufuran, Dia jadikan dusta sebagai kunci kenifakan (kemunafikan -ed), Dia jadikan kekikiran dan ketamakan sebagai kunci kebakhilan, memutus silaturahim, serta mengambil harta dengan cara yang tidak halal dan Dia jadikan berpaling dari apa yang dibawa Rasul sebagai kunci segala kebid’ahan dan kesesatan.

    “Perkara-perkara ini tidaklah membenarkannya kecuali setiap orang yang memiliki ilmu yang shahih dan akal yang bisa mengetahui dengannya apa yang ada dalam dirinya dan apa yang berwujud dari kebaikan dan kejelekan. Maka sepantasnya seorang hamba memperhatikan dengan sebaik-baiknya ilmu terhadap kunci-kunci ini dan kunci-kunci yang dijadikan untuknya.” (Hadil Arwah 1/48-49)

    Dikutip dari artikel Kunci Kebaikan dan Kunci Kejelekan Majalah Al-Furqon No. 77 1429/2008 oleh Ummul Hasan.

  41. dukut nugroho Says:

    Kekuatan Sedekah

    Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sbb :

    Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bu mipun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumipun terdiam.

    Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung ?”

    Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi),

    Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi ?”

    Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api),

    Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api ?”

    Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air),

    Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air ?”

    Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air disamudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat),

    Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua ?”

    Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya “.

    Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih , tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain .

    Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat , dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya” .

    Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia.

  42. dukut nugroho Says:

    Sandal Jepit Isteriku

    Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.

    “Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

    “Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul? Ucap isteriku kalem.

    “Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.

    Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.

    *******

    Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Namun apa yang terjadi? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.

    “Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”

    Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihah? Isteri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.

    “Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.

    Hamil muda?!?! Subhanallah … Alhamdulillah…

    ********

    Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku.
    “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku.
    “Lho, kok bilang gitu…?” selaku.
    “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi.

    “Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan.

    *******

    Pertemuan dengan mitra usahaku hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.

    Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Dug! Hati ini menjadi luruh. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.

    “Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.

    “Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. “Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.

    Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”

    Sedang aku? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!

    “Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia.

    “Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini.
    “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.

    ******

    Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.

    Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku?

    (Oleh : Yulia Abdullah)

    Keterangan
    (*) mujahidah : wanita yang sedang berjihad
    (**) zuhud : membatasi kebutuhan hidup secukupnya walau mampu lebih dari itu
    (***) ‘iffah : mampu menahan diri dari rasa malu

  43. dukut nugroho Says:

    AIRMATA RASULULLAH SAW…
    Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
    salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
    masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam”, kata Fatimah yang membalikkan
    badan dan menutup pintu.

    Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
    bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
    “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,”
    tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
    pandangan yang menggetarkan.

    Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

    “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
    memisahkan pertemuan di dunia.
    Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
    tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan
    kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

    Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
    dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

    “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”, tanya Rasululllah
    dengan suara yang amat lemah.
    “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
    “Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
    Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
    kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?”, tanya Jibril lagi.
    “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
    “Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah
    berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
    Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
    Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
    Rasulullah ditarik.

    Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
    menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”
    Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
    menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

    “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?”
    Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
    “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata
    Jibril.
    Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
    tertahankan lagi.

    “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
    kepadaku, jangan pada umatku.”
    Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
    Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
    mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku”
    “peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

    Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
    Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
    telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

    “Ummatii,ummatii,ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku”
    Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
    Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
    Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi

    Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

  44. dukuT nugrohO Says:

    MERAIH RIDHO DAN PERTOLONGAN MELALUI KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA

    Dari Abu Hurairoh: Rasulullah bersabda “ Adaa tiga hal yang tidak akan pernah aku tinggalkan hingga aku mati” pertama Puasa tiga hari setiap bulan (tgl 13,14,15) kedua dua rakaat shalat dhuha, ketiga melaksanakan shalat witir sebelum tidur”

    Dari Abu Darda: Rasulullah bersabda” sesungguhnya ALLOH telah berfirman “ wahai anak Adam AS, jangan merasa lemah untuk melaksanakan shalat 4 rakaat diawal siangmu (Dhuha) karena AKU akan mencukupimu disore hari (HR. Ahmad A Tarmidzi dan Abud Dawud).

    Barang Siapa yang mengerjakan shalat Subuh berjamaah kemudian setelah selesai ia duduk berdzikir kepada ALLOH hingga terbit matahari lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha) maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala Ibadah Haji dan Umrah, sempurna…. sempurna…. sempurna….( HR. At Tarmidzi)

    Dari Abu Hurairah, ia berkata “ Rasulullah SAW bersabda, siapa saja yang menjaga/melaksanakan dua rakaat shalat dhuha, akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih dilautan. ( HR. Ahmad at Tirmidzi dan Ibu Majah)

    Sesungguhnya disurga terdapat salah satu pintu yang dinamakan pintu dhuha, bila datang hari kiamat, malaikat penjaga surga ada yang memanggil: “manakah dia orangnya yang mendawamkan shalat dhuha?” Inilah pintu kalian maka masuklah dengan kasih sayang ALLOH (HR. Ath Tabrani)

    Bila engkau melaksanakan dua rakaat shalat dhuha engkau tidak dicatat sebagai hamba yang lalai, jika engkau melaksanakan 4 rakaat engkau dicatat sebagai hamba yang berbuat baik, jika engkau melaksanakan 6 rakaat, engkau dicatat sebagai hamba yang taat, jika melaksanakan 8 rakaat engkau dicatat sebagai hamba yang juara, jika melaksanakan 10 rakaat maka pada hari itu dosamu tidak dicatat, jika engkau melaksanakn 12 rakaat, ALLOH akan membangunkan untukmu rumah disurga HR. Al Baihaqi)

  45. amoeba Says:

    hore dukut nugroho yang terpancing dengan situs ini, saudara dukut nugroho, inilah yang diinginkan pembuat situs ini, mungkin mereka sedang tertawa melihat komentar anda, jadil hentikanlah !

  46. lovemuhammad Says:

    jngan berhenti berjuang dgn pena sob.teruskan.

  47. lovemuhammad Says:

    mao dibilang terpancing ,mao kga kek,tujuan qta bukan kesitu,hanya menyampaikan ilmu walau cma sepenggal tulisan..merasa terpancing,that different side.

  48. tuturtinular Says:

    dukut nugroho kasihan jarimu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: