kenapa eh kenapa ?

Mengapakah dalam Islam ada double standard dalam hal murtad ?

Islam membenarkan seseorang itu untuk murtadkan diri mereka dari agama lain dan diterima Islam …tetapi apabila seseorang Islam hendak keluar Islam .hukumnya adalah bunuh ???

Macam boleh CHECK IN .tapi tak boleh CHECK OUT dalam islam …..

Inikah konsep dalam Islam ??

Adakah ini dinamakan “ISLAM THE RELIGION OF PEACE” ?

Bayangkan kalau konsep ini juga dipraktikkan oleh agama-agama lain…

Sudah tentu tiada siapa pun akan memeluk Islam kerana hukum untuk murtad adalah bunuh…..

Saya pun pernah Islam ..tetapi saya dapati banyak konsep dalam Islam adalah tidak adil….
Lagi contoh yang boleh saya berikan ……umpamanya…..

Apabila Lebanon dibom ….Mereka cepat-cepat laung JIHAD dan lain lain ….
Tetapi apabila Israel dibom…..Mereka langsung tak jerit HOLY WAR atau apa-apa pun ???
Dan tidak ada satu negara pun di dunia ini yang bangkit melaungkan HOLY WAR kerana Israel dibom ???

Mengapa dalam Islam saje ……. cubit sikit pun ..cakap hina Islam …..sentuh sikit pun..cakap hina Islam ??

Adakah Masyarakat Islam didunia ini dapat rasa yang rata-rata orang Islam didunia ini cepat melatah ???

Satu Tanggapan to “kenapa eh kenapa ?”

  1. Dukut Nugroho Says:

    Malam Pertama

    Satu hal sebagai bahan renungan kita…
    Tuk merenungkan indahnya malam pertama
    Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
    Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

    Justeru malam pertama ‘perkawinan’ kita dengan Sang Maut
    Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
    Hari itu…mempelai sangat dimanjakan
    Mandipun…harus dimandikan

    Seluruh badan kita terbuka….
    Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
    Tak ada sedikitpun rasa malu…
    Seluruh badan digosok dan dibersihkan
    Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan

    Bahkan lubang ? lubang itupun ditutupi kapas putih…
    Itulah sosok kita….
    Itulah jasad kita waktu itu

    Setelah dimandikan…,
    Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih

    Kain itu …jarang orang memakainya..
    Karena bermerk sangat terkenal, yaitu Kafan

    Wewangian ditaburkan ke baju kita…
    Bagian kepala..,badan…, dan kaki diikatkan

    Tataplah….tataplah…itulah wajah kita

    Keranda pelaminan… langsung disiapkan

    Pengantin bersanding sendirian…

    Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga

    Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
    Diiringi langkah gontai seluruh keluarga

    Serta rasa haru para handai taulan
    Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus

    Akad nikahnya bacaan talkin…
    Berwalikan liang lahat..
    Saksi – saksinya nisan-nisan..yang tlah tiba duluan

    Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

    dan akhirnya…..
    Tiba masa pengantin..
    Menunggu dan ditinggal sendirian…
    Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan

    Malam pertama bersama ‘kekasih’..
    Ditemani rayap – rayap dan cacing tanah
    Di kamar bertilamkan tanah..
    Dan ketika 7 langkah tlah pergi….
    Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat…
    Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur…
    Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur…..
    Kita tak tahu…dan tak seorangpun yang tahu….
    Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan….
    Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
    Kita sungkan sekali meneteskan air mata…
    Seolah barang berharga yang sangat mahal…

    Inilah masa menunggu sebelum tibanya hari akhir dari segala-galanya..
    Akankah sejak malam ini kita menunggu untuk ke surga atau ke neraka..
    Mungkin tak pantas kita rasanya menjadi ahli syurga…
    Tapi….tapi ….sanggupkah kita menjadi ahli neraka…

    Wahai Sahabat…mohon maaf…jika malam itu aku tak menemanimu

    Bukan aku tak setia…
    Bukan aku berkhianat….
    Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
    Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga

    Aku berdo’a…semoga kita bisa khusnul khotimah sehingga jadi ahli
    syurga.

    Amien….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: