salah satu alasan juga buat murtad

diambil dari situs http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?p=44175#44175

Memang susah dicerna dengan akal sehat tentang adanya Tuhan yang mengkhendaki terus adanya perang. Susah banget nih masuk di akal sehatku.

itulah sebabnya aku lebih baik jadi mrutad dan kafir daripada percaya dengan dogma tanpa dasar !!!

Biar Murtad yang penting punya semangat Damai untuk sesama umat manusia. Peace for all human mankind!!

sumber orisinal : http://www.sitemaker.umich.edu/satran/files/atranba_asyirinterview0209 05.pdf.

Wawancara dgn Abu Bakr Ba’asyir, tertuduh ketua Jemaah Islamiyah, tgl 13-15 August, 2005 dari penjara Cipinang, Jakarta. Pertanyaan diajukan Scott Atran dan diterjemahkan dlm Bahasa Indonesia oleh Taufiq Andrie.

Q. UNTUK MENJADI MARTIR, ARTINYA SEBAGAI BOM BUNUH DIRI ?

A. Kemarin sudah saya terangkan kan. Jadi kalau didalam orang kafir itu ada dua; bunuh diri karena putus asa dan bunuh diri karena ingin pahlawan. Tapi dua-duanya ini bunuh diri hukumnya tidak ada nilainya. Tapi kalau dalam Islam ada orang yang bunuh diri karena putus asa, ada juga dalam Islam, itu namanya bunuh diri. Tapi kalau dia itu membela Islam dan menurut pertimbangannya itu dia musti mati, mesipun berusaha keras tapi karena matinya untuk Islam ya dia berangkat.

Jadi pertimbangannya itu disitu. Pertimbangannya begini, saya berbuat seperti ini Islam akan untung musuh islam akan rugi. Tapi saya mesti mati kalau tidak mau mati maka tidak bisa. Nah itu usaha, nggak apa-apa, tapi kalau bisa mengelak kalau bisa ndak mati. Tapi kalau mati ndak apa-apa. Itu namanya istimata atau ijtijhad.

Istimata artinya mencari mati syahid. Ijtijhad artinya mencari mati syahid. Karena mati dalam perjuangan itu mati yang mulia. Menurut Islam itu mati itu kan mesti karena semua orang pasti mati, didalam islam itu bagaimana mendapat mati yang baik, namanya Khusnul Khatimah. Nah mati yang baik itu, topnya mati baik itu syahid.

Q. APAKAH TINDAKAN MARTIR DAPAT DIBATALKAN BILA HASIL YANG SAMA DAPAI TERCAPAI MELALUI TINDAKAN LAINNYA, SEPERTI BOM DI PINGGIR JALAN ?

A. Tentunya. Kalau ada yang memang lebih baik, yang bisa tanpa mengorbankan jiwa, tentunya ditempuh itu. Karena tenaga masih bisa dimanfaatkan untuk yang lain. Itu kan asal mulyana ulama memperbolehkan itu kan asalnya dari cerita nabi Muhammad.

Jadi pada saat itu ada seorang pemuda yang dia itu tadinya dididik untuk jadi tukang sihirnya Firaun. Raja dulu itu punya tukang sihir, pejabat sekarang pun banyak yang punya dukun. Suharto itu dukunnya banyak. Setelah tukang sihirnya tua, dia disuruh untuk menunjuk pengganti, tapi di dalam perjalanan dia ketemu pendeta. Akhirnya dia belajar pada pendeta itu.

Kesimpulannya, akhirnya dia bisa lebih baik belajar pada pendeta itu daripada belajar pada tukang sihir. Ketika itu lalu dia mulai berdakwah, dia kemudian diberi kemampuan untuk mengobati orang buta. Setelah itu dia mengobati banyak orang, kemudian dia mengobati menteri raja yang buta.

Kemudian setelah menteri tersebut sembuh dia menanyakan mau apa saja yang dia mau akan dituruti oleh menteri. Kemudian dia bertanya, saya tidak menyembuhkanmu, hanya Allah yang bisa menyembuhkanmu. Dia tuhanku dan tuhanku. Jadi kalau kamu mau sembuh dan mau mengakui Allah maka kamu akan sembuh. Kemudian diobati sembuh, kemudian beriman pada Tuhan. Setelah sembuh menterinya Firaun tersebut masuk kantor.

Firaun tanya, “Siapa yang menyembuhkanmu?”
“Yang menymbuhkan saya Allah.”
“Siapa Allah?”
“Allah adalah Tuhanku.”
Firaun ini marah dan akhirnya orang ini disiksa. Akhirnya orang ini mengaku dia diajar anak tadi itu. Anak ini disuruh murtad, dakwahnya hanya agar orang mengakui Allah sebagai tuhan agar dihentikan. Ini persoalan pokok kan, dia nggak mau murtad.

Dicoba mau dibunuh berkali-kali tapi tidak bisa. Nah anak itu memberi petunjuk, kamu tidak akan bisa kalau tidak memenuhi permintaan saya. Kalau mau membunuh saya, nggak perlu bawa tentara. Berdirikan saja saya ditengah-tengah lapangan, ambil panahku ini kumpulkan seluruh rakyat di lapangan dan bidiklah aku. Tapi sebelum membidik kamu membaca Bismillahi tuhannya kamu. Tapi anak ini terkenal tidak bisa dibunuh. Ketika dipanah ternyata bisa setelah membaca nama Allah. Berarti memang hanya Allah yang bisa mematikan. Dia memang mati tapi dakwahnya berhasil. Anak tadi itu mengorbankan dirinya demi berhasilnya dakwah. Nah dari situ ulama mengambil kesimpulan siapa saja boleh asal menguntungkan islam dan umat Islam. Di pengadilan saya terangkan itu.

Q. APAKAH TINDAKAN MARTIR DAPAT DIBATALKAN BILA ADA ORANG LAIN YANG SECARA TEKNIS LEBIH BAIK DAN DENGAN SUKARELA MENAWARKAN DIRI UNTUK TINDAKAN TERSEBUT ?

A. Ya, persoalannya kalau memang penggantian ini lebih menguntungkan, lebih besar keuntungannya diamalkan dia daripada saya. Keuntungannya hanya satu yaitu bagaimana menguntungkan islam, memenangkan islam. Itu pertimbangannya. Dalam Islam harus begitu, saya harus begini, saya harus begitu kemudian tidak ada perhitungan itu tidak boleh. Jadi ada perhitungan dan tidak asal-asalan. Matiku itu harus membawa kebesaran islam. Kalau sudah ada begitu orang bisa jihad. Kalau jaman Rasulullah itu kan biasa. Orang menyerang sendiri itu kan biasa. Nah ini istimata ini.

Q. SEANDAINYA TINDAKAN MARTIR TELAH DIJADWALKAN DALAM SEMINGGU – APAKAH TINDAKAN TERSEBUT BISA DIUNDUR ?

A. Tergantung pertimbangannya, termasuk pertimbangan perhitungan. Maka ulama tadi membolehkan selama ijtijhad itu bisa membawa keuntungan Islam dan kaum muslimin. Kalau tidak malah tidak boleh. Kalau malah bikin fitnah itu tidak boleh. Tapi meskipun demikian, niatnya dia mau jihad itu tetap ada nilainya sendiri. Kalaupun keliru perhitungannya itu ada nilainya sendiri.
Insyaallah kalau dia mujahid akan diampuni dosa-dosanya.

Q. KALAU DITUNDA ITU UNTUK MISALNYA BERIBADAH HAJI ?

A. Oh itu nggak perlu ditunda, karena jihad itu lebih penting daripada pergi haji.

Ibnu Taimiyah pernah ditanya seorang kaya dia bilang, “Bagaimana ini Syekh saya ini punya dana banyak, tapi ada dua kubu yang memperebutkan. Ada banyak orang miskin yang kalau tidak saya bantu maka mereka akan mati semua. Kalau tidak saya bantu mereka akan mati kelaparan. Tapi kalau uang saya dipakai untuk itu, jihad ini akan kekurangan biaya. Lalu minta fatwa, bagaimana caranya.”

Dia bilang, “Itu kasihkan jihad semua. Itu nanti mati semua. Itu mati tidak apa-apa itu sudah takdir Allah. Sebab kalau jihad kalah yang mati lebih banyak.”

Kalau sudah jihad itu tidak ada amalan diatas jihad, itu tidak ada. Amalan paling tinggi dalam islam itu jihad. Kalau sudah jihad itu yang lain-lain hilang. Itu yang ingin dihilangkan Amerika itu ini lewat ajaran Ahmadiyah ini.

Lewat organisasi antek ini. Ahmadiyah itu kan mengharamkan jihad, karena itu kan buatan Kristen, sejak dari India itu kan. Makanya pusatnya di seluruh dunia kan di London, itu kan dibiayai Amerika. Itu memang alatnya untuk menghancurkan Islam, Ahmadiyah, JIL. Shocked Shocked Shocked

Q. PENUNDAAN ITU TIDAK BERLAKU UNTUK SEMUA HAL, ATAU MENUNGGU ORANG TUA SAKIT ?

A. Tidak, tidak. Jadi kalau sudah jihad itu harus dinomorsatukan, kecuali kalau jihadnya itu fardhu kifayah. Kalau fardhu ain, maka harus didahulukan. Sudah nggak wajib ijin orangtua. Tapi kalau fardhu kifayah, itu tadi, jihad untuk mendatangi negeri-negeri kafir untuk mengawasi. Tapi kalau sudah fardhu kifayah itu sudah tidak perlu ijin orangtua. Paham?

Q. APAKAH TINDAKAN MARTIR DAPAT SAMASEKALI DIBATALKAN BILA BESAR KEMUNGKINAN KELUARGA MARTIR YANG BERSANGKUTAN BAKAL TERBUNUH DALAM TINDAKAN PEMBALASAN?
BEGITUPULA DENGAN MASYARAKAT TEMPAT ASAL SANG MARTIR YANG JUGA BAKAL MENGALAMI PEMBALASAN DAN KORBAN ?

A. Itu kan resiko, konsekuensi dari jihad. Kalau keluarga itu paham Islamnya kuat maka mereka akan dapat pahala banyak. Karena kan pahalanya disitu. Kalau paham. Jadi dia itu memang sudah merelakan, sudah ikhlas. Maka orangtua yang mengerti itu berterima kasih pada Allah. Jadi ini ada satu riwayat, supaya jelas.
Di jaman nabi, ada perempuan bernama Khomsyah, sebelum masuk islam, ada kematian saudaranya, kakaknya meninggal itu nangisnya sampai sebulan. Tapi setelah dia masuk islam dia punya empat anak laki-laki. Dia kemudian menyuruh anak-anaknya untuk jihad, untuk menjaga seorang sahabat nabi yang buta bernama Ibnu Mahtum.

Sebenarnya Allah memberi ijin untuk tidak jihad, tapi dia minta ijin pada Panglima, setelah berdebat-debat, akhirnya diijinkan oelh panglima untuk memegang bendera. Anak-anaknya diminta untuk menjaga. Nah dalam jihad mati semua, sebelum Ibnu Mahtum ini mati, anak-anak yang menjaga mati semua, mati syahid.

Datang berita orang hati-hati menyampaikan. Kematian seorang saudara saja sebulan, nangisnya apalagi ini kematian empat orang anak laki-laki, siapa ibu yang tidak menangis. Tapi akhirnya lain. Setelah diberi berita dengan hati-hati, dia bilang “Alhamdulillah, Allah memuliakan aku dengan kematian keempat anakku.” Shocked Shocked Shocked

Itu semangat jihad itu kalau sudah dalam jihad itu yang ditakuti orang kafir. Itu moral force. Moral force ini yang menurut Jenderal De Gaulle yang 80 %, tindakan hanya 20 %. Karenakalau orang kafir kan kepahlawanan, kebangsaan, malah ada yang disuruh minum-minum apa itu supaya berani.

Rusia itu kalang kabut menghadapi Afghanistan, lain dengan Eropa timur, sebulan dua bulan bisa ditakhlukkan. Dia pikir kalau Afghanistan paling dua minggu wong orang bodoh-bodoh, iya kan. Berdasarkan pengalaman di Eropa timur, tapi Afghanistan berdasarkan kekuatan Aqidah tentang jihad itu yang membuat perangnya. Ini ada cerita juga supaya bapak paham.

Ada seorang ibu di Afghanistan yang kerjanya bikin roti terus menyuruh anaknya membagi-bagikan ke mujahidin. Terus pada suatu saat anaknya kena bom, ditengah jalan anaknya kena bom. Diberitahu ibunya, dia menangis terus ditanya oleh mujahidin dihibur, “Sudahlah ibu sabar, anak ibu syahid.” Lho, saya nggak menangisi anak saya. Tapi saya menangisi, siapa nanti yang akan membawa roti pada para mujahid. Shocked Kemudian salah seorang mujahidin menyanggupi untuk menggantikan orang ini.

Nah, ini namanya semangat jihad. Ada keihlasan bahkan keinginan. Bahkan Rasulullah pernah bersabda bahwa saya itu ingin bisa berjihad kemudian mati, kemudian dihidupkan lagi, jihad lagi, mati lagi, dihidupkan lagi sampai sepuluh lagi. Karena begitu mulianya mati syahid.

Q. MENURUT ANDA APAKAH MASYARAKAT YANG PERCAYA AKAN TINDAKAN KEMARTIRAN PEDULI BILAMANA SESEORANG MELAKUKAN TINDAKAN MARTIR TAPI HANYA BERHASIL MELEDAKKAN DIRI SENDIRI DAN GAGAL MEMBUNUH MUSUHNYA ? MENGAPA ?

A: Bukan, niat syahid itu harus untuk Allah. Kalau waktu-waktu perang lain lagi. Kalau istimata lain lagi, tapi semua itu kan kembalinya pada kesyahidan itu. Tapi kalau sudah perang sudah lain. Tapi kalau tidak perang, seperti misalnya di London, di Amerika itu harus ada perhitungan.

Q. MENURUT ANDA APAKAH TUHAN LEBIH MEMILIH ATAU MENGASIHI SEORANG MARTIR YANG BERHASIL MEMBUNUH 100 MUSUH ATAU 1 MUSUH ?

A. Nilai pahala sama.

Q. BERKAITAN DENGAN KONDISI GLOBAL DUNIA INI KIRA-
KIRA APA YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN NEGARA BARAT DAN TERUTAMA AMERIKA AGAR MAKIN DAMAI, APA PERILAKU-PERILAKU YANG HARUS DIRUBAH KIRA-KIRA ?

A. Yang harus dirubah adalah menghentikan permusuhannya terhadap Islam. Tapi itu tidak mungkin karena itu sudah Sunnatullah mereka akan memusuhi kita. Tapi mereka pasti akan kalah. Bukan berarti saya ahli lamar, mereka akan hancur dan yang akan menang islam. Begitu Rasulullah bilangnya. Kalau orang Islam bisa habis ndak apa-apa, tapi Islam mesti menang. Orang barat pasti hancur nanti. Karena mereka bathil kan mesti hancur, cepat atau lambat. Uni Sovyet sudah hancur, Amerika itu sebentar lagi. Tidak memusuhi dan membiarkan Islam berkembang dan akhirnya harus dibawah islam. Kalau tidak mau dibawah islam kacau, titik. Kalau ingin damai harus diatur oleh islam.

Q. KALAU MASIH NGOTOT ?

A. Ya akan terus dilawan, dan mesti kalahnya. Yang bathil mesti kalah, cepat atau lambat. Saya dulu juga pernah kirim surat pada Bush, saya bilang kamu mesti kalah, tidak ada gunanya kamu berbuat. Laughing

Itu semua sudah ada dalam Quran. Waktu itu lewat pengacara saya, saya kirim lewat kedutaan, entah sampai atau tidak. Kamu itu percuma, mesti kalahnya. Sudah ada ayat-ayat yang menujukkan. Kamu sudah mengeluarkan biaya sedemikian banyaknya kamu nanti mesti kecewa. Ayatnya itu ada, jadi saya bukan tukang ramal, tapi saya mendapat informasi dari Allah, maka saya nggak pernah kecil hati, nanti ada saatnya.

Tapi saya menjadi susah melihat kondisi umat islam sendiri. Jadi kalau umat islam itu kalah bukan karena orang lain, karena umat islamnya sendiri. Karena rusaknya orang islam. Orang islam itu kalau tidak rusak pasti dapat pertolongan dari Allah, kalau dapat pertolongan mesti menang kan. Tapi karena rusak tidak dapat pertolongan.

Q. KALAU ADA FACTOR YANG MENYEBABKAN ISLAM KALAH MISALNYA SENJATA, KALAU UMAT ISLAM MENGGUNAKAN NUSKLIR MISALNYA, BAGAIMANA MENURUT USTADZ ?

A. Ya, kalau memang diperlukan boleh. Tapi umat islam itu kalau berperang berusaha sesedikit mungkin. Maka Allah memerintahkan kita dalam surat 8 ayat 60, itu perintah untuk kita mempersiapkan kekuatan senjata. Itu perintah. Tapi bukan untuk membunuh, tapi disitu digunakan untuk menakut-nakuti musuhmu dan musuh Allah. Tujuan utama nakut-nakuti. Shocked Shocked

Kalau sudah takut dan nggak ganggu ya sudah, tapi kalau meleset ya harus dibunuh. Maka Nabi Muhammad berusaha, itu dalam peperangannya minim sekali.

Q. KALAU PANDANGAN PRIBADI USTADZ TERHADAP KEJADIAN BOM DI TANAH AIR, BOM BALI, MARRIOT DAN BOM KUNINGAN, BAGAIMANA ?

A. Saya nilai semua itu mujahid. Niat mereka baik, ingin jihad di jalan Allah tujuannya adalah untuk mencari ridho Allah. Kemudian sasaran mereka sudah betul. Yaitu Amerika, karena Amerika sedang memerangi islam. Jadi tujuannya sudah betul, sasaran yang diserang sudah betul, tapi perhitungannya yang perlu dipersoalkan. Kalau saya berpendapat, kalau ngebom itu di wilayah konflik. Atau kalau di wilayah aman ya di wilayah musuh. Bukan di negara yang banyak orang islamnya.

Q. PERHITUNGAN YANG SALAH ITU APAKAH TERMASUK, MISALNYA TERNYATA ADA KORBAN UMAT MUSLIM ?

A. Ya artinya antara lain. Kalau perhitungan saya, kalau ngebom di wilayah aman itu mudah difitnah mudah ditunggangi. Ini pendapat saya, bisa salah. Oleh karena itu saya tetap menilainya sebagai mujahid adapun salahnya itu sebagai manusia, biasa. Salah itu biasa. Lagipula mereka ini bukan langkah awal mereka ini membela diri.

Q. ARTINYA USTADZ MENGANGGAP BAHWA MEREKA TIDAK MENYERANG ?
A. Tidak menyerang, karena mereka membela diri. Mestinya mereka tidak harus dihukum. Bali itu yang 200 orang terbunuh, itu bomnya Amerika itu. Shocked Rolling Eyes Rolling Eyes Mini nuklir itu, nggak mungkin Amrozi bisa melakukan itu.

Q. AMROZI BILANG SENDIRI KE USTADZ ?

A. Ya dia sendiri heran bisa meledakkan itu, ya itu pertolongan Allah memang betul ya, tapi kan bukan dia yang mbikin, tapi ditunggangi oleh Amerika. Laughing Laughing Itu banyak buktinya dan polisi tidak berani menyelidiki selanjutnya. Jadi Bali itu sebenarnya yang mematikan 200 orang itu bomnya Amerika, bukan bomnya Amrozi. Menurut seorang ahli Inggris, itu bukan bomnya Amrozi, ente tanya Fauzan ngerti itu. Itu bomnya CIAnya yahudi, Mossad dan kerjasama dengan CIA.

Saya pernah tukar pikiran juga dengan polisi. Mereka diam saja. Saya bilang, “bapak itu bodoh, kalau Amrozi bisa bikin itu kok malah dihukum, harusnya kan diangkat jadi penasihat militer.” Wong nggak ada militer yang bisa begitu, polisi saja nggak bisa bikin bom yang begitu.

Saya nggak tahu kok, saya itu nggak pernah kenal. Tapi Ali Imron dalam sidang pernah saya tanya, “Iya, saya yang melakukan.” Saya pun percaya. Kata seorang ahli bom dari Australia, orang yang percaya bahwa bom itu dibuat oleh Amrozi dkk yang dari karbit itu adalah orang idiot. Kalau ahli bom Inggris, yang saya pernah baca dari majalah itu. Kalau memang benar Amrozi yang melakukan bom tersebut harus diberi hadiah nobel. Jadi dihukum mati itu tidak adil, dihukum itu tidak adil.

Q. SAYA INGIN MEMINTA PENDAPAT USTADZ TENTANG BUKUNYA
NASIR ABAS, DIMANA SALAH SATUNYA MENYEBUT USTADZ ADALAH AMIR JI ?

A. Itu pengkhianatan, namanya pengkhianatan itu. Jadi saya di Malaysia itu ada jamaah, namanya jamaah Sunnah, itupun hanya urusan mengaji saja.

Q. TAPI USTADZ MENGETAHUI BAHWA NASIR ABAS, ADALAH SALAH SEORANG MURID USTADZ ?

A. Iya, saya tahu. Tapi bukan murid disitu, dia bekas muridnya ustadz Hasyim Gani namanya, saya bergabung sama dia. Sudah meninggal sekarang. Itu saya menilai, buku Nasir Abas itu hanya karena disuruh oleh polisi, dan uang.

Q. MENURUT USTADZ, ISINYA TIDAK BENAR, TERUTAMA MENGENAI
JEMAAH ISLAMIYAH DAN MENYEBUT USTADZ SEBAGAI AMIR ?

A. Ya, kan tidak terbukti di pengadilan. Pengadilan saja tidak bisa membuktikan.

Abas refused to openly condemn Ba’asyir or accuse him of ordering any terrorist operations, always respectfully referring to Ba’asyir as Ustadz. In July 2005 Abas published Membongkar Jamaah Islamiyah (Unveiling
Jamaah Islamiyah). The first part of the book details JI’s organization, ideology and strategy. The second part is a rebuttal to Samudra’s own book , Aku Melawan Terroris, and what Abas believes to be a tendentious use of the Quran and Hadith to justify suicide bombing and violence against fellow Muslims and civilians.

In between my interviews with Ba’asyir I interviewed Abas, who says that he quit JI over Ba’asyir’s refusal to condemn or contain the operations and influence of Riduan Isamuddin (aka Hambali). In January 2000, Hambali hosted a meeting in an apartment owned by JI member Yazid Sufaat in Kuala Lumpur that included 9/11 mastermind Khalid Sheikh Mohammed and 9/11 highjackers Khalid al-Mihdhar and Nawaf al-Hamzi. As Abas tells it, Hambali, who was JI’s main liaison with Al-Qaeda and a close friend and disciple of Khalid Sheikh Muhammed, was given control of Mantiqi 1, which covered the geographical region of Malaysia and environs and was strategically responsible for JI finances and economic development. But Hambali was dissatisfied being saddled with the “economic wing” (iqtisod) and wanted to play a more active role in the conflict zones. The then-leader of Mantiqi 3, Mustafa (now in custody) blocked Hambali from muscling in on his area but Hambali was able to send fighters to fight Christians in Ambon (Maluku) in 1999, which was under Mantiqi 2 (covering most of Indonesia and strategically responsible for JI recruitment and organizational development). Encouraged by success in heating up the Maluku crisis, Hambali decided first to extend his (and al-Qaeda’s) conception of Jihad to all of Indonesia (including the 1999 bombing of the Atrium Mall in Jakarta, the August 2000 bombing of the Philippines Ambassador’s house, and 17 coordinated Church bombings on Christmas eve 2000) and then to “globalize” the Jihad by enlisting suicide bombers to hit Western targets and interests (including a failed plot to blow up Singapore’s American, Australian and Israeli embassies in December 2001, and the successful 2002 Bali bombings and 2003 suicide attack on Jakarta’s Marriott hotel). Although Abas argues that JI shouldn’t be outlawed because many in JI reject Al-Qaeda’s vision of global jihad, in fact JI’s infrastructure and leadership continue to protect (with safe houses) and condone (as “self-defense”) efforts by the likes of master-bomber Dr. Azhari bin Hussain and his constant sidekick, JI’s top recruiter Nurdin Nur Thop, who some tell me recently established a suicide squad, called Thoifah Muqatilah, for large actions against Western interests.

Q. APA DASAR NASIR ABAS MENULIS BUKU TERSEBUT ?

A. Ndak tahu saya. Dasarnya disuruh polisi, dikasih uang. Dasarnya hanya itu. Pokoknya semua pekerjaan itu disuruh polisi dan dikasih uang. Ketemu saya saja nggak berani itu. Kalau ketemu saya akan saya suruh jihad ke Checnya atau ke Philipina selatan sampai mati baru tobatnya bisa diterima. Ngarang-ngarang cerita. Shocked

Q. SAYA DENGAR NASIR ABAS PERNAH KESINI, APA TIDAK KETEMU USTADZ ?

A. Tidak, untuk ketemu yang lain-lain.

According to Abas, JI’s essential organization and ideology is outlined in a set of general guidelines for the Jemaah Islamiyah Struggle (Pedoman Umum Perjuangan al-Jamaah al-Islamiyah, PUPJI), a 44-page manual that contains a constitution, outlines the roles of office bearers and gives details of how meetings must be organized (e.g., about what to do if a quorum cannot be obtained in the leadership council). The guidelines declare that anyone who adheres to fundamental Islamic principles that are devoid of corruption, deviation (e.g. Sufism) or innovation, can take the bayat (oath of allegiance) to the Emir of JI and become a JI member.
Although JI would be, in principle, open to anyone who meets these conditions, in fact only carefully selected individuals, including the Mantiqi leaders, were allowed to take the bayat and obtain copies of the PUPJI. Such individuals generally (but not always) would have undergone previous training in Afghanistan or graduated at the top of their class in courses that Sungkar and Ba’asyir designed for JI recruitment (though designation of courses as JI was unknown to potential recruitees). Abas fulfilled both conditions. Although many people (including some Afghan Alumni I have interviewed) think of themselves as JI, or are not certain of whether or not they belong to JI, Abas insists that if they did not formally take the bayat they are considered sympathizers or supporters of JI but not members (just as some prisoners at Guantánamo are sincerely uncertain as to whether or not they belong to al-Qaeda if they did not formally take the bayat to Bin Laden).

Abas says the PUPJI was drafted by a committee, including Ba’asyir, and then formally approved by Sungkar as the basis for JI. When asked about the PUPJI in an earlier (untaped part of the) interview, Ba’asyir claimed, on the one hand, that the PUPJI manual was planted by police and intelligence services but, on the other hand, that it contains sound principles modeled on the doctrine of the Egyptian Islamic Group (Gama’at Islamiyah). Abas says that the manual also contains elements of Indonesia’s military organization, particularly in regard to the ranking of personnel (binpur) and responsibility for territory (bintur). He adds that although the PUPJI allows the JI to conduct itself as a “secret organization” (tanzim sir) – and conceal its doctrine, membership and operations from public view – it does not allow the practice of taqiyyah (dissimulation) to extend to lying to the (Muslim) public (another reason Abas gives for his leaving JI).

Q. USTADZ, KALAU BOLEH TAHU KAPAN PERTAMA KALI USTADZ MENDENGAR NAMA AL QAEDA ?

A. Setelah saya diperiksa polisi, saya kan pernah diperiksa waktu saya melaporkan karena saya difitnah oleh Time. Kan saya pernah menuntut Time, saya tuntut Time. Saya pernah akan dikasih 100 juta rupiah untuk menghentikan, tapi saya tidak tahu bagaimana kasusnya itu sekarang. Ketika itu saya dicurigai, tapi tidak ditahan. Saat itu saya baru mendengar nama Al Qaedah itu. Ketika itu polisi di bagian intel, namanya saya lupa itu. Saya diperiksa dari pagi sampai sore. Ditanya apa saya tahu nama ini. Baru itu saya mendengarnya. Sebelum itu tidak pernah tahu, wong nggak pernah ada. Saya kan pernah di Pakistan mosok nggak denger. Saya kan nganter anak saya, saya kan jumpa orang-orang Arab tapi nggak pernah dengar nama itu. Di kantor polisi itu saya baru dengar.

Q. KALAU SYEKH OSAMA BIN LADEN ?

A. Saya sudah dengar, lama itu sudah dengar lama. Membaca tulisan-tulisan, melihat videonya, ketemu orang-orang Arab waktu di Pakistan itu cerita-cerita tentang Osama bin Laden. sekitar itu waktu saya mengantar Abdur Rahim anak saya. Siapa yang tidak kenal Osama? Dia mujahid waktu melawan Uni Sovyet itu dia mempunyai pasukan sendiri yang dibiayai sendiri. Itu kan pahlawan yang dipuji Amerika dulu, dia kan dibantu Amerika juga.
Amerika kan membonceng karena Amerika kan tidak berani dengan Sovyet kan. Mereka takut dengan Sovyet terus mbonceng Afghan.

Other members of JI who freely acknowledge sympathy with Bin Laden and Qaeda say much the same thing.

For example, I interviewed the JI member who founded the first mujahedin training camp in 2000 for the conflict in Poso, Sulawesi. He had earlier been sent by JI founder Abdullah Sungkar during the Soviet-Afghan War to train in Abu Sayyafs’s Ihtihad camp in Sada, Pakistan and to study with Abdullah Azzam, Bin Laden’s mentor and the person who first formulated the notion of “Al-Qaeda sulbah” (“the strong base”) as a vanguard for jihad. This JI member also acknowledges hosting 9/11 mastermind Khalid Shaikh Muhammed at his home in Jakarta for a month in 1997. Yet, he claims never to have heard of “Al-Qaeda” applied to a specific organization or group headed by Bin Laden until 9/11.
Ba’asyir sent his younger son, Abdul Rahim, to the Afghanistan border during the Soviet-Afghan war to spend time under the wing of Aris Sumarsono (aka Zulkarnaen, who became JI’s operations chief) later enrolling Rahim in an Islamic high school in Faisalabad, Pakistan. Seeking a stricter salafist education for his son, Ba’asyir directed Rahim in the mid-nineties to Sana’a, Yemen, to study under Abdul Madjid al-Zindani (like Abdullah Azzam, Zindani was a legend among self-proclaimed “Afghan Alumni” who fought the Soviets). By 1999, Rahim was in Malaysia and soon under Hambali’s stewardship. Abdul Rahim now operates freely in Indonesia but he is suspected of having taken over JI’s contacts with Al-Qaeda remnants after Hambali’s capture.

Q. KALAU BERTEMU BELUM PERNAH USTADZ ?

A. Nggak, nggak. Saya ingin malahan, mudah-mudahan bebas ini bisa ketemu.

Ba’asyir’s statement that he never met Bin Laden is contradicted by testimony from other JI members, both free and in custody. In the following letter (authenticated by Indonesian intelligence) dated August 3, 1998 and addressed to regional jihadi leaders, Ba’asyir and Sungkar state they are acting on Bin Laden’s behalf to advance “the Muslim world’s global jihad” (jabhah Jihadiyah Alam Islamy) against “the Jews and Christians.”
Malaysia, 10 Rabiul Akhir 1419 [August 3, 1998]
From: Abdullah Sungkar and Abu Bakar Ba’asyir
To: Al Mukarrom, respected clerics, teachers (ustadz), sheikhs
All praises upon God who has said:
“The Jews and Christians will never be satisfied until you follow their way of worship” Al Baqarah: 120 Praise and peace upon Prophet Muhammed who has said:
“If I’m still alive, I’ll surely expel the Jews and Christians out of the Arabian peninsula” And may God bless us and any of his followers who want to follow his orders.
Respected clerics, teachers and sheikhs This letter is to convey a message from Sheikh Osama Bin Laden to all of you. We send you this letter because we can’t visit and see you directly. However, we send our envoy, Mr. Ghaus Taufiq [a Darul Islam commander in Sumatra], to bring this letter personally to all of you.
We also attach Bin Laden’s written message in this letter and Bin Laden also sends these messages to all of you:
1. Bin Laden conveys his regards “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh)
2. Bin Laden says that right now, after “Iman” (to believe in God), the most important obligation for all Moslems in the world is to work hard to free the Arabian Peninsula from the occupation of Allah’s enemy America (Jews and Christians).
This obligation is mathalabusy syar’i (a consequence of the sharia) that every Moslem must not consider this obligation to be a simple matter. Prophet Muhammed, although he was sick, ordered the Muslim ummah to prioritize their obligation to expel the infidels from the Arabian Peninsula. Therefore, as the Prophet has said, the Muslim ummah must take this obligation seriously. It is very important for the Muslim world to work very hard to free the Arabian Peninsula from colonization by the infidel Americans.

If we can free the Arabian peninsula as masdarul diinul Islam (the source of Islam) and makorrul haromain (Holy Mecca) from occupation by the infidel Americans, Inshallah (God willing) our struggle to uphold Islam everywhere on God’s land will be successful. Stagnation and the difficulty in upholding Islam at present stems from the occupation of the Arabian Peninsula by the infidel America.

This great struggle must be put into action by the ummah (Muslim community) all over the world under the leadership and guidance of clerics in their respective countries. Under such leadership, we will prevail.

The first step of this struggle is issuing fatwa (Islamic edict) from clerics all over the world addressed to thekingdom of Saudi Arabia. The edict must remind the King what Prophet Muhammed said about the obligation
for the Muslim ummah to expel the infidels from the Arabian Peninsula. Otherwise, this world will suffer a catastrophe. These edicts will give strong encouragement and influence to the King of Arabia. This is the
message from Osama bin Laden conveys to all of you.

Sheikh Osama bin Laden really wants to visit all clerics and Islamic preachers everywhere in the world to share his views so that there will be a common understanding about this momentous struggle. In the end, we will have similar movements simultaneously across the world. However, Bin Laden realizes that the situation outside his sanctuary is not presently safe. He also awaits your visit with his deep respect so that this great struggle may proceed. These are Bin Laden’s messages that we convey to all of you.

We take this opportunity to explain certain facts about Bin Laden:
• At present, Sheikh Osama stays in Afghanistan, in the Kandahar area, under the protection of Taliban
• He doesn’t oppose either the Taliban or Mujahideen. He’s trying to unify both groups.
From his camp in Kandahar, Bin Laden organizes plans to expel infidel America from the Arabian Peninsula by inviting ulemas and preachers from all over the world. In this camp, Bin Laden is accompanied by a number of Arab mujahideen, especially those who previously fought in Afghanistan. Bin Laden and these mujahideen prepare to form “jabhah Jihadiyah Alam Islamy” (The global jihadi coalition in the Moslem world) to fight against America.

The above information is about Sheikh Osama Bin Laden that you should know. If you have the time and commitment to visit Sheikh Osama, Inshallah we can help you meet him safely.
We praise God to all of you for your attention and cooperation.
Jazakumullah khoirul jaza (Thanks to God the best thanks)
Wassalamu’alaukim, Your brother in Allah
Abdullah Sungkar
Abu Bakar Ba’asyir

Q. DIMANA, USTADZ MAU MENCARI KESANA ?

A. Kalau ada, tapi mana bisa. Saya juga masalah Osama itu tegas jawaban saya waktu dipersidangan. Saya simpati dengan perjuangannya, Osama itu tentara Allah. Kalau saya lihat ceritanya, sudah begitu Osama itu mujahid, tentara Allah.

Q. ARTINYA TETAP BERADA DISISI BELIAU ?

A. Banyak yang cerita, dan memang benar. Adapun langkah, perhitungan ada salah, manusia biasa. Tapi tidak semua langkahnya saya setujui. Antara lain, dia menyuruh ngebom-ngebom itu tidak saya setujui. Pengakuannya kan jemaah islamiyah itu kan itu kan mengikuti fatwanya. Kan fatwanya itu semua orang Amerika harus dibunuh, dimana saja harus dibunuh. Karena Amerika itu harus dibunuh, termasuk warganegara. Pokoknya ada warga Amerika harus diserang. Dia perlawanan total, itu yang saya tidak saya setuju. Kalau di negara Islam, kalau kena fitnah akibatnya dirasakan orang Islam. Kalau di negara mereka silahkan.

Q. ITU ARTINYA PERLAWANAN TERHADAP AMERIKA TIDAK AKAN PERNAH BERHENTI KAN ?

A. Nggak akan dan itu wajib hukumnya. Orang Islam yang tidak benci Amerika berdosa. Orang Islam yang tidak benci kepada Amerika, yang saya maksud Amerika itu regim George Bush, itu tanda tidak ada Iman. Paling sedikit menyerang itu kan ada tiga; dengan tangan, dengan lisan dan dengan hati.

Q. ARTINYA, PEMERINTAHAN, KEBIJAKAN-KEBIJAKANNYA ?

A. Kalau warganya, kalau warganya yang baik ya tidak apa-apa. Apalagi yang muslim itu kan saudara. Kalau yang nggak muslim pun nggak apa-apa, asal mereka tidak mengganggu kita. Itu yang jadi saksi kemarin, Frederick Burks. Itu dia sendiri yang menulis, dia kan melawan Bush.

Q. BAGAIMANA KALAU REGIMNYA BERGANTI DAN KEBIJAKANNYA BERUBAH ?

A. Ya itu kita lihat, selama tidak ada tujuan memerangi secara an-sich. Kemudian Islam dibiarkan berkembang, pokoknya Islam itu harus berkuasa. Itu memang doktrin Islam. Islam dikuasai itu tidak boleh. Itu hukumnya Allah kok berlindung dibalik hokum manusia, mana ada. Hukumnya Allah ya harus diatas manusia, yang lain dibawahnya. Itu yang nggak dimaui sama kafir itu kan, yang ditakuti Amerika itu kan itu.

Saudara baca buku; Wajah Kebudayaan Amerika oleh Adian Husaini, itu buku bagus itu. Tebel bukunya. Wajah kebudayaan barat, bukan Amerika. Kesimpulannya adalah itu. Jadi memang ada beberapa doktrin dari beberapa cendekiawannya untuk memusuhi Islam, memang iya. Clash civilitation itu memang betul itu, pembahasannya memang betul. Selamanya islam dan kafir itu clash. Nggak ada Islam dan kafir itu rukun, yang hak dengan yang batil kok.

Twisted Evil Twisted Evil

PS: Sudahkah anda merasakan kedamaian Islam ? hehehheheheh…. Twisted Evil

21 Tanggapan to “salah satu alasan juga buat murtad”

  1. Nugroho Says:

    Lucu ya,
    > > uang Rp 20.000,-an kelihatan begitu besar
    > > bila dibawa ke kotak amal mesjid,
    > > tapi begitu kecil
    > > bila kita bawa ke supermarket
    > >
    > > Lucu ya,
    > > 45 menit terasa terlalu lama
    > > untuk berzikir,
    > > tapi betapa pendeknya waktu itu
    > > untuk pertandingan sepakbola
    > >
    > > Lucu ya,
    > > betapa lamanya 2 jam berada
    > > di Masjid,
    > > tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu
    > > saat menikmati pemutaran film di bioskop
    > >
    > > Lucu ya,
    > > susah merangkai kata
    > > untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat,
    > > tapi betapa mudahnya
    > > cari bahan obrolan bila ketemu teman
    > >
    > > Lucu ya,
    > > betapa serunya perpanjangan waktu
    > > dipertandingan bola favorit kita,
    > > tapi betapa bosannya bila imam
    > > sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.
    > >
    > > Lucu ya,
    > > susah banget baca Al-Quran 1 juz saja,
    > > tapi novel best-seller 100
    > > halamanpun habis dilalap
    > >
    > > Lucu ya,
    > > orang-orang pada berebut paling
    > > depan untuk nonton bola atau konser
    > > tapi berebut cari shaf paling
    > > belakang bila Jumatan agar bisa cepat keluar
    > >
    > > Lucu ya,
    > > kita perlu undangan pengajian 3-4
    > > minggu sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda kita,
    > > tapi untuk acara lain jadwal kita gampang diubah seketika
    > >
    > > Lucu ya,
    > > susahnya orang mengajak
    > > partisipasi untuk dakwah,
    > > tapi mudahnya orang
    > > berpartisipasi menyebar gossip
    > >
    > > Lucu ya,
    > > kita begitu percaya pada yang
    > > dikatakan koran,
    > > tapi kita sering mempertanyakan
    > > apa yang dikatakan Al Qur’an
    > >
    > > Lucu ya,
    > > semua orang inginnya masuk surga
    > > tanpa harus beriman, berpikir,
    > > berbicara ataupun melakukan apa-apa
    > >
    > > Lucu ya,
    > > kita bisa ngirim ribuan jokes
    > > lewat email,
    > > tapi bila ngirim yang berkaitan
    > > dengan ibadah sering mesti
    > > berpikir dua-kali

    ——————————————————————————–

    > > Seseorang dapat dikatakan dia telah berfikir secara dewasa
    > > apabila dia dapat mentertawakan dirinya sendiri.
    > > Sudah dewasakah kita ?
    > >
    > > “Dan sampaikanlah berita gembira
    > > kepada orang-orang mu’min bahwa
    > > sesungguhnya bagi mereka karunia
    > > yang besar dari Allah.” (QS. 33:47)

  2. Dukut Nugroho Says:

    Di sebuah negeri zaman dulu kala, seorang pelayan raja tampak gelisah. Ia bingung kenapa raja tidak pernah adil terhadap dirinya. Hampir tiap hari, secara bergantian, pelayan-pelayan lain dapat hadiah. Mulai dari cincin, kalung, uang emas, hingga perabot antik. Sementara dirinya tidak.

    Hanya dalam beberapa bulan, hampir semua pelayan berubah kaya. Ada yang mulai membiasakan diri berpakaian sutera. Ada yang memakai cincin di dua jari manis, kiri dan kanan. Dan, hampir tak seorang pun yang datang ke istana dengan berjalan kaki seperti dulu. Semuanya datang dengan kendaraan. Mulai dari berkuda, hingga dilengkapi dengan kereta dan kusirnya.

    Ada perubahan lain. Para pelayan yang sebelumnya betah berlama-lama di istana, mulai pulang cepat. Begitu pun dengan kedatangan yang tidak sepagi dulu. Tampaknya, mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing.

    Cuma satu pelayan yang masih miskin. Anehnya, tak ada penjelasan sedikit pun dari raja. Kenapa beliau begitu tega, justru kepada pelayannya yang paling setia. Kalau yang lain mulai enggan mencuci baju dalam raja, si pelayan miskin ini selalu bisa.

    Hingga suatu hari, kegelisahannya tak lagi terbendung. “Rajaku yang terhormat!” ucapnya sambil bersimpuh. Sang raja pun mulai memperhatikan. “Saya mau undur diri dari pekerjaan ini,” sambungnya tanpa ragu. Tapi, ia tak berani menatap wajah sang raja. Ia mengira, sang raja akan mencacinya, memarahinya, bahkan menghukumnya. Lama ia tunggu.

    “Kenapa kamu ingin undur diri, pelayanku?” ucap sang raja kemudian. Si pelayan miskin itu diam. Tapi, ia harus bertarung melawan takutnya. Kapan lagi ia bisa mengeluarkan isi hati yang sudah tak lagi terbendung. “Maafkan saya, raja. Menurut saya, raja sudah tidak adil!” jelas si pelayan, lepas. Dan ia pun pasrah menanti titah baginda raja. Ia yakin, raja akan membunuhnya.

    Lama ia menunggu. Tapi, tak sepatah kata pun keluar dari mulut raja. Pelan, si pelayan miskin ini memberanikan diri untuk mendongak. Dan ia pun terkejut. Ternyata, sang raja menangis. Air matanya menitik.

    Beberapa hari setelah itu, raja dikabarkan wafat. Seorang kurir istana menyampaikan sepucuk surat ke sang pelayan miskin. Dengan penasaran, ia mulai membaca, “Aku sayang kamu, pelayanku. Aku hanya ingin selalu dekat denganmu. Aku tak ingin ada penghalang antara kita. Tapi, kalau kau terjemahkan cintaku dalam bentuk benda, kuserahkan separuh istanaku untukmu. Ambillah. Itulah wujud sebagian kecil sayangku atas kesetiaan dan ketaatanmu.”
    **
    Betapa hidup itu memberikan warna-warni yang beraneka ragam. Ada susah, ada senang. Ada tawa, ada tangis. Ada suasana mudah. Dan, tak jarang sulit.

    Sayangnya, tak semua hamba-hamba Yang Maha Diraja bisa meluruskan sangka. Ada kegundahan di situ. Kenapa kesetiaan yang selama ini tercurah, siang dan malam; tak pernah membuahkan bahagia. Kenapa yang setia dan taat pada Raja, tak dapat apa pun. Sementara yang main-main bisa begitu kaya.

    Karena itu, kenapa tidak kita coba untuk sesekali menatap ‘wajah’Nya. Pandangi cinta-Nya dalam keharmonisan alam raya yang tak pernah jenuh melayani hidup manusia, menghantarkan si pelayan setia kepada hidup yang kelak lebih bahagia.

    Ya Allah begitu susahnya hati ini berprasangka baik terhadapMU.

    Pandanglah, insya Allah, kita akan mendapati jawaban kalau Sang Raja begitu sayang pada kita

  3. Dukut Nugroho Says:

    Al qur’an menjawab pertanyaan manusia

    Written by Abu Najib
    Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
    Qur’an
    Menjawab : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)
    mengatakan:” Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
    (Al-Ankabuut : 2). Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang
    sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

    Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
    Qur’an Menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat
    baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia
    amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
    (Al-Baqarah : 216)

    Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
    Qur’an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah : 286)

    Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?
    Qur’an Menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula)
    kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi
    (derajatnya) , jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)

    Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
    Qur’an Menjawab : dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.
    Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang
    kafir. (Yusuf : 87)

    Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
    Qur’an Menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan
    kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan
    negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali
    Imraan : 200) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan
    sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang
    yang khusyu’. (Al-Baqarah : 45)

    Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
    Qur’an Menjawab : Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. (At-Taubah : 129)

    Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
    Qur’an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang
    mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.
    (At-Taubah : 111)

  4. dukut nuroho Says:

    jagalah hati,
    jika hati tidak ditata
    maka hidup akan mudah nestapa
    dan semakin hina

  5. dukut Says:

    tahukah anda siapakah dukut nugroho itu

    wassalam

  6. Dukut Nugroho Says:

    AKU MENDENGAR RASULULLAH SAW BERSABDA “BARANG SIAPA MEMBACA SURAT AL WAQIAH SETIAP MALAM, MAKA DIA TIDAK AKAN TERTIMPA KEFAKIRAN”

  7. Dukut Nugroho Says:

    JAGALAH HATI ‘DUKUT nugroho

  8. dukut nugroho Says:

    kunci bagi segala sesuatu

    Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
    “Sesungguhnya Allah telah menjadikan bagi segala sesuatu kunci untuk membukanya, Allah menjadikan kunci pembuka shalat adalah bersuci sebagaiman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘Kunci shalat adalah bersuci’, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kunci pembuka haji adalah ihram, kunci kebajikan adalah kejujuran, kunci surga adalah tauhid, kunci ilmu adalah bagusnya bertanya dan mendengarkan, kunci kemenangan adalah kesabaran, kunci ditambahnya nikmat adalah syukur, kunci kewalian adalah mahabbah dan dzikir, kunci keberuntungan adalah takwa, kunci taufik adalah harap dan cemas kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kunci dikabulkan adalah doa, kunci keinginan terhadap akhirat adalah zuhud di dunia, kunci keimanan adalah tafakkur pada hal yang diperintahkan Allah, keselamatan bagi-Nya, serta keikhlasan terhadap-Nya di dalam kecintaan, kebencian, melakukan, dan meninggalkan, kunci hidupnya hati adalah tadabbur al-Qur’an, beribadah di waktu sahur, dan meninggalkan dosa-dosa, kunci didapatkannya rahmat adalah ihsan di dalam peribadatan terhadap Khaliq dan berupaya memberi manfaat kepada para hamba-Nya, kunci rezeki adalah usaha bersama istighfar dan takwa, kunci kemuliaan adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, kunci persiapan untuk akhirat adalah pendeknya angan-angan, kunci semua kebaikan adalah keinginan terhadap Allah dan kampung akhirat, kunci semua kejelekan adalah cinta dunia dan panjangnya angan-angan.

    “Ini adalah bab yang agung dari bab-bab ilmu yang paling bermanfaat, yaitu mengetahui pintu-pintu kebaikan dan kejelekan, tidaklah diberi taufik untuk mengetahuinya dan memperhatikannya kecuali seorang yang memiliki bagian dan taufik yang agung, karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan kunci bagi setiap kebaikan dan kejelekan, kunci dan pintu untuk masuk kepadanya sebagaimana Allah jadikan kesyirikan, kesombongan, berpaling dari apa yang disampaikan Allah kepada Rasul-Nya, dan lalai dari dzikir terhadap-Nya dan melaksanakan hak-Nya sebagai kunci ke neraka, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan khamr sebagai kunci segala dosa. Dia jadikan nyanyian sebagai kunci perzinaan, Dia jadikan melepaskan pandangan pada gamba-gambar sebagai kunci kegelisahan dan kegandrungan, Dia jadikan kemalasan dan kesantaian sebagai kunci kerugian dan luputnya segala sesuatu, Dia jadikan kemaksiatan-kemaksiatan sebagai kunci kekufuran, Dia jadikan dusta sebagai kunci kenifakan (kemunafikan -ed), Dia jadikan kekikiran dan ketamakan sebagai kunci kebakhilan, memutus silaturahim, serta mengambil harta dengan cara yang tidak halal dan Dia jadikan berpaling dari apa yang dibawa Rasul sebagai kunci segala kebid’ahan dan kesesatan.

    “Perkara-perkara ini tidaklah membenarkannya kecuali setiap orang yang memiliki ilmu yang shahih dan akal yang bisa mengetahui dengannya apa yang ada dalam dirinya dan apa yang berwujud dari kebaikan dan kejelekan. Maka sepantasnya seorang hamba memperhatikan dengan sebaik-baiknya ilmu terhadap kunci-kunci ini dan kunci-kunci yang dijadikan untuknya.” (Hadil Arwah 1/48-49)

    Dikutip dari artikel Kunci Kebaikan dan Kunci Kejelekan Majalah Al-Furqon No. 77 1429/2008 oleh Ummul Hasan.

  9. dukut nugroho Says:

    waktu-waktu yang mustajab
    waktu waktu yang mustajab

    Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang
    berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk
    berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik
    tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan
    tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang
    utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan,
    kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara
    lain.

    [1]. Sepertiga Akhir Malam

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu
    ‘alaihi wasallam bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun
    setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu
    berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa
    yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta
    ampun, pasti Aku akan mengampuninya” . [Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat
    bab Doa Nisfullail 7/149-150]

    [2]. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa

    Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa
    yang tidak ditolak”. [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da’watuhu
    1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya
    oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].

    [3]. Setiap Selepas Shalat Fardhu

    Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
    ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,
    beliau menjawab.

    “Artinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat
    fardhu”.
    [Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani
    dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].

    [4]. Pada Saat Perang Berkecamuk

    Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
    wa
    sallam bersabda.

    “Artinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada
    saat adzan dan doa tatkala peang berkecamuk”. [Sunan Abu Daud, kitab Jihad
    3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa’ 3/360. Hakim dalam
    Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan
    Al-Albani dalam Ta’liq Alal Misykat 1/212 No. 672].

    [5]. Sesaat Pada Hari Jum’at

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi
    wa sallam bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak
    bertepatan
    seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah
    melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan
    sedikitnya waktu tersebut”. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/166.
    Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]

    Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing
    riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang
    telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203.

    Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik
    mimbar hingga selesai shalat Jum’at atau hingga selesai waktu shalat ashar
    bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

    [6]. Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur
    Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah

    Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
    ‘alaihi wasallam bersabda.

    “Artinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun
    padamalam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat
    melainkan Allah akan mengabulkannya” . [Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No.
    3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]

    Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[An-Nihayah fi Gharibil Hadits
    1/190]
    Yang dimaksud dengan “ta’ara minal lail” terbangun dari tidur pada malam
    hari.

    [7]. Doa Diantara Adzan dan Iqamah

    Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
    wa
    sallam bersabda.

    “Artinya : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah”. [Sunan Abu
    Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat
    13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani,
    kitab Tamamul Minnah hal. 139]

    [8]. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat

    Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
    sallam bersabda.

    “Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhl ah berdoa
    sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. [Shahih Muslim, kitab Shalat
    bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa Sujud 2/48]

    Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.

    [9]. Pada Saat Sedang Kehujanan

    Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu
    ‘alaihi wasallam bersabda.

    “Artinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa
    pada waktu kehujanan”. [Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi
    2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3078].

    Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak
    ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat
    khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [Fathul Qadir 3/340].

    [10]. Pada Saat Ajal Tiba

    Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari
    wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu
    beliau memejamkannya kemudian bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan
    mengikutinya’ . Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : ‘Janganlah
    kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat
    mengamini apa yang kamu ucapkan”. [Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]

    [11]. Pada Malam Lailatul Qadar

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu
    turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk
    mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”.
    [Al-Qadr : 3-5]

    Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa
    setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud Dzakirin hal. 56]

    [12]. Doa Pada Hari Arafah

    Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya dari kakeknya
    bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Artinya : Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah”. [Sunan At-Tirmidzi,
    bab
    Jamiud Da’waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta’liq alal Misykat
    2/797 No. 2598]

    [Disalin dari buku Jahalatun nas fid du’a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam
    Berdoa, oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 181-189,
    terbitan Darul Haq, penerjemah Zainal Abidin Lc]

  10. DUKUT NUGROHO Says:

    kekuatan sedekah

    Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sbb :

    Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bu mipun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumipun terdiam.

    Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung ?”

    Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi),

    Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi ?”

    Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer setelah dibakar api),

    Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api ?”

    Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air),

    Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air ?”

    Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air disamudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat),

    Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua ?”

    Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya “.

    Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih , tulus dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain .

    Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat , dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya” .

    Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia.

    Ganjaran bersedekah

    RasulAllah Shollallahu Alaihi Wa Sallam menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi berkah..

    Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang berlipatganda (700 kali) dan ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda RasuluAllah SAW, sbb :

    Z Allah Ta’ala berfirman, ” Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah ” . {Qs. Al Lail (92) : 5-8}

    Z Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan ( nafkah yang dikeluarkan oleh ) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki . Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui” . {Qs. Al Baqarah (2) : 261}

    Z RasulAllah SAW bersabda, ” Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru, “Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah “. Yang satu lagi menyeru ” musnahkanlah orang yang menahan hartanya ” .

    Tolak Bala dengan Sedekah

    Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda RasulAllah SAW , sbb :

    Z ” Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah ” .

    Z ” Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah ” .

    Z ” Obatilah penyakitmu dengan sedekah” .

    Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui dipinggir jalan dengan pemikiran bahwa mereka (pengemis/pengamen tsb) menjadikan meminta-minta sebagai profesinya, tidak mendidik, dll. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan setan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah) , sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk gemar bersedekah,

    Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/pengamen tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Pengemis/pengamen/ fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah) ???

    Atau kalo kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis/pengamen/ fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah uang sebelum sholat Jum’at dan memasukkan ke kotak-kotak amal yang tersedia dan biasakan dengan memberi sejumlah minimal setiap Jum’at, misalnya Jum’at ini kita menyumbang Rp. 10 ribu ke kotak amal maka sebaiknya Jum’at berikutnya harus sama, syukur-syukur bisa lebih dan terutama harus diiringi dengan keikhlasan.

    Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi didunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperoleh berlipatganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu.

    Sedekah yg pahalanya terus mengalir

    Dari Abu Hurairah RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW, telah bersabda : “Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal : amal jariyah , ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo’akannya ” (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad).

    Berikut contoh konkrit, sadaqah (amal) jariah, yang pahalanya terus mengalir walaupun si pemberi sadaqah telah wafat :

    SADAQAH JARIAH –

    KEBAIKAN YANG TAK BERAKHIR
    AL SADAQAT AL JARIYAH –

    THE ACTIONS WHICH OUTLIVES YOU !

    1. Berikan Al-Quran pada seseorang , setiap saat Al-Quran tersebut dibaca, anda mendapatkan kebaikan.
    Give Quran to someone and each time they read from it, you will gain hasanaat.

    2. Ajarkan seseorang sebuah do’a . Pada setiap bacaan do’a itu, anda mendapatkan kebaikan.
    Teach someone to recite a dua. With each recitation, you will gain hasanaat.

    3. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, anda mendapatkan kebaikan.
    Donate a wheel chair to a hospital and each time a sick person uses it, you will gain hasanaat.

    4. Tanam sebuah pohon . Setiap seseorang atau hewan berlindung dibawahnya atau makan buahnya, anda dapat kebaikan.
    Plant a tree. Each time any person or an animal sits under its shade or eats from the tree, you will gain hasanaat.

    5. Tempatkan pendingin air di tempat umum .
    Place a water cooler in a public place.

    6. Berbagi bacaan yang membangun dengan seseorang.
    Share constructive reading material with someone.

    7. Libatkan diri dalam pembangunan mesjid .
    Participate in the building of a mosque.

    8. Berbagi CD Quran atau Do’a .
    Share a dua or Quran CD.

    9. Bantulah pendidikan seorang anak .
    Help in educating a child.

    10. Bagikan pengetahuan ini dengan orang lain . Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat kebaikan sampai hari Qiamat.
    Share this with someone. If one person applies any of the above you will receive your hasanaat until the Day of Judgment.

  11. dukut nugroho Says:

    UNTUK DUKUT NUGROHO
    Rahasia Income Rp 1 Milyar per Bulan

    Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.
    Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.
    Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.
    Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan “tidur”. Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.
    Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, “Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”
    Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.
    “Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,” begitu beliau memulai penjelasannya.

    RAHASIA PERTAMA
    “Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).
    Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.
    Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.
    Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.” Beliau mengambil napas sejenak.

    RAHASIA KEDUA
    “Kemudian yang kedua,” beliau melanjutkan. “Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.
    Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat). Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, ‘Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.’ Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.
    Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.
    Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

    RAHASIA KETIGA
    “Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka,” begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. “Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.”
    “Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga”, saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).
    “Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?,” tanya beliau.
    “Ya, bagaimana caranya?” jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.
    “Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!” jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”
    “Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.
    “Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”
    “Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” saya bertanya lagi.
    “Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,” jawab beliau. “Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”

    RAHASIA KEEMPAT
    Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.
    “Yang keempat nih, Mas,” beliau memulai. “Jangan mempermainkan wanita”.
    Hm… ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.
    “Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.”
    “Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.
    “Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya.”
    Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.
    “Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,” beliau melanjutkan.
    Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.
    Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang….

    Menit-Menit Sangat Berharga Dalam Hidup

    Tempat mengadu, meminta, dan kembali segala urusan bagi orang beriman hanyalah Allah, Rasulullah memberitahukan menit-menit yang sangat berharga untuk menghadap dan memohon kepada Allah:

    1. Waktu sepertiga malam terakhir saat orang lain terlelap dalam tidurnya, Allah SWT berfirman:

    “….Mereka para muttaqin sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir malam, mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS Adz Dzariyat: 18-19).

    Rasulullah SAW bersabda: “Rabb (Tuhan) kita turun disetiap malam ke langit yang terendah, yaitu saat sepertiga malam terakhir, maka Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka Aku berikan kepadanya, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku ampunkan untuknya.” (HR Al Bukhari)

    Dari Amr bin Ibnu Abasah mendengar Nabi SAW bersabda: “tempat yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adala saat ia dalam sujudnya dan jika ia bangun melaksanakan sholat pada sepertiga malam yang akhir. Karena itu, jika kamu mampu menjadi orang yang berzikir kepada Allah pada saat itu maka jadilah.” (HR At Tirmidzi dan Ahmad)

    2. Waktu antara adzan dan iqamah, saat menunggu shalat berjamaah

    Rasulullah SAW bersabda: “Doa itu tidak ditolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah!” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

    Hadits Abdullah bin Amr Ibnul Ash ra, bahwa ada seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya para muadzin itu telah mengungguli kita,” maka Rasulullah SAW bersabda: “Ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh para muadzan itu dan jika kamu selesai (menjawab), maka memohonlah, kamu pasti diberi”. (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

    3. Pada waktu sujud, yaitu sujud dalam shlat atau sujud-sujud lain ang diajarkan Islam. (seperti sujud syukur, sujud tilawah dan sujud sahwi)

    “Kedudukan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR Muslim)
    Dan dalam hadits Ibnu Abbas ra, ia berkata: “Rasulullah SAW membuka tabir (ketika beliau sakit), sementara orang-orang sedang berbaris (sholat ) dibelakang Abu Bakar ra, maka Rasulullah SAW bersabda; “”Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak tersisa dari mubasysyirat nubuwwah (kabar gembira lewat kenabian) kecuali mimpi baik yang dilihat oleh seorang muslim atau diperlihatkan untuknya. Ingatlah bahwasanya aku dilarang untuk membaca Al Qur’an ketika ruku’ atau ketika sujud. Adapun didalam ruku’, maka agungkanlah Allah dan adapun di salam sujud, maka bersungguh-sunguhla h berdoa, sebab (hal itu) pantas dimaqbulkan bagi kamu semua.” (HR Muslim)

    4. Setelah sholat fardhu. Yaitu setelah melaksanakan sholat-sholat wajib yang limawaktu, termasuk sehabis sholat Jumat

    Allah berfirman: “dan bertasbihlah kamu kepadaNya di malam hari dan selesai sholat” (QS Qaaf: 40)
    “Rasulullah SAW ditanya tentang kapan doa yang paling didengar (oleh Allah), maka beliau bersabda: “Tengah malam terakhir dan setelah sholat-sholat yang diwajibkan.” (HR At Tirmidzi)

    5. Waktu-waktu khusus, tetapi tidak diketahui dengan pasti batasan-batasannya

    “Sesungguhnya di malam hari ada satu saat (yang mustajab), tidak ada seorang muslim pun yang bertepatan pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan urusan dunia dan akhirat melainkan Allah pasti memberi kepadanya.” (HR Muslim)

    Dalam kitab Al JAwabul Kafi dijelaskan: “…JIka doa itu disertai dengan hadirnya kalbu dan dalam penuh khusyu’ terhadap apa yang diminta dan bertepatan dengan salah satu dari waktu-waku yang ijabah yang enam itu yaitu: (1). sepertiga akhir dari wakt malam, (2). ketika adzan, (3). waktu antara adzan dan iqamah, (4). setelah sholat-sholat fardhu, (5) ketika imam naik ke atas mimbar pada hari Jumat sampai selesainya sholat Jumat pada hari itu, (6). waktu terakhir setelah Ashar”.

    Wassalamu’alaikum,

  12. dukut nugroho Says:

    MERAIH RIDHO DAN PERTOLONGAN MELALUI KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA

    Dari Abu Hurairoh: Rasulullah bersabda “ Adaa tiga hal yang tidak akan pernah aku tinggalkan hingga aku mati” pertama Puasa tiga hari setiap bulan (tgl 13,14,15) kedua dua rakaat shalat dhuha, ketiga melaksanakan shalat witir sebelum tidur”

    Dari Abu Darda: Rasulullah bersabda” sesungguhnya ALLOH telah berfirman “ wahai anak Adam AS, jangan merasa lemah untuk melaksanakan shalat 4 rakaat diawal siangmu (Dhuha) karena AKU akan mencukupimu disore hari (HR. Ahmad A Tarmidzi dan Abud Dawud).

    Barang Siapa yang mengerjakan shalat Subuh berjamaah kemudian setelah selesai ia duduk berdzikir kepada ALLOH hingga terbit matahari lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha) maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala Ibadah Haji dan Umrah, sempurna…. sempurna…. sempurna….( HR. At Tarmidzi)

    Dari Abu Hurairah, ia berkata “ Rasulullah SAW bersabda, siapa saja yang menjaga/melaksanakan dua rakaat shalat dhuha, akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih dilautan. ( HR. Ahmad at Tirmidzi dan Ibu Majah)

    Sesungguhnya disurga terdapat salah satu pintu yang dinamakan pintu dhuha, bila datang hari kiamat, malaikat penjaga surga ada yang memanggil: “manakah dia orangnya yang mendawamkan shalat dhuha?” Inilah pintu kalian maka masuklah dengan kasih sayang ALLOH (HR. Ath Tabrani)

    Bila engkau melaksanakan dua rakaat shalat dhuha engkau tidak dicatat sebagai hamba yang lalai, jika engkau melaksanakan 4 rakaat engkau dicatat sebagai hamba yang berbuat baik, jika engkau melaksanakan 6 rakaat, engkau dicatat sebagai hamba yang taat, jika melaksanakan 8 rakaat engkau dicatat sebagai hamba yang juara, jika melaksanakan 10 rakaat maka pada hari itu dosamu tidak dicatat, jika engkau melaksanakn 12 rakaat, ALLOH akan membangunkan untukmu rumah disurga HR. Al Baihaqi)

  13. dukut nugroho Says:

    Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini.
    Budi-pc
    Pudarnya Pesona Cleopatra
    _____________________________________
    Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di
    pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu.
    “Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu”, ucap beliau dengan nada mengiba. Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku. Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya.
    Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai.
    Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun. Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali.
    Adik ibuku, tante Lia mengakui Raihana cantik, “cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli!” kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan
    Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas Arab, dan bibir yang merah.
    Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia. Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku.

    Hari pernikahan datang. Duduk dipelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan empat group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai. Rabbighfir li wa liwalidayya!

    Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya. Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi
    kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang. Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang kerja. Aku merasa hidupku adalah sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia, keberadaanku sia-sia.

    Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama, karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab ” Tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga” Ada kekagetan yang kutangkap diwajah Raihana ketika kupanggil ‘mbak’, ” Kenapa mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa mas sudah tidak mencintaiku” tanyanya dengan guratan wajah yang sedih. “Wallahu a’lam” jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, “Kalau mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri kenapa mas ucapkan akad nikah? Kalau dalam tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang dan menegurnya, kenapa mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk membahagiakan mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku didunia ini”. Raihana mengiba penuh pasrah. Aku menangis menitikan air mata bukan karena Raihana tetapi karena kepatunganku.

    Hari terus berjalan, tetapi komunikasi kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya untukku. Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai dirumah habis Maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana tadi pagi. Memang aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. Raihana memandangiku
    dengan khawatir. “Mas tidak apa-apa ?” tanyanya dengan perasaan kuatir. “Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih” lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. “Mas airnya sudah siap” kata Raihana. Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri didepan pintu membawa handuk. “Mas aku buatkan wedang jahe” Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan. Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana mengejarku dan memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang dilakukan ibu. ” Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai apa, pakai balsam, minyak putih, atau jamu?” tanya Raihana sambil menuntunku ke kamar. “Mas jangan diam saja dong, aku kan tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membantu Mas”. ” Biasanya dikerokin” jawabku lirih. ” Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar Hana kerokin” sahut Raihana sambil tangannya melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana dengan sabar mengerokin punggungku dengan sentuhan tangannya yang halus. Setelah selesai dikerokin, Raihana membawakanku semangkok bubur kacang hijau. Setelah itu aku merebahkan diri di tempat tidur. Kulihat Raihana duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur sambil menghafal Al Quran dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin menangis, Raihana manis tapi tak semanis gadis-gadis mesir titisan Cleopatra.

    Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku untuk makan malam di istananya.” Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan aku perkenalkan denganmu” kata Ratu Cleopatra. ” Dia memintaku untuk mencarikannya seorang pangeran, aku melihatmu cocok dan berniat memperkenalkannya denganmu”. Aku mempersiapkan segalanya. Tepat puku 07.00 aku datang ke istana, kulihat Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan aku duduk di kursi yang berhias berlian. Aku melangkah maju, belum sempat duduk, tiba-tiba ” Mas, bangun, sudah jam setengah empat, mas belum sholat Isya” kata Raihana membangunkanku. Aku terbangun dengan perasaan kecewa. ” Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang suka, tetapi Mas belum sholat Isya” lirih Hana sambil melepas mukenanya, mungkin dia baru selesai sholat malam. Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi semakin tidak suka sama dia, dialah pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia berbuat baik membangunkanku untuk sholat Isya.

    Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa menyukai
    Raihana. Aku sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra.”Mas, nanti sore ada acara aqiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang” Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe. Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. ” Ma….maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana,” lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. ” Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din…Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. ” Ya Mas!” sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil “dinda”. ” Matanya sedikit berbinar. “Te…terima kasih.Di…dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah,” ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan. Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. ” Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?” Hana begitu bahagia.

    Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-maki diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini., Tapi, setetes embun cinta yang kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. Kecantikan aura titisan Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia ini.

    Acara pengajian dan aqiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan kami. Benar dugaan Raihana, kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. ” Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan ubundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal. Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan adanya
    pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia. Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki Raihana. Sambutan sanak saudara pada kami benar-benar hangat.
    Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang
    dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir tentang keturunan. ” Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin sekali menimang cucu” kata ibuku. ” Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang cucu, doakanlah kami. Bukankah begitu, Mas?” sahut Raihana sambil menyikut lenganku, aku tergagap dan mengangguk sekenanya.

    Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan
    kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa. Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis. Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak kuperhatikan lagi. Setiap
    saat nuraniku bertanya” Mana tanggung jawabmu!” Aku hanya diam dan mendesah sedih. ” Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta” gumamku.

    Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal dikontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, ” Mas untuk
    menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh dibawah bantal, no-pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita”. Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku
    sedikit lega. Setiap hari Aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan segalanya. Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir.

    Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku merasa tubuhku benar-benar lemas. Aku muntah-muntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut. Malam itu aku benar-benar tersiksa dan menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah segar. Tapi ada penyesalan dalam hati, aku belum sholat Isya dan terlambat sholat subuh. Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku ngak meninggalkan sholat Isya, dan tidak terlambat sholat subuh.
    Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya tutornya adalah
    professor bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang Mesir. Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani.
    “Apakah kamu sudah menikah?” kata Pak Qalyubi.
    “Alhamdulillah, sudah” jawabku.
    ” Dengan orang mana?.
    ” Orang Jawa”.
    ” Pasti orang yang baik ya. Iya kan?
    Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren.
    “Istrimu dari pesantren?”.
    “Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran”.
    ” Kau sangat beruntung, tidak sepertiku”.
    ” Kenapa dengan Bapak?”
    ” Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang”.
    ” Bagaimana itu bisa terjadi?”
    ” Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dan karena terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti ini.Ceritanya begini, Saya seorang anak tunggal dari seorang yang kaya, saya berangkat ke Mesir dengan biaya orang tua. Disana saya bersama kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun pertama saya lulus dengan predikat jayyid, predikat yang cukup sulit bagi pelajar dari Indonesia. Demikian juga dengan tahun kedua. Karena prestasi saya, tuan rumah tempat saya tinggal menyukai saya. Saya dikenalkan dengan anak gadisnya yang bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab. Pada pandangan pertama saya jatuh cinta, saya belum pernah melihat gadis secantik itu. Saya bersumpah tidak akan menikah dengan siapapun kecuali dia.

    Ternyata perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil. Fadhil membuat garis tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau sekalian lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua. Ketika saya menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi masukan begini, sama-sama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah, dan berjilbab. Itu lebih selamat daripada dengan Yasmin yang awam pengetahuan agamanya. Tetapi saya tetap teguh untuk menikahinya. Dengan biaya yang tinggi saya berhasil menikahi Yasmin. Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir. Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel berbintang. Begitu selesai S1 saya kembali ke Medan, saya minta agar asset yang di Mesir dijual untuk modal di Indonesia. Kami langsung membeli rumah yang cukup mewah di kota Medan. Tahun-tahun pertama hidup kami berjalan baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok orang tuanya. Aku masih bisa memenuhi semua yang diinginkan Yasmin. Hidup terus berjalan, biaya hidup semakin nambah, anak kami yang ketiga lahir, tetapi pemasukan tidak bertambah. Saya minta Yasmin untuk berhemat. Tidak setiap tahun tetapi tiga tahun sekali Yasmin tidak bisa. Aku mati-matian berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak terpenuhi. Sawah terakhir milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya mulai muncul penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan bisa berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat. Saya tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jika saya pengin rendang, saya harus ke warung. Yasmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia. Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya memanggil suaminya dengan namanya. Jika ada sedikit letupan, maka rumah seperti neraka. Puncak
    penderitaan saya dimulai setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta Yasmin untuk menjual perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah membandingkan dirinya yang hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya mendapat suami orang Mesir. Saya menyesal meletakkan
    kecantikan diatas segalanya. Saya telah diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan saya yang terjepit, ayah dan ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah, yang akhirnya mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin saya menangis. Mereka berharap modal itu cukup untuk merintis bisnis saya yang bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit, Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke Mesir. Waktu di
    Mesir itulah puncak tragedi yang menyakitkan. ” Aku menyesal menikah dengan orang Indonesia, aku minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa bahagia kecuali dengan lelaki Mesir”. Kata Yasmin yang bagaikan
    geledek menyambar. Lalu tanpa dosa dia bercerita bahwa tadi di KBRI dia bertemu dengan temannya. Teman lamanya itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya sudah meninggal. Yasmin diajak makan siang, dan
    dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia karena tak bisa menahan diri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. Yang menyakitkan adalah tak satupun keluarganya yang membelaku. Rupanya selama ini Yasmin sering mengirim surat yang berisi berita bohong. Sejak saat itu saya mengalami depresi. Dua bulan yang lalu saya mendapat surat cerai dari Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin dengan temannya. Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau meminta ibunya pulang”.

    Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bulan aku berpisah dengannya.
    Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap di hati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku
    mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan
    bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya. Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke toko baju muslim, aku ingin membelikannya untuk
    Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan dibawah bantal. Dibawah kasur itu kutemukan kertas merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku.
    Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku serong….Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan Rabbi…ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya .. Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya. Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku.

    “Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh dihadapan-Mu. Lakal hamdu ya Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok kedalam jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan kesabaran dalam diri hamba……” tulis Raihana. Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa” Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintumu, melabuhkan derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah enam bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku. Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya. Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau”.

    Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan
    pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tangannya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angina sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata. Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku dengan Raihana. Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku. Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu-sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis.
    “Mana Raihana Bu?”. Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi. ” Raihana…istrimu..istrimu dan anakmu yang dikandungnya”.
    ” Ada apa dengan dia”.
    “Dia telah tiada”.
    ” Ibu berkata apa!”.
    ” Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat. Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu. Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhionya”. Hatiku bergetar hebat.
    ” Ke…kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?”.
    ” Ketika Raihana dibawa ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar kami tidak mengganggu ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal kami sangat sedih, Jadi maafkanlah kami”.

    Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia
    telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira. Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa. Aku ingin Raihana hidup kembali.
    ______0______

  14. dukut nugroho Says:

    kisah anak nakal dan paku

    Mungkin kisah ini sering didengar, tapi tidak apa diangkat lagi sebagai bahan perenungan.

    Alkisah ada seorang bocah yang berperangai buruk, sangat nakal, selalu iri dan dengki bahkan tidak jarang tiap hari selalu membuat sakit hati teman2nya. Suatu saat bocah tersebut dipanggil oleh ayahnya dan dinasehati atas perbuatan-perbuatan buruknya, Lalu sang ayah memberikannya sebuah palu dan sebuah kantung berisi paku

    “ Nak.. mulai hari ini tugasmu menancapkan paku ini di pintu kamarmu setiap kamu berperangai buruk terhadap orang lain..”
    “ satu paku untuk satu perbuatan buruk…” lanjutnya lagi

    Pada hari itu didapatinya seratus paku yang dia tancapkan di pintu kamarnya, lalu dihari kedua ada delapan puluhan paku yang dia tancapkan, dan semakin hari semakin berkurang paku yang dia tancapkan, akhirnya dia merasa lelah juga harus menancapkan paku di pintu kamarnya setiap dia melakukan hal buruk terhadap orang lain.
    Lalu dia memutuskan bahwa mulai hari ini dia akan berusaha menjadi anak yang baik sehingga dia tidak perlu lagi menancapkan paku-paku itu dipintu kamarnya.

    Tibalah suatu hari dimana dia sudah tidak perlu lagi menancapkan paku-paku itu, dengan bangganya dia menemui ayahnya
    “ Ayah… ikut aku, lihatlah pintu kamarku itu, sekarang aku sudah tidak perlu lagi menancapkan paku-paku ini ke pintu kamarku..” sambil menyerahkan kantung yang berisi sisa paku

    Lalu ayahnya berkata, “ Sekarang tugas-mu adalah mencabut paku-paku yang tertancap dipintu itu, setiap kamu berbuat baik pada orang lain…, satu paku untuk satu kebaikan…”

    Mulailah pada hari itu si bocah mencabut paku tersebut setiap kali dia melakukan kebaikan kepada orang lain, dan tibalah suatu hari sudah tidak ada lagi paku-paku yang harus dicabutnya, lalu diapun menemui lagi ayahnya

    “ Ayah.. kini sudah tidak ada lagi paku yang harus aku cabut di pintu kamarku itu..”

    Lalu ayahnya mengajaknya untuk melihat pintu itu bersama-sama,

    “ anakku.. lihatlah pintu kamarmu…, walaupun sudah tidak berpaku, tapi masih meninggalkan lubang-lubang kecil bekas paku yang kau cabut..”

    “ Artinya walaupun kamu sudah minta maaf dan berbuat baik terhadap orang yang pernah kamu sakiti, dan mungkin orang tersebut menerima maaf-mu, tapi luka dihati sangat sulit untuk dihilangkan, layaknya lubang bekas tancapan paku dipintu kamarmu yang sudah tidak bisa pulih seperti sedia kala..” lanjut sang ayah

    Hikmah dibalik kisah ini adalah agar kita selalu menjaga lisan dan perbuatan kita agar tidak menyakiti hati orang lain, ke istiqomahan dalam akhlaq yang mulia adalah salah satu hal yang utama dalam kehidupan kita, bukankah Rasulullah SAW diutus oleh Allah tak lain untuk menyempurnakan Akhlaq manusia.

    Salam…
    ——————–

  15. Dukut Nugroho Says:

    sandal jepit istriku

    Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.

    “Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!” Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

    “Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul? Ucap isteriku kalem.

    “Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.

    Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.

    *******

    Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Namun apa yang terjadi? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.

    “Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”

    Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. “Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihah? Isteri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.

    “Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.

    Hamil muda?!?! Subhanallah … Alhamdulillah…

    ********

    Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku.
    “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku.
    “Lho, kok bilang gitu…?” selaku.
    “Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa,” ucap isteriku lagi.

    “Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,” jawabku ringan.

    *******

    Pertemuan dengan mitra usahaku hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.

    Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Dug! Hati ini menjadi luruh. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.

    “Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.

    “Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. “Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.

    Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”

    Sedang aku? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!

    “Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia.

    “Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini.
    “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.

    ******

    Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.

    Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan ‘iffah (***) sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku?

    (Oleh : Yulia Abdullah)

  16. Dukut Nugroho Says:

    WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB

    Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang
    berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk
    berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik
    tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan
    tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang
    utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan,
    kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara
    lain.

    [1]. Sepertiga Akhir Malam

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu
    ‘alaihi wasallam bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun
    setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu
    berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa
    yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta
    ampun, pasti Aku akan mengampuninya” . [Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat
    bab Doa Nisfullail 7/149-150]

    [2]. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa

    Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar
    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa
    yang tidak ditolak”. [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da’watuhu
    1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya
    oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].

    [3]. Setiap Selepas Shalat Fardhu

    Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
    ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,
    beliau menjawab.

    “Artinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat
    fardhu”.
    [Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani
    dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].

    [4]. Pada Saat Perang Berkecamuk

    Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
    wa
    sallam bersabda.

    “Artinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada
    saat adzan dan doa tatkala peang berkecamuk”. [Sunan Abu Daud, kitab Jihad
    3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa’ 3/360. Hakim dalam
    Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan
    Al-Albani dalam Ta’liq Alal Misykat 1/212 No. 672].

    [5]. Sesaat Pada Hari Jum’at

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi
    wa sallam bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak
    bertepatan
    seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah
    melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan
    sedikitnya waktu tersebut”. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/166.
    Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]

    Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing
    riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang
    telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203.

    Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik
    mimbar hingga selesai shalat Jum’at atau hingga selesai waktu shalat ashar
    bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

    [6]. Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur
    Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah

    Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
    ‘alaihi wasallam bersabda.

    “Artinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun
    padamalam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat
    melainkan Allah akan mengabulkannya” . [Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No.
    3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]

    Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[An-Nihayah fi Gharibil Hadits
    1/190]
    Yang dimaksud dengan “ta’ara minal lail” terbangun dari tidur pada malam
    hari.

    [7]. Doa Diantara Adzan dan Iqamah

    Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
    wa
    sallam bersabda.

    “Artinya : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah”. [Sunan Abu
    Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat
    13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani,
    kitab Tamamul Minnah hal. 139]

    [8]. Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat

    Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
    sallam bersabda.

    “Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhl ah berdoa
    sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. [Shahih Muslim, kitab Shalat
    bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa Sujud 2/48]

    Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.

    [9]. Pada Saat Sedang Kehujanan

    Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu
    ‘alaihi wasallam bersabda.

    “Artinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa
    pada waktu kehujanan”. [Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi
    2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3078].

    Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak
    ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat
    khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [Fathul Qadir 3/340].

    [10]. Pada Saat Ajal Tiba

    Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari
    wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu
    beliau memejamkannya kemudian bersabda.

    “Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan
    mengikutinya’ . Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : ‘Janganlah
    kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat
    mengamini apa yang kamu ucapkan”. [Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]

    [11]. Pada Malam Lailatul Qadar

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu
    turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk
    mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”.
    [Al-Qadr : 3-5]

    Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa
    setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud Dzakirin hal. 56]

    [12]. Doa Pada Hari Arafah

    Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya dari kakeknya
    bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Artinya : Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah”. [Sunan At-Tirmidzi,
    bab
    Jamiud Da’waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta’liq alal Misykat
    2/797 No. 2598]

    [Disalin dari buku Jahalatun nas fid du’a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam
    Berdoa, oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 181-189,
    terbitan Darul Haq, penerjemah Zainal Abidin Lc]

  17. Dukut Nugroho Says:

    SURAT DARI SYAITAN

    Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.
    Kau bangun tanpa mensyukuri nikmat hidupmu (tidak berdoa setelah bangun tidur)
    dan tanpa sujud mengerjakan subuhmu..
    Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan “Bismillah” sebelum memulai santapanmu,
    kau tinggalkan sholat dhuhur dan asr karena kesibukan kerjamu,
    kau tinggalkan sholat maghrib karena kelletihanmu..
    juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu
    Kau benar-benar ‘orang yang bersyukur’, Aku menyukainya
    Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.

    Hai Bodoh, Kamu millikku.
    Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,
    dan aku masih belum bisa benar-benar mencintaimu…
    Malah aku masih membencimu, karena kau telah membuatku keluar dari surga
    Aku hanya menggunakanmu untuk membuktikan janjiku kepada Allah.
    Dia sudah mencampakkan aku dari surga karenamu, dan aku akan membuatmu tersesat agar kau juga dicampakkan dari surga-Nya

    Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan Dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan
    Dia masih memberikan padamu nikmat hidup dan nikmat Islam..
    Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,
    dan aku akan membuat kehidupanmu seperti di surga..
    sehingga kau akan tetap kedalam kedholiman dan kesesatanmu…
    dan kau tidak akan bertaubat didalam kedholiman dan kesesatanmu..
    kita akan bersama-sama menjalani kehidupan dunia ini..
    Sehingga kita akan bisa bersama-sama pula dikehidupan kelak..

    Aku benar-benar berterimakasih padamu,
    karena aku sudah menunjukkan kepada-NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa-masa yang kita jalani

    Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya , guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua , Tidak menghargai Masjid, tidak sholat berjama’ah, berperilaku buruk.
    TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.

    Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
    Aku masih memiliki rencana-rencana hangat untuk kita.
    Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.
    Aku ingin mengucapkan ‘TERIMAKASIH’ karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

    Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
    Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
    Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.

    Aku sudah 40 tahun bersamamu, dan sekarang aku perlu darah muda.
    Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa..
    Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berzina, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin,
    dengan ini kuresmikan engkau sebagai pengikutku, dan kuangkat engkau menjadi waliku..
    Lakukan semua ini didepan anak-anak agar mereka akan menirunya..
    Begitulah anak-anak..

    Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
    Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi..
    Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu..
    Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit..

    Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.
    Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu..
    Hanya saja kau harus menjadi orang to lol yang menanggap dirimu melakukan hal yang baik.. dan melupakan Penciptamu..

    Catatan : Jika kau benar-benar menyayangiku , kau tak akan rela berbagi suratku ini dengan siapapun..

    Sumber:
    email dari seorang teman, dengan sedikit editan

    semoga bisa dapat kita jadikan pelajaran berharga,
    amin, ya rabbal ‘alamin..

  18. Dukut Nugroho Says:

    wasiat dasyat penolak kefakiran

    Islam itu sangat solutif, untuk berjihad di dunia melalui bisnis, tentulah dia memiliki dua ujung mata pedang dalam langkah perjuangannya, yaitu pertama : Ikhtiar yang sungguh sungguh dalam menjemput rezeki, dan kedua : Kekuatan amalan ibadah dan doa.

    Kedua mata pedang tersebut saling menguatkan, kedua mata pedang tersebut menambah kekuatan keyakinan hamba atas kekuasaan Yang Maha Kuasa. Logika bisnis dan usaha kadang-kala menjadi terbalik, bahkan hasil yang di raih pun seringkali ilmu matematika ataupun indikator ekonomi tak mampu menjangkau.

    “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS 35:2)

    “Katakanlah: Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang di kehendaki Nya di antara hamba-hambaNYA dan menyempitkan bagi (siapa yang di kehendakiNya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi Rezeki yang sebaik baiknya” (QS 34:39)

    Pada saat krisis tiba, niscaya mereka para pribadi muslim haruslah merasa yakin dan tetap tenang. Mereka tidak gundah atas berita yang beredar di media masa, mereka tidak turut serta menggaungkan senandung yang sama dengan kaum yang lain , mereka punya sikap yang unik dan berbeda dengan kaum yang lain, alasannya karena mereka punya keyakinan yaitu mereka memiliki ALLAH, PEMILIK SEGALA KEPUTUSAN, PEMBERI REZEKI.

    Seringkali ummat islam terlupakan adanya kekuatan ujung mata pedang yang kedua ini yaitu kekuatan amalan ibadah dan doa , sebahagian ummat islam sekarang cenderung mengikuti pola manajemen barat yang serba ‘sebab akibat’ secara rasional, yang tentunya paham barat tersebut telah nyata melupakan faktor Tuhan sebagai Penentu. Walaupun sebagian mereka berhasil dalam usahanya, maka hasil kerja yang di dapat paling tidak hanya memperbanyak digit nilai materi saja, dan hampa dalam nilai keimanan serta berpeluang hilang keberkahannya, ketahuilah bila niat dan hasilnya dasarnya sudah menyimpang , hasil itu semua kelak akan nihil di hadapan Allah.

    Rugi sekali bagi seorang muslim, apalagi kalangan pengusaha muslim khususnya, bila meninggalkan kekuatan yang satu ini, mereka punya Allah, mereka punya peluang doanya terkabul, mereka memiliki kesempatan yang lebih baik di banding orang kafir, kenapa kita harus tunduk kepada yang lainnya, bahkan melemahkan diri?

    Adalah Abdullah bin Mas’ud , salah seorang sahabat dekat Rasul SAW. Di masa Khalifah Usman bin Affan, dia menderita sakit dan terbaring di atas tempat tidurnya, Khalifah usman menjenguknya dan menyaksikan Abdullah bin Mas’ud dalam keadaan sedih.

    Usman : “Apa yang membuatmu sedih?”

    Abdullah : “Dosa dosaku”

    Usman : “Apa yang engkau inginkan dariku, aku akan penuhi?”

    Abdullah : “Saya merindukan rahmat Allah”

    Usman : “Jika engkau setuju, aku akan memanggilkan tabib”

    Abdullah : “Tabib hanya membuatku sakit”

    Usman : “Jika engkau tak keberatan, aku akan perintahkan bendaharaku untuk memberimu harta dari baitul mal”

    Abdullah : “Ketika aku amat membutuhkannya, engkau tak memberiku sesuatu, dan sekarang tatkala aku sama sekali tak membutuhkannya, engkau hendak memberikan sesuatu!”

    Usman : “Pemberian itu juga hadiah untuk putri putrimu”

    Abdullah : “Mereka juga tak membutuhkan sesuatu, karena aku telah berwasiat kepada mereka untuk membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan tertimpa kefakiran”

    Nah, saudara muslimku, informasi ini sudah sampai kepada anda semua, jangan di sia-siakan , mari kita lakukan amalan ini, Insha Allah, kita mampu untuk tetap tegar dalam menghadapi ujian kehidupan ini dan niscaya Insha Allah, kefakiran pun tak akan hadir di hadapan kita semua. Dan berilah wasiat yang sama kepada orang orang yang anda cintai, agar mereka bisa seberuntung seperti yang di sabdakan Rasul SAW di atas. Amin.

  19. Dukut Nugroho Says:

    rahasia income 1 miliyar rupiah

    Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.
    Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.
    Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.
    Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan “tidur”. Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.
    Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, “Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”
    Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.
    “Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,” begitu beliau memulai penjelasannya.

    RAHASIA PERTAMA
    “Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).
    Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.
    Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.
    Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.” Beliau mengambil napas sejenak.

    RAHASIA KEDUA
    “Kemudian yang kedua,” beliau melanjutkan. “Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.
    Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat). Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, ‘Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.’ Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.
    Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.
    Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

    RAHASIA KETIGA
    “Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka,” begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. “Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.”
    “Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga”, saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).
    “Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?,” tanya beliau.
    “Ya, bagaimana caranya?” jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.
    “Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!” jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”
    “Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.
    “Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”
    “Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” saya bertanya lagi.
    “Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,” jawab beliau. “Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”

    RAHASIA KEEMPAT
    Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.
    “Yang keempat nih, Mas,” beliau memulai. “Jangan mempermainkan wanita”.
    Hm… ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.
    “Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.”
    “Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.
    “Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya.”
    Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.
    “Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,” beliau melanjutkan.
    Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.
    Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang….

    Menit-Menit Sangat Berharga Dalam Hidup

    Tempat mengadu, meminta, dan kembali segala urusan bagi orang beriman hanyalah Allah, Rasulullah memberitahukan menit-menit yang sangat berharga untuk menghadap dan memohon kepada Allah:

    1. Waktu sepertiga malam terakhir saat orang lain terlelap dalam tidurnya, Allah SWT berfirman:

    “….Mereka para muttaqin sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir malam, mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS Adz Dzariyat: 18-19).

    Rasulullah SAW bersabda: “Rabb (Tuhan) kita turun disetiap malam ke langit yang terendah, yaitu saat sepertiga malam terakhir, maka Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka Aku berikan kepadanya, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku ampunkan untuknya.” (HR Al Bukhari)

    Dari Amr bin Ibnu Abasah mendengar Nabi SAW bersabda: “tempat yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adala saat ia dalam sujudnya dan jika ia bangun melaksanakan sholat pada sepertiga malam yang akhir. Karena itu, jika kamu mampu menjadi orang yang berzikir kepada Allah pada saat itu maka jadilah.” (HR At Tirmidzi dan Ahmad)

    2. Waktu antara adzan dan iqamah, saat menunggu shalat berjamaah

    Rasulullah SAW bersabda: “Doa itu tidak ditolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah!” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

    Hadits Abdullah bin Amr Ibnul Ash ra, bahwa ada seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya para muadzin itu telah mengungguli kita,” maka Rasulullah SAW bersabda: “Ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh para muadzan itu dan jika kamu selesai (menjawab), maka memohonlah, kamu pasti diberi”. (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

    3. Pada waktu sujud, yaitu sujud dalam shlat atau sujud-sujud lain ang diajarkan Islam. (seperti sujud syukur, sujud tilawah dan sujud sahwi)

    “Kedudukan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR Muslim)
    Dan dalam hadits Ibnu Abbas ra, ia berkata: “Rasulullah SAW membuka tabir (ketika beliau sakit), sementara orang-orang sedang berbaris (sholat ) dibelakang Abu Bakar ra, maka Rasulullah SAW bersabda; “”Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak tersisa dari mubasysyirat nubuwwah (kabar gembira lewat kenabian) kecuali mimpi baik yang dilihat oleh seorang muslim atau diperlihatkan untuknya. Ingatlah bahwasanya aku dilarang untuk membaca Al Qur’an ketika ruku’ atau ketika sujud. Adapun didalam ruku’, maka agungkanlah Allah dan adapun di salam sujud, maka bersungguh-sunguhla h berdoa, sebab (hal itu) pantas dimaqbulkan bagi kamu semua.” (HR Muslim)

    4. Setelah sholat fardhu. Yaitu setelah melaksanakan sholat-sholat wajib yang limawaktu, termasuk sehabis sholat Jumat

    Allah berfirman: “dan bertasbihlah kamu kepadaNya di malam hari dan selesai sholat” (QS Qaaf: 40)
    “Rasulullah SAW ditanya tentang kapan doa yang paling didengar (oleh Allah), maka beliau bersabda: “Tengah malam terakhir dan setelah sholat-sholat yang diwajibkan.” (HR At Tirmidzi)

    5. Waktu-waktu khusus, tetapi tidak diketahui dengan pasti batasan-batasannya

    “Sesungguhnya di malam hari ada satu saat (yang mustajab), tidak ada seorang muslim pun yang bertepatan pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan urusan dunia dan akhirat melainkan Allah pasti memberi kepadanya.” (HR Muslim)

    Dalam kitab Al JAwabul Kafi dijelaskan: “…JIka doa itu disertai dengan hadirnya kalbu dan dalam penuh khusyu’ terhadap apa yang diminta dan bertepatan dengan salah satu dari waktu-waku yang ijabah yang enam itu yaitu: (1). sepertiga akhir dari wakt malam, (2). ketika adzan, (3). waktu antara adzan dan iqamah, (4). setelah sholat-sholat fardhu, (5) ketika imam naik ke atas mimbar pada hari Jumat sampai selesainya sholat Jumat pada hari itu, (6). waktu terakhir setelah Ashar”.

    Wassalamu’alaikum,

  20. Dukut Nugroho Says:

    Dunia ini amanat yang harus kita pegang, karena nantinya pasti akan diminta pertanggung jawabannya,
    Saya sendiri tidak tahu, apakah makanan yang masuk kemulut saya itu halal atau haram, didapat dengan cara yg benar atau tidak

    Ya ALLOH, berikan kemampuan hambamu ini, untuk terus istiqomah dijalanmu
    dan kepada pembuat situs ini semoga dapat mempertanggung jawabkan apa yang dia tulis dihadapanmu ya ROB

  21. anti klimaks Says:

    setuju sdr. dukut nugroho, semua kita semua dapat mempertanggung jawabkan semua yang ada pada diri kita suatu saat nanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: