Murtad menurut Wikipedia

Kemurtadan dalam Islam

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: panduan arah, cari

Kemurtadan dalam Islam didefinisikan oleh kaum Muslimin sebagai keadaan yang memperlihatkan ketidaksetiaan terhadap Islam oleh tiap Muslim yang telah sebelumnya berserah pada teologi Islam. Termasuk dalam hal ini ialah tindakan meninggalkan Islam dan sejumlah tindakan pemfitnahan terhadap Islam. Konsep inilah yang membedakan dengan sistem keagamaan lainnya.

Hal ini disebabkan karena Islam juga merupakan institusi yang tidak memisahkan urusannya dengan urusan politik. Pada masa awal penyebarannya di Madinah, orang yang murtad dianggap sebagai desertir atau yang membelot kepada institusi politik lain (dalam hal ini orang-orang Makkah), karena antara dua negara tersebut sedang berada dalam kondisi perang dan orang yang bergabung dalam Islam sendiri diikat dengan sumpah atau bay’at.

Di masa Khilafah Islam, kemurtadan dianggap sebagai pengkhianatan, dan karena itu diperlakukan sebagai pelanggaran hukum yang dikenakan hukuman mati (hudud). Hukuman mati (hudud) dilaksanakan di bawah otoritas kholifah apabila setelah tiga hari ia diminta kembali pada Islam gagal. Walau mungkin sarjana modern mengeluarkan pendapat mereka sendiri dalam kasus tertentu, kini tiada otoritas pusat yang sanggup memperkenalkan dan membawa acara kerja resmi terhadap orang murtadin yang menolak atau berbicara dengan tegas menantang Islam sebab tiada lagi Khilafah Islam. Tokoh kontemporer yang paling menonjol yang dikutuk sebagai murtadin oleh sarjana individual kemungkinan ialah Salman Rushdie.

7 Tanggapan to “Murtad menurut Wikipedia”

  1. Dukut Nugroho Says:

    Kekuatan Sedekah

    Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sbb :

    Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bu mipun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumipun terdiam.

    Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung ?”

    Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi),

    Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi ?”

    Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api),

    Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api ?”

    Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air),

    Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air ?”

    Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air disamudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat),

    Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua ?”

    Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya “.

    Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih , tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain .

    Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat , dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya” .

    Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia.

  2. Dukut Nugroho Says:

    Sebuah renungan yang menakjubkan, subhanallah, begitulah wajah umat Islam Indonesia umumnya, mungkin juga wajah kita yang mengaku umat Islam…, semoga kita semua sadar akan keislaman kita.

    SAYA SHOLAT LIMA WAKTU TAPI..

    Ingat pada Allah hanya lima waktu itu saja

    Dan pada masa lainnya saya lupa pada Nya

    Jika Sholat saya 10 menit , maka cuma 10 menit itu saja ingat pada Nya

    Mungkin dalam 10 menit itu pun saya masih ingat selain daripada Nya.

    Saya Sholat lima waktu tapi….
    Saya tidak bersyukur pada Nya

    Padahal dulunya saya amat susah

    Allah yang memberi rezeki pada saya

    Dengan rezeki itu saya dapat membeli rumah

    Dengan rezeki itu saya dapat menampung keluarga

    Dengan rezeki itu saya dapat membeli kendaraan dan sebagainya

    Tapi.. hati saya masih belum puas

    Saya masih tamak akan harta dunia dan masih menganggap serba kekurangan

    Saya Sholat lima waktu tapi….
    Saya masih menggunakan perkataan yang tidak sopan kepada teman teman

    Saya sering menyakiti hati mereka

    Saya sering menghina mereka

    Saya sering menghina keturunan dan bangsa mereka seolah olah keturunan dan bangsa saya saja yang paling baik

    Pada hal saya sendiri tidak tahu persis tempat saya di mahsyar nanti

    Saya Sholat lima waktu tapi….
    Saya masih sombong dengan ilmu yang saya miliki

    Saya masih sombong dengan amal perbuatan yang telah saya perbuat

    Saya masih sombong dengan ibadah yang saya lakukan

    Saya masih sombong dan menganggap sayalah yang paling pandai

    Saya masih sombong dan merasa saya paling dekat dengan Allah SWT

    Dengan berbagai macam cara dan berbagai argumen saya debat mereka yang tidak sehaluan dengan saya dan saya hancurkan Rumah Ibadah mereka, saya aniaya dan saya siksa mereka dan keluarga mereka

    Padahal saya sendiri belum tahu , ridhokah Allah SWT dengan apa yang telah saya perbuat itu

    Saya Sholat lima waktu tapi….
    Saya masih menggunakan ilmu hitam untuk menjatuhkan musuh musuhku

    Saya menggunakan uang bahkan harta serta pangkat dan kekuasaan untuk menjatuhkan manusia yang saya tidak suka

    Saya Sholat lima waktu tapi….
    Saya amat bakhil dan kikir mengeluarkan uang untuk zakat dan sedekah kepada fakir miskin atau kepada anak yatim piatu kerena saya takut hartaku habis dan jatuh miskin

    Saya Sholat lima waktu tapi….
    Saya masih menyimpan sifat dengki dan khianat kepada teman teman yang sukses dinaikkan pangkatnya atau dinaikan gajinya dan atau berhasil dalam usahanya, padahal mereka berusaha dan bekerja sungguh sungguh dan saya hanya bekerja seperti hidup segan mati tak mau

    Saya Sholat lima waktu tapi….
    Saya mengabaikan anak isteri yang kelaparan dan menderita di rumah, kerena saya merasa sebagai raja di dalam rumahtangga dan boleh berbuat sesuka hati

    Saya Sholat lima waktu tapi….
    Masih merungut dan mencaci maki bila saya ditimpa musibah, walaupun sebenarnya saya tahu sesuatu musibah itu datangnya dari Allah, karna perbuatan dan prilaku saya sendiri
    Seharusnya saya sadar kepada siapakah saya mencaci maki itu ?

    Saya Sholat lima waktu tapi….
    Menuntut ilmu semata mata mempersiapkan diri untuk berdebat dengan orang lain atau untuk menduga keilmuan mereka dan sengaja mencari cari yang tidak sehaluan dengan saya, dan memaksa mereka mengikuti jejak langkah saya, padahal seharusnya saya sadar tujuan kita menuntut ilmu adalah supaya kita dapat berbuat amal sholeh dan beribadah dengan khusyuk dan tidak melakukan syirik kepada Allah (mempersekutukan Allah SWT dengan yang lainnya)

    Saya Sholat lima waktu tapi….
    Saya enggan melaksanakan serta kurang bahkan tidak faham dengan firman Allah SWT dalam Al Quran QS: 29 : (Al-Ankabut) : 45 yang artinya Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

    Saya Sholat lima waktu tapi..

    Saya tidak faham dan tidak tahu dan tidak menjalankan dengan benar firman Allah dalam QS 107. (Al Maa´uun) : yang artinya

    1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?

    2. Itulah orang yang menghardik anak yatim

    3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin

    4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat

    5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya

    6. orang-orang yang berbuat riya

    7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna

    Allah SWT Maha Pengampun , dan semoga bermanfaat

  3. Dukut Nugroho Says:

    Assalamualaikum.wr.wb

    Sekedar mengingatkan kembali maaf jika sudah pernah dapat email ini.

    Kekuatan Sedekah

    Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sbb :

    Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bu mipun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumipun terdiam.

    Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung ?”

    Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi),

    Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi ?”

    Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api),

    Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api ?”

    Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air),

    Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air ?”

    Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air disamudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat),

    Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua ?”

    Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya “.

    Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih , tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain .

    Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat , dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya” .

    Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia.

    Ganjaran bersedekah

    RasulAllah Shollallahu Alaihi Wa Sallam menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi berkah..

    Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang berlipatganda (700 kali) dan ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda RasuluAllah SAW, sbb :

    Z Allah Ta’ala berfirman, ” Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah ” . {Qs. Al Lail (92) : 5-8}

    Z Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan ( nafkah yang dikeluarkan oleh ) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki . Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui” . {Qs. Al Baqarah (2) : 261}

    Z RasulAllah SAW bersabda, ” Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru, “Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah “. Yang satu lagi menyeru ” musnahkanlah orang yang menahan hartanya ” .

    Tolak Bala dengan Sedekah

    Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda RasulAllah SAW , sbb :

    Z ” Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah ” .

    Z ” Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah ” .

    Z ” Obatilah penyakitmu dengan sedekah” .

    Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui dipinggir jalan dengan pemikiran bahwa mereka (pengemis/pengamen tsb) menjadikan meminta-minta sebagai profesinya, tidak mendidik, dll. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan setan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah) , sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk gemar bersedekah,

    Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/pengamen tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Pengemis/pengamen/ fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah) ???

    Atau kalo kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis/pengamen/ fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah uang sebelum sholat Jum’at dan memasukkan ke kotak-kotak amal yang tersedia dan biasakan dengan memberi sejumlah minimal setiap Jum’at, misalnya Jum’at ini kita menyumbang Rp. 10 ribu ke kotak amal maka sebaiknya Jum’at berikutnya harus sama, syukur-syukur bisa lebih dan terutama harus diiringi dengan keikhlasan.

    Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi didunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperoleh berlipatganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu.

    Sedekah yg pahalanya terus mengalir

    Dari Abu Hurairah RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW, telah bersabda : “Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal : amal jariyah , ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo’akannya ” (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad).

    Berikut contoh konkrit, sadaqah (amal) jariah, yang pahalanya terus mengalir walaupun si pemberi sadaqah telah wafat :

    SADAQAH JARIAH –

    KEBAIKAN YANG TAK BERAKHIR
    AL SADAQAT AL JARIYAH –

    THE ACTIONS WHICH OUTLIVES YOU !

    1. Berikan Al-Quran pada seseorang , setiap saat Al-Quran tersebut dibaca, anda mendapatkan kebaikan.
    Give Quran to someone and each time they read from it, you will gain hasanaat.

    2. Ajarkan seseorang sebuah do’a . Pada setiap bacaan do’a itu, anda mendapatkan kebaikan.
    Teach someone to recite a dua. With each recitation, you will gain hasanaat.

    3. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, anda mendapatkan kebaikan.
    Donate a wheel chair to a hospital and each time a sick person uses it, you will gain hasanaat.

    4. Tanam sebuah pohon . Setiap seseorang atau hewan berlindung dibawahnya atau makan buahnya, anda dapat kebaikan.
    Plant a tree. Each time any person or an animal sits under its shade or eats from the tree, you will gain hasanaat.

    5. Tempatkan pendingin air di tempat umum .
    Place a water cooler in a public place.

    6. Berbagi bacaan yang membangun dengan seseorang.
    Share constructive reading material with someone.

    7. Libatkan diri dalam pembangunan mesjid .
    Participate in the building of a mosque.

    8. Berbagi CD Quran atau Do’a .
    Share a dua or Quran CD.

    9. Bantulah pendidikan seorang anak .
    Help in educating a child.

    10. Bagikan pengetahuan ini dengan orang lain . Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat kebaikan sampai hari Qiamat.
    Share this with someone. If one person applies any of the above you will receive your hasanaat until the Day of Judgment.

    Jadilah dai “sejuta artikel ” dengan meneruskan artikel ini kepada saudara-saudara kita sesama muslim yang barangkali belum mengetahuinya, sehingga kita tidak dilaknat Allah dan seluruh mahluk karena tidak menyampaikan (menyembunyikan) apa yang telah kita ketahui, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah Ayat 159 :

    “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterang an dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk ” .

    Dari Abdullah bin ‘Amru ra, RasulAllah S.A.W bersabda: ” Sampaikanlah pesanku walaupun hanya satu ayat “.

    Semoga Allah Ta’ala membalas ‘amal Ibadah kita.

    Wassalamu’alaikum warahmatul

    NB : ATASI MASALAHMU DENGAN BERSEDEKAH !!!

  4. dukut nugroho Says:

    Sholat Subuh di Masjid
    Seorang pria bangun pagi2 buta utk sholat subuh di Masjid.
    Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
    ditengah jalan menuju masjid, pria tsb jatuh dan pakaiannya kotor.
    Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah,
    dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI,
    berjalan menuju masjid.
    Dlm perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama!
    Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah.
    Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju,
    berwudhu dan berjalan menuju masjid.
    Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang pria yg memegang lampu.
    Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab “Saya melihat anda jatuh 2 kali
    di perjalanan menuju masjid,
    jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda.’
    Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid.
    Saat sampai di masjid, pria pertama bertanya kepada pria yang
    membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya.
    Pria kedua menolak.
    Pria pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan,
    lagi, jawabannya sama.
    Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.
    Pria kedua menjawab
    Aku adalah Setan (devil/ evil)
    Pria itu terkejut dgn jawaban pria kedua.
    Setan kemudian menjelaskan,
    ‘Saya melihat kamu berjalan ke masjid,
    dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah,
    membersihkan badan dan kembali ke masjid,
    Allah memaafkan semua dosa2mu.
    Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan
    bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja,
    kamu tetap memutuskan kembali masjid.
    Karena hal itu, Allah memaafkan dosa2 seluruh anggota keluargamu.
    Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh utk ketiga kalinya,
    jangan2 Allah akan memaafkan dosa2 seluruh penduduk desamu,
    jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dgn selamat..’
    Jadi, jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya.
    Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tau ganjaran yg akan kamu dapatkan
    dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat baik tersebut

  5. Dukut Nugroho Says:

    Sandal Jepit Isteriku

    Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.

    “Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

    “Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul? Ucap isteriku kalem.

    “Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.

    Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.

    *******

    Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Namun apa yang terjadi? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.

    “Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”

    Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihah? Isteri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.

    “Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.

    Hamil muda?!?! Subhanallah … Alhamdulillah…

    ********

    Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku.
    “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku.
    “Lho, kok bilang gitu…?” selaku.
    “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi.

    “Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan.

    *******

    Pertemuan dengan mitra usahaku hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.

    Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Dug! Hati ini menjadi luruh. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.

    “Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.

    “Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. “Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.

    Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”

    Sedang aku? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!

    “Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia.

    “Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini.
    “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.

    ******

    Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.

    Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku?

    (Oleh : Yulia Abdullah)

    Keterangan
    (*) mujahidah : wanita yang sedang berjihad
    (**) zuhud : membatasi kebutuhan hidup secukupnya walau mampu lebih dari itu
    (***) ‘iffah : mampu menahan diri dari rasa malu

  6. DUKUT NUGROHO Says:

    AIRMATA RASULULLAH SAW…
    Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
    salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
    masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam”, kata Fatimah yang membalikkan
    badan dan menutup pintu.

    Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
    bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
    “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,”
    tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
    pandangan yang menggetarkan.

    Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

    “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
    memisahkan pertemuan di dunia.
    Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
    tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan
    kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

    Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
    dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

    “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”, tanya Rasululllah
    dengan suara yang amat lemah.
    “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
    “Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
    Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
    kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?”, tanya Jibril lagi.
    “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
    “Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah
    berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
    Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
    Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
    Rasulullah ditarik.

    Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
    menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”
    Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
    menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

    “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?”
    Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
    “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata
    Jibril.
    Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
    tertahankan lagi.

    “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
    kepadaku, jangan pada umatku.”
    Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
    Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
    mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku”
    “peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

    Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
    Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
    telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

    “Ummatii,ummatii,ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku”
    Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
    Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
    Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi

    Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

    NB:
    Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk
    mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan
    Rasulnya mencintai kita.

  7. DUKUT NUGROHO Says:

    WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB

    Oleh
    Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

    Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang
    berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk
    berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik
    tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan
    tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang
    utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan,
    kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara
    lain.

    [1]. Sepertiga Akhir Malam

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu
    ‘alaihi wasallam bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun
    setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu
    berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa
    yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta
    ampun, pasti Aku akan mengampuninya” . [Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat
    bab Doa Nisfullail 7/149-150]

    [2]. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa

    Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa
    yang tidak ditolak”. [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da’watuhu
    1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya
    oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].

    [3]. Setiap Selepas Shalat Fardhu

    Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
    ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,
    beliau menjawab.

    “Artinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat
    fardhu”.
    [Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani
    dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].

    [4]. Pada Saat Perang Berkecamuk

    Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
    wa
    sallam bersabda.

    “Artinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada
    saat adzan dan doa tatkala peang berkecamuk”. [Sunan Abu Daud, kitab Jihad
    3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa’ 3/360. Hakim dalam
    Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan
    Al-Albani dalam Ta’liq Alal Misykat 1/212 No. 672].

    [5]. Sesaat Pada Hari Jum’at

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi
    wa sallam bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak
    bertepatan
    seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah
    melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan
    sedikitnya waktu tersebut”. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/166.
    Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]

    Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing
    riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang
    telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203.

    Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik
    mimbar hingga selesai shalat Jum’at atau hingga selesai waktu shalat ashar
    bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

    [6]. Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur
    Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah

    Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
    ‘alaihi wasallam bersabda.

    “Artinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun
    padamalam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat
    melainkan Allah akan mengabulkannya” . [Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No.
    3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]

    Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[An-Nihayah fi Gharibil Hadits
    1/190]
    Yang dimaksud dengan “ta’ara minal lail” terbangun dari tidur pada malam
    hari.

    [7]. Doa Diantara Adzan dan Iqamah

    Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
    wa
    sallam bersabda.

    “Artinya : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah”. [Sunan Abu
    Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat
    13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani,
    kitab Tamamul Minnah hal. 139]

    [8]. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat

    Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
    sallam bersabda.

    “Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhl ah berdoa
    sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. [Shahih Muslim, kitab Shalat
    bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa Sujud 2/48]

    Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.

    [9]. Pada Saat Sedang Kehujanan

    Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu
    ‘alaihi wasallam bersabda.

    “Artinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa
    pada waktu kehujanan”. [Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi
    2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3078].

    Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak
    ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat
    khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [Fathul Qadir 3/340].

    [10]. Pada Saat Ajal Tiba

    Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari
    wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu
    beliau memejamkannya kemudian bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan
    mengikutinya’ . Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : ‘Janganlah
    kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat
    mengamini apa yang kamu ucapkan”. [Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]

    [11]. Pada Malam Lailatul Qadar

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu
    turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk
    mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”.
    [Al-Qadr : 3-5]

    Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa
    setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud Dzakirin hal. 56]

    [12]. Doa Pada Hari Arafah

    Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya dari kakeknya
    bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Artinya : Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah”. [Sunan At-Tirmidzi,
    bab
    Jamiud Da’waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta’liq alal Misykat
    2/797 No. 2598]

    [Disalin dari buku Jahalatun nas fid du’a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam
    Berdoa, oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 181-189,
    terbitan Darul Haq, penerjemah Zainal Abidin Lc]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: