Menurut Ba’asyir bahwa Orang Islam Penolak Perda Syariat Islam Murtad

Ba’asyir : Orang Islam Penolak Perda Syariat Islam Murtad

Jakarta (ANTARA News) – Pemimpin atau Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Ustadz Abu Bakar Ba`asyir, mendukung sepenuhnya penerapan perda syariat Islam oleh sejumlah pemerintah daerah dan mengangggap orang Islam yang menolak perda itu adalah murtad.

Ba`asyir menegaskan hal itu sebelum menyampaikan ceramah bertajuk “Indahnya Syariat Islam” pada acara Milad VIII Partai Bulan Bintang (PBB) di Jakarta, Senin.

Ba`asyir mengatakan jika yang menolak penerapan perda syariat tersebut orang “kafir” maka hal itu wajar, namun jika yang menolak justru orang Islam, maka itu keterlaluan.

“Kalau orang Islam yang tidak setuju, itu murtad.” katanya.

Ba`asyir berpandangan, syariat Islam harus ditegakkan di Indonesia jika ingin negara ini selamat. Oleh karena itu, kata Ba`asyir yang baru saja menikmati udara bebas pada 14 Juni, ia akan mendukung semua pihak yang memperjuangkan syariat Islam.

“Karena alasan itulah saya datang ke sini,” kata Ba`asyir, ketika ditanya wartawan apakah kedatangannya di Kantor DPP Partai Bulan Bintang mengisyaratkan dirinya akan masuk ke parpol yang saat ini diketuai Menhut, MS Kaban itu.

Ba`asyir mengatakan akan memenuhi semua undangan partai politik maupun organisasi massa Islam yang memiliki kepedulian pada penegakan syariat Islam tanpa bermaksud bergabung menjadi anggota parpol atau ormas tersebut.

Pada bagian lain, menyinggung perkembangan konflik di Palestina dan Israel, Ba`asyir menyatakan pemerintah Indonesia sudah semestinya mengirim para mujahidin ke Palestina untuk memerangi Israel.

“Israel itu musuh Allah yang harus diperangi. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia seharusnya mengirim para mujahiddin,” katanya.

Peringatan Milad Partai Bulan Bintang itu sendiri tidak dihadiri oleh Ketua Umum MS Kaban yang tengah berada di Surabaya. Selain Ustadz Ba`asyir, hadir dalam acara tersebut Sekjen DPP PBB, Sahar L. Hassan, para pengacara yang tergabung dalam Tim Pembela Abu Bakar Ba`asyir (TPABB), M Assegaf, Mahendradatta, dan Achmad Michdan.

Sementara itu, Sekjen DPP PBB, Sahar L Hassan mengatakan syariat Islam tidak perlu ditakuti karena sebagai ajaran, nilai-nilai yang ada pada Islam bersifat universal sehubungan Islam sendiri merupakan ajaran yang membawa kebaikan pada seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin). (*)

sumber : http://www.antara.co.id/seenws/?id=37236

Komentarku :

gue bisa mengerti kenapa banyak orang islam yang ingin syariat islam dijalankan total di Indonesia, karena banyak orang islam yang meyakini bahwa kemalangan dan musibah yang terjadi di Indonesia karena azab dari Allah Swt. Salah satu cara agar Allah swt menyayangi bangsa indonesia adalah dengan mematuhi semua perintahnya. Bila Indonesia menjalankan syariat islam maka nanti diharapkan bahwa Indonesia akan diberkati.

Tapi berhubung gue udah murtad, jadi gue nggak setuju  dengan syariat islam karena tidak semua orang Indonesia beragama dan percaya dengan ajaran islam. Urusan agama itu kan urusan individu / pribadi orang bersangkutan, negara nggak berhak memaksa agr rakyatnya beragama tertentu. kok maksa banget sih harus percaya, harus puasa, harus sholat,  harus pakai baju ala ninja, nggak boleh makan minum kalau bulan puasa, perempuan nggak boleh keluar malam, perempuan nggak boleh berinteraksi dengan orang yang bukan muhrimnya.

Kalau yang bukan beragama islam, nanti disuruh bayar uang Jizya / pajak. ini sih namanya pemaksaan !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: